Perempuan Gila

13 Agustus 2013 00:53:00 Dibaca :

Mungkin saya sedikit gila. Mungkin saya memang ndak waras karena suatu hari, saya pernah berpikir demikian. Jika saya adalah seorang manusia sehat, saya ingin menjual salah satu ginjal saya hanya untuk dapat hidup dengannya. Menurut info, satu ginjal bisa dijual dengan harga Rp 500 juta sampai Rp 1 milliar. Tetapi kalau saya menjual ginjal saya, saya enggak akan berumur panjang. Akh… itu enggak masalah. Yang penting saya bisa hidup dengannya sampai akhir hayat saya. Namun apakah saya segila itu? Apakah dia mau untuk hidup dengan saya? Apakah dia mengijinkan saya untuk menjual ginjal saya? Saya rasa tidak. Mungkin saya sedikit gila. Akh jaman sekarang. Apapun bisa diperjualbelikan. Bukan saja organ tubuh manusia tetapi juga nyawa manusia. Seperti kata Ranggawarsita “Saiki jamane jaman edan, yen ora edan ora keduman. Sak bejo-bejone wong kang edan, isih bejo wong kang eling lan waspada“. Lha kalau saya sampai menjual ginjal untuk hidup dengannya berarti saya takutora keduman cinta. Saya takut ndak kebagian cinta terutama cinta dia. Tapi apakah iya dia memang mencintai saya seperti saya mencintai dia. Well, tentu betul kata Ranggawarsita, sak bejo-bejone wong kang edan, isih bejo wong kang eling lan waspada. Jadi saya harus eling lan waspada. Jangan sampai terlalu dibutakan oleh cinta. Akh… jaman sekarang… jamane jaman edan! Dan sebuah pesan pun saya terima melalui ponsel saya. “Kamu sudah gila ya? Aku bener-bener enggak paham kenapa kamu bisa berpikir seekstreme itu? Terus kalau kamu mati, kamu akan meninggalku seorang diri dalam kesedihan?Perempuan gila!” * www.catatanfani.com

Elisabeth Oktofani

/abhaya

Berasal dari Yogyakarta, tinggal di Jakarta. Sedang belajar untuk menjadi penulis
Selengkapnya...

KOMPASIANA ADALAH MEDIA WARGA, SETIAP KONTEN DIBUAT OLEH DAN MENJADI TANGGUNGJAWAB PENULIS.

Siapa Yang Menilai Tulisan Ini ?