Mohon tunggu...
Abah Kabayan
Abah Kabayan Mohon Tunggu... -

Wong cilik yang bukan penggemar hoak

Selanjutnya

Tutup

Analisis Pilihan

Mencatat Jokowi dengan Jujur, Kesaksian Ustaz Yusuf Mansur

11 Februari 2019   10:42 Diperbarui: 11 Februari 2019   11:14 302
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Kawannya itu juga kata Ustad Yusuf Mansur, sempat membeberkan kesakiannya tentang ibu kandung Jokowi. Dan, menurut kesaksian kawannya, ibu kandung Jokowi, adalah muslimah yang taat.

" Dari kawan saya. Kesaksiannya,
Ibu kandungnya (Jokowi) Masya Allah," katanya.

Ibu kandung Jokowi, Ibu Sudjiatmi, adalah sosok ibu yang sederhana. Ibu yang tak pernah lelah mendoakan putranya.

" Dari tahu 2000-an baca Qulhu 100 kali,  dan Al Fatihah 100 kali. Tiap malam," kata Ustad Mansur.

Dan doa ibu, adalah doa terbaik bagi anak-anaknya. Keberhasilan Jokowi, selain karena ikhtiarnya, tapi juga karena doa yang dipanjat sang ibunda.

" Sampe kemudian pada 2004, Pak Jokowi bisa ekspor perdana. Dibacanya Qulhu dan Al Fatihah terus, sampai jadi walikota. Dibaca terus, jadi walikota lagi. Dibaca terus, tiap malam jadi Gubernur. Dibaca lagi, sampai jadi  Presiden," katanya.

Cerita tentang kebiasaan ibu Jokowi, lanjut Ustad Mansur, juga diceritakan adik-adik Jokowi yang ia tahu adalah muslimah yang sudah pakai hijab sedari lama. Ia dengar langsung cerita itu bersama sang istri. Karenanya Ustad Mansur mengaku masygul, ketika sebuah keluarga muslim yang sederhana terus didera fitnah.

" Keluarga muslim yang senantiasa difitnah," katanya.

Ustad Yusuf Mansur juga mengungkapkan, sebenarnya, sudah lama ia ingin bicara tentang Jokowi. Meluruskan berbagai informasi sesat. Tapi, Jokowi kata Ustad Mansur, selalu melarangnya. Bahkan Jokowi meminta agar tak membela dirinya. Jokowi khawatir, nanti Paytren bisnis yang didirikannya ikut terpengaruh, lalu ditinggalkan umat.

" Saya sudah lama pengen bicara. Tapi dilarang beliau. Demi Allah. Beliau berulang kali bilang jangan bela saya. Kasianin Paytren. Ntar ditinggal ummat. Berkali-kali," ujarnya.

Bahkan, kata Ustad Mansur,  Profesor  Mahfud MD, mantan Ketua MK pernah bercerita. Kata Profesor Mahfud, di acara ulang tahun Megawati, Ketua Umum PDIP,  di depan Megawati, Jusuf Kalla dan petinggi-petinggi  lainnya, Erick Thohir, Ketua Tim Kampanye Nasional, mengusulkan agar melibatkan Ustad Mansur dalam tim kampanye. Tapi, Jokowi sendiri yang melarang dan bilang jangan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Analisis Selengkapnya
Lihat Analisis Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun