Mohon tunggu...
Zia Mukhlis
Zia Mukhlis Mohon Tunggu... Anak Ayam Yang Pengen Jadi Elang

Mahasiswa Universitas Al-Azhar- Pelajar Islam Indonesia- Forum Lingkar Pena- Komunitas Pelajar Aktif- Pikiran Yang Dipenakan

Selanjutnya

Tutup

Politik Pilihan

Politisi dan Pena

4 September 2019   07:23 Diperbarui: 4 September 2019   07:43 0 1 1 Mohon Tunggu...

Hal menarik untuk diperhatikan dalam politik sebenarnya bukanlah strategi seseorang dalam mencapai kekuasaan, atau kebijakan brilian yang menguntungkan banyak orang, atau bagaimana seorang pemimpin menciptakan sebuah bangunan agung, tidak dan bukan itu. Melainkan yang paling menarik untuk disaksikan oleh masyarakat adalah pidato, dari seorang tokoh politik.

Kita ingat bagaimana pidato Martin Luther King yang berjudul i have a dream. Sebuah mimpi besarnya agar kaumnya yang berkulit gelap mendapatkan hak yang sama di Amerika, "hingga momen itu menjadi monumen", kata Rocky Gerung. Kita ingat juga pidato Abraham Lincon yang menyorakkan penentangan atas perbudakan. 

Dan kita pasti menolak lupa pidato-pidato Ir. Soekarno di forum-forum parlemen baik sebelum Indonesia merdeka, pasca Indonesia merdeka, dan bahkan di forum internasional sekalipun. 

Terlepas dari sisi kelam Ir. Soekarno yang banyak terumbar hari ini, namun tetap jasa presiden pertama kita ini dalam menyatukan bangsa Indonesia yang besar adalah bukanlah manusia sembarangan.

 Kemampuan pidatonya, ketajaman pikirannya dan kemantapan pribadinya telah meluluhkan berbagai kerajaan di bumi nusantara hingga semuanya bersedia bergabung dalam satu payung Indonesia. Tentu akan beda jika tugas ini diemban oleh bukan Ir. Soekarno, bisa jadi kita akan merdeka 20 tahun lebih lambat.

Menarik untuk mengkaji Soekarno dan teman-teman seperjuangannya. 'Generasi Soekarno' adalah generasi awal negara Indonesia, dan bukan sebagai generasi emas negara Indonesia. 

Sebab kita harus meyakini bahwa generasi pertama adalah generasi terbaik dari sebuah bangsa. Sedangkan generasi emas adalah generasi yang lahir jauh sesudah generasi pertama lahir, dan  lahir di tengah problematika negara yang semraut dan kacau. 

Tatangan yang dihadapinya berbeda jauh dengan apa yang dihadapi oleh generasi pertama, saat mereka bisa menyelesaikan problematika negaranya yang kacau dan membawa negaranya ke arah baru yang lebih baik itulah generasi emas sebuah bangsa.

Sesuai dengan ucapan Ir. Soekarno yang mengatakan bahwa musuh di zamannya adalah orang asing, sedangkan musuh kita zaman ini adalah bangsa kita sendiri. Perbedaan tugas itulah yang menjadikan sebuah generasi itu berbeda.

Generasi Soekarno, kita sebut saja demikian sebab generasinya memang tampak berbeda dengan sebelumnya dan sesudahnya. Sangat menarik untuk bisa mempreteli satu generasi ini (gen Soekarno). Yaitu dimana lahir politisi-politisi cerdas nan menarik. Menarik bagaimana? Menarik sebab mereka tampil ke gelanggang dengan corak masing-masing, ada yang nasionalis, ada yang sosialis dan ada yang Islam atau agamis. 

Cerdas bagaimana? ini bukanlah hal yang mesti dijelaskan lagi. Jika bukan karena kecerdasan mereka tentu Indonesia tak akan merdeka, jika bukan karena mereka cerdas tentu Indonesia tak akan mendapatkan pengakuan dari negara asing, duduk sama rata dengan penjajah di forum intenasional, dan yang paling menarik dari kecerdasan mereka adalah mereka menulis!

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3