Mohon tunggu...
Zaenal Arifin
Zaenal Arifin Mohon Tunggu... Newbie

Hanya mengabdi pada hati dan Tuhan

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Sosbud & Agama

Moderasi Agama sebagai Upaya Hargai Perbedaan di Era Pandemi

23 Februari 2021   17:21 Diperbarui: 23 Februari 2021   17:54 288 0 0 Mohon Tunggu...

Beberapa mahasiswa yang tergabung dalam kelompok 36 Kuliah Kerja Nyata Mandiri Dari Rumah (KKN MIT-DR) Universitas Islam Negeri Walisongo Semarang, membuat konten tentang moderasi beragama. Konten ini di buat untuk menerapkan moderasi beragama bagi generasi muda, agar mampu menjadikan paham agama Islam sebagai instrumen untuk menghargai dan bertoleransi atas perbedaan dengan agama lain.
Menurut salah satu divisi kreativ kelompok 36, Awaludin mengatakan, "moderasi beragama ini harus digalakkan terutama dikalangan generasi milenial, agar dapat menerima perbedaan pendapat  ataupun agama yang ada termasuk perbedaan yang ada di masyarakat."

Menurut dia, di era pandemi ini toleransi dalam beragama harus tetap di teguhkan. Saling mengingatkan untuk menjaga kesehatan dan mematuhi protokol kesehatan dalam beribadah. Tetap bekerja sama dalam kebaikan meski tak sama dalam kebenaran.
"Untuk mewujudkan moderasi beragama khususnya kepada para generasi muda, maka para penyelenggara negara ataupun tokoh-tokoh agama yang lain juga harus memberikan contoh atau keteladanan kepada mereka, apalagi akhir-akhir ini muncul beberapa kasus rasisme terkait SARA di Indonesia."

Konsep toleransi dalam agama Islam yang paling penting adalah saling mencintai dan saling menghargai. Konsep toleransi Islam juga tidak memaksakan agama kepada pemeluk agama yang lain karena toleransi disini adalah bagaimana berhubungan kepada masyarakat atau hablum minannas.
"Toleransi antar umat beragama sangatlah dibutuhkan di negeri ini. Mengingat negara Indonesia merupakan negara multikultural, kaya akan ras, suku, dan agama. Toleransi itu sendiri adalah sikap tenggang rasa, menghargai, membolehkan, mengizinkan orang lain berpendapat berbeda, melakukan hal-hal  yang tidak sependapat dengan kita tanpa melakukan intimidasi," terang Ahmad Awaludin mahasiswa UIN Walisongo.
Konten ini diharapkan agar memberi pengajaran dan bahan pembelajaran toleransi yang dikemas secara sederhana dan menarik. Dengan begitu para generasi akan membangun rasa solidaritas antar agama di Indonesia.

VIDEO PILIHAN