Mohon tunggu...
Zabidi Mutiullah
Zabidi Mutiullah Mohon Tunggu... Wiraswasta - Concern pada soal etika sosial politik

Sebaik-baik manusia, adalah yang bermanfaat bagi orang lain

Selanjutnya

Tutup

Politik Artikel Utama

Melihat Kepentingan Pak Jokowi pada Pilpres 2024

11 Mei 2022   07:11 Diperbarui: 12 Mei 2022   17:10 2022
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Presiden Joko Widodo duduk di depan tenda usai memimpin seremoni ritual Kendi Nusantara di titik nol Ibu Kota Negara (IKN) Nusantara di Kecamatan Sepaku, Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Senin (14/3/2022). Antara Foto/HO/Setpres-Agus Suparto via KOMPAS.com

Agar itu tidak terjadi, tidak ada jalan lain kecuali memastikan bahwa penggantinya berasal dari satu kubu. Jika oposisi yang menang, saya yakin akan terjadi revisi. Akibat kuatnya penolakan terhadap kebijakan Pak Jokowi yang selama ini disuarakan.

Sebagaimana diketahui, dengan tidak melupakan hal lain, kebijakan paling disorot oleh oposisi mencakup tiga hal. Yakni pembangunan infrastruktur, IKN dan pembubaran HTI/FPI. 

Jika oposisi menang, bisa ditebak ketiga hal tersebut diprediksi akan mendapat koreksi besar-besaran. Fokus pembangunan infrastruktur akan dievaluasi. Undang-undang tentang IKN bisa dirubah. Dan keputusan pembubaran HTI/FPI ditinjau ulang.

Dengan melakukan pengamatan secara serius sejak dini, dimulai dari sekarang, Pak Jokowi dapat mengantisipasi segala kemungkinan. Jika yang menang pilpres 2024 adalah orangnya beliau, maka masalah selesai.

Namun jika yang menang kelompok oposisi, Pak Jokowi harus putar otak. Mencari strategi terbaik. Agar kebijakan yang telah dilakukan dan rencana program kedepan bisa berjalan aman.

Ada beberapa langkah yang mungkin dilakukan Pak Jokowi. Pertama, menerbitkan berbagai regulasi. Tujuannya, agar saat beliau lengser, kebijakan yang akan dilakukan pemerintah berikutnya terkunci oleh regulasi tersebut. 

Memang benar, ada kemungkinan akan di amandemen. Tapi itu kan masih perlu waktu. Tidak serta merta begitu ada peralihan kekuasaan, kebijakan Pak Jokowi langsung bisa diganti saat itu juga.

Jadi, menerbitkan regulasi baru termasuk sikap realistis. Setidaknya memperpanjang nafas kebijakan Pak Jokowi dapat berjalan lebih lama.

Langkah kedua Pak Jokowi dalam rangka mengamankan kebijakan adalah menyiapkan SDM pejabat di kementerian dan lembaga. Tentu yang akan dipilih adalah orang yang memiliki visi-misi yang sesuai dengan garis kepentingan beliau. 

Dengan mengetahui peta kekuatan politik sejak dini, para pejabat itu bisa disiapkan mulai dari sekarang.

Jadi, meskipun ada pergantian kekuasaan, tidak mudah menganulir kebijakan Pak Jokowi. Karena beberapa lini strategis sudah dikuasai.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Mohon tunggu...

Lihat Konten Politik Selengkapnya
Lihat Politik Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun