Puisi

Puisi | Terbelenggu

5 Desember 2017   07:00 Diperbarui: 5 Desember 2017   08:36 388 1 0

Pahitnya rasa empedu

Hanya terasa di mulut saja

Ketika sudah berada dalam perut

Pahitnya berubah menjadi obat


Pahitnya rasa sikutanmu

Menggetarkan seluruh raga

Merasuk dalam jiwa

Mengacaukan aliran darahku


Sikutanmu bak belenggu

Membelenggu daya nalarku

Membelenggu kreatifitasku

Membelenggu asaku


Aku tahu itu caramu

Membersihkan aralmu

Memuluskan jalanmu

Menuju asamu


Aku ingin berujar

Aku bukan aralmu

Aku bukan bebanmu

Aku bukan penjagalmu


Aku kerabatmu

Siap menopangmu

Siap membopongmu

Menuju asa tertinggimu


Tapi kamu tetap pada arahmu

Menebar sikutmu

Membelenggu kaki tanganku


Aku pasrah

Aku cuma bisa berharap

Semoga kamu menggapai asamu