Mohon tunggu...
Yusril Ananda
Yusril Ananda Mohon Tunggu... Mahasiswa UINSU

Jurusan akuntansi syariah fakultas ekonomi dan bisnis Islam

Selanjutnya

Tutup

Ekonomi

Penerapan Fungsi POAC untuk Memanajemen Keuangan Keluarga pada Masa New Normal

12 Agustus 2020   12:37 Diperbarui: 12 Agustus 2020   13:06 208 1 0 Mohon Tunggu...

POAC (planning, organizing, actuating, dan controlling) adalah konsep manajemen dasar  yang bisa diterapkan di semua hal. Fungsi POAC sendiri dalam suatu organisasi adalah untuk meningkatkan efektifitas dan efisiensi suatu organisasi dalam pencapaian tujuannya. 

Ada 3 (tiga) kata yang terhimpun menjadi satu dalam frasa ini, yaitu manajemen, keuangan, dan keluarga. Namun kunci utama sebenarnya ada pada kata manajemen.
Jadi kita mulai dari apa itu manajemen? Pengertian manajemen dikemukakan beberapa kalangan dengan cukup bervariasi. Ada yang memberi pandangan manajemen itu sebagai ilmu, sebagai alat, sebagai proses, bahkan ada yang menganggap sebagai bagian dari seni.
Seperti yang pernah dikatakan Mary Parker Follet bahwa "management as the art of getting things done through people". Sebagai ilmu, manajemen adalah sesuatu yang netral. Tidak terikat dengan pandangan hidup tertentu.

Ibarat sebuah alat, manajemen berfungsi untuk membantu penggunanya menyelesaikan pekerjaan atau meraih tujuan tertentu. 

POAC (planning, organizing, actuating, dan controlling) merupakan konsep manajemen dasar yang diperkenalkan oleh George R. Kelly.
Secara umum proses itu 4 (empat) tahapan yaitu perencanaan, pengorganisasian, pelaksanaan, dan pengendalian
Berikut adalah pemaparan singkat tentang tiap bagian dari POAC.

A. Planning (Perencanaan)
Planning meliputi pengaturan tujuan dan mencari cara bagaimana untuk mencapai tujuan tersebut.
Di dalam planning, manajer memperhatikan masa depan atau bisa disebut juga penetapan visi misi.
Adapun perencanaan yang perlu dipikirkan antara lain:
1. Perencanaan finansial : simpanan, tabungan, deposito
2. Perencanaan pendidikan anak : investasi pendidikan, tabungan pendidikan, asuransi pendidikan, sekolah apa yang akan dimasuki anak-anak. Ingatlah, biaya pendidikan itu merupakan investasi anak.
3. Perencanaan hari tua : dana pesangon, dana pensiun, asuransi hari tua, usaha yang akan digeluti
4. Perencanaan investasi : rumah, tanah, emas.
5. Perencanaan akhirat : naik haji, umroh, ibadah, mempersiapkan keluarga menjadi ahli surga.

 Pada masa pandemi covid ini,mungkin kepala keluarga harus putar otak untuk beradaptasi dengan keadaan,segeralah beralih jenis pekerjaan jika punya masalah terhadap penghasilan selama covid,karna banyak sekali PHK pekerjaan atau usaha macet pada saat ini dengan begitu tujuan atau perencanaan keluarga tetap tercapai .

B. Organizing (Pengorganisasian)
Untuk mencapai tujuan atau perencanaan dalam keluarga maka di perlukan Organizing,yang mana Organizing meliputi penugasan setiap aktifitas, membagi pekerjaan ke dalam setiap tugas yang spesifik, dan menentukan siapa yang memiliki hak untuk mengerjakan beberapa tugas.
Misalnya
Suami sebagai kepala keluarga bertugas untuk memimpin keluarganya, mencari nafkah dan rejeki yang halal dan istri untuk memastikan bahwa gizi dan makanan cukup efektive digunakan dalam mencapai tujuan organisasi rumah tangga.
Jadi pada masa covid suami dan istri sama kuat nya fungsi dalam menentukan keuangan keluarga,untuk istri selaku bundahara dalam keluarga harus jeli dalam pengeluaran keluarga kalo bisa harus hemat dan memperkecil pengeluaran.

C. Actuating (Pelaksanaan)
Dalam keluarga,actuating adalah kegiatan memberikan instruksi atau pengarahan oleh kepala keluarga kepada anggota keluarga agar menjalan kan apa yang direncanakan,dan ini merupakan peran manajer/ suami
Agar pengarahan berjalan dengan baik, dibutuhkan kepemimpinan (leadership) yang baik.Jadi disini Seorang suami di harus senantiasa memacu semangat Istri dan keluarganya untuk mencapai Visi dan misi.

D.Controlling (Pengendalian)

Controlling, memastikan bahwa kinerja sesuai dengan rencana.Jika terjadi perbedaan yang signifikan antara kinerja aktual dan yang diharapkan, kepala rumah keluarga harus mengambil tindakan yang sifatnya mengoreksi dan mencegah pengulangan terjadinya perbedaan.
Fungsi dari controlling adalah menentukan apakah rencana awal perlu direvisi, melihat hasil dari kinerja selama ini. Jika dirasa butuh ada perubahan, maka seorang manajer/ kepala keluarga akan kembali pada proses planning. Di mana ia akan merencanakan sesuatu yang baru, berdasarkan hasil dari controlling. 

VIDEO PILIHAN