Mohon tunggu...
Yupiter Gulo
Yupiter Gulo Mohon Tunggu... Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar

|Belajar, Mengajar dan Menulis mengantar Pikiran dan Hati selalu Baru dan Segar|

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Menjadi Pelajar Berkarakter Premium

15 Juli 2019   17:11 Diperbarui: 15 Juli 2019   20:21 268 2 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjadi Pelajar Berkarakter Premium
https://www.oxbridgeacademy.edu.za/blog/how-smart-students-actually-prepare-for-exams/

"Gantungkanlah cita-citamu setinggi langit. Bermimpilah setinggi langit. Apabila engkau jatuh, maka engkau akan jatuh di antara bintang-bintang" - Soekarno, Proklamator dan Presiden RI.

I. Pelajar Harus Punya Mimpi

Inilah ungkapan yang sangat terkenal dan memiliki makna yang sangat dahsyat dari seorang tokoh Indonesia bahkan tokoh dunia, yaitu Soekarno, seorang proklamator dan presiden pertama Indonesia.

Pesan Soekarno di atas menjadi sangat penting pada saat ini, ketika tahun ajaran baru 2019/2020 akan dimulai  Senin 15 Juli 2019. Proses penerimaan peserta didik baru yang sempat heboh dengan sistem zonasi, dan pelajar-pelajar baru telah mendapatkan sekolah masing-masing, terutama di sekolah negeri dan juga swasta.

Kesiapan para siswa tidak saja hanya sekedar masuk sekolah dan belajar dengan mata pelajaran demi mata pelajaran. Tetapi yang lebih penting adalah apakah pelajar sudah memiliki mimpi atau cita-cita ketika mulai memasuki dan duduk di bangku sekolah?

Kutipan ungkapan Soekarno perlu menjadi pedoman buat pelajar untuk menjalani masa beberapa tahun kedepan. Makna ungkapan itu sangat jelas, tegas dan terang benderang. Sebuah nasehat agar setiap orang harus memiliki cita-cita dan mimpi-mimpi. Cita-cita harus sesuatu yang menantang seluruh sumber daya yang dimiliki seseorang, dan karena itu harus di rumuskan sehebat dan setinggi mungkin. Dengan lain kata, cita-cita bukan hanya sekedar atau asal-asalan saja.

Sejalan dengan pesan di atas, Presiden Jokowi yang baru ditetapkan sebagai Presiden RI periode 2019-2024, juga memberikan pesan penting bagi pelajar-pelajar Indonesia. Sebab, untuk 5 tahun ke depan, pembangunan Sumber Daya Manusia Indonesia akan menjadi perhatian utama.

Presiden Jokowi dan Ma'aruf Amin akan membentuk manusia Indonesia menjadi SDM berkualitas premium atau berkarakter unggul, yang diyakini sebagai cara dan jalan untuk Indonesia mengejar ketertinggalan pembangunan dan bisa sejajar dengan negara-negara maju lainnya di dunia.

Janji Presiden Joko Widodo ini di ungkapan sebagai janji saat mereka berkampanye beberapa bulan yang lalu, yaitu "apabila pada periode kepemimpinan selanjutnya, bila terpilih bersama Ma'ruf Amin dalam Pilpres 2019, pihaknya akan membentuk Sumber Daya Manusia (SDM) unggulan atau premium.

Pesan ini juga ditujukan kepada seluruh pelajar-pelajar dan mahasiswa di seluruh Indonesia agar mempersiapkan diri menjadi "manusia-manusia yang memiliki kualitas premium"

II. SDM Premium

Sumber daya manusia premium yang dimaksudkan adalah manusia-manusia Indonesia yang memiliki keunggulan dalam mengelola, dan menjalani hidupnya, khususnya dalam melakukan pekerjaan dan profesi yang dipilih sebagai jalan mengaktualisasikan seluruh keberadaannya.

Artinya, SDM yang premium, tidak saja hanya memiliki pengetahuan yang luas tetapi juga memiliki kompetensi, keterampilan serta wawasan kehidupan yang luas dan jangka panjang, menguasai teknologi informasi dan komunikasi, memiliki kepekaan lingkungan yang tinggi dan berjiwa wirausaha.

Pemerintah memiliki cita cita dan mimpi agar SDM yang dimiliki Indonesia kedepanm, khususnya para PNS atau ASN adalah yang memiliki hal-hal berikut ini :

  1. Memiliki integritas
  2. Nasionalisme
  3. Mempunyai Wawasan Global
  4. Kemampuan teknologi informasi
  5. Menguasai bahasa asing
  6. Kompetensi hospitality
  7. Kemampuan ber-networking
  8. Memiliki spirit entrepreneurship

III. Pelajar Berkarakter Premium

Periode usia pelajar hingga rata-rata 14 tahun, merupakan masa membangun dan membentuk menjadi pribadi yang berkarakter unggul sebagai pondasi masa depan yang mampu bersaing dengan siapapun ketika memasuki dunia usaha dan dunia industri.

Sebab, hanya yang memiliki karakter premium yang diterima untuk bekerja dalam pekerjaan yang menantang dan profesional. Dan oleh karena itu, maka apapun profesi atau pekerjaan yang menjadi cita-cita maupun mimpi seorang pelajar, harus di dukung oleh karakter premium yang di bentuk selama masa belajar.

Paling tidak ada 5 karakter premium yang utama, yaitu Religius, Mandiri, Bertanggungjawab, Kreatif, Inovatif.

Pertama, Religius. Karakter religius itu menunjukkan seseorang yang memahami bahwa dirinya sebagai insan yang diciptakan oleh Tuhan Yang Maha Kuasa, dan karena itu Allah memiliki otonomi dalam hidupnya. Disana aka nada nilai-nilai yang menjadi pedoman perilakunya.

Religius meerupakan sikap dan perilaku seseorang yang patuh dalam melaksanakan ajaran agama yang diyakininya, memiliki toleransi dalam melasanakan ibadah agama yang dianut orang lain, dan hidup rukun dengan pemeluk agama lain.

 Kedua, Mandiri. Mandiri merupakan bentuk  sikap seseorang  untuk tidak menggantungkan keputusan hidupnya pada orang lain. Misalnya, dalam hal seorang yang menjalankan keusahaannya, maka harus mampu hidup mandiri dan tidak bergantung kepada siapapun, mampu membuat keputusan dalam menyelesiakan masalah yang dihadapi.

Ketiga, Bertanggungjawab. Setiap orang yang mampu menerapkan segala pengetahuan dan juga energinya ke dalam bentuk suatu tindakan yang efektif, serta dapat berguna apabila mereka sendiripun juga harus menanggung akubat dari apa yang dilakukannya, tidak terkecuali apalah dalam keadaan yang menguntungkan ataupun merugikan.

Keempat, Kreatif. Kata lainnya adalah memiliki daya cipta tanpa bats, yang dipahami   sebagai  proses mental dengan melibatkan lahirnya berbagai gagasan atau konsep baru, atau hubungan baru antara gagasan dan konsep  yang sudah ada sebelumnya.

Dari sisi pandang keilmuan bahwa hasil dari creative thinking, yang kadang disebut sebagai pemikiran bercabang, biasanya dianggap memiliki keaslian dan kepantasan dalam sebuah keadaan. Sebagai alternatif, konsepsi sehari-hari dari daya cipta adalah tindakan membuat sesuatu yang baru. Harus diakui bahwa daya cipta nan kreatif itu dsst ini  dipengaruhi oleh berbagai faktor seperti antara lain genetika maupun  lingkungan yang dihadapi.

Kelima, Inovatif. Dikenal juga dengan teminologi reka-baru atau inovasi yang dapat diartikan sebagai proses dan atau hasil pengembangan pemanfaatan maupun mobilisasi pengetahuan, keterampilan serta pengalaman buat menciptakan atau memperbaiki produk, proses, dan atau sistem baru, yang memberikan nilai berarti maupun relevansi.

IV. Pelajar dengan Perilaku Premium

Untuk bisa memiliki karakter premium Religius, Mandiri, Bertanggungjawab, Kreatif, Inovatif, tidak mungkin seketika akan terbentuk. Namun membutuhkan proses yang panjang dalam periode masa belajar para pelajar di sekolah, maupun di luar sekolah, di rumah, di lingkungan, maupun di dalam kelompok-kelompok tertentu.

Ada sejumlah hal yang harus di lakukan oleh pelajar menjadi sosok yang berkarakter kuat, antara lain:

  1. Menjalankan ibadahnya dengan taat, tekun
  2. Tekan dan belajar
  3. Bekerjasama atau teamwork
  4. Mengelola waktu secara efisien dan efektif
  5. Fokus dalam mengerjakan tugas-tugas sekolah secara tuntas
  6. Patuh pada semua aturan di sekolah
  7. Ringan tangan membantu teman
  8. Menjaga lingkungan yang seimbang
  9. Memelihara keseimbangan hidup yang dinamis
  10. Memanfaatkan secara optimal kesempatan yang ada.

Tips lainnya:

  • Disiplin Diri
  • Bersikap Jujur
  • Fokus pada Satu Hal, Hindari Multi-tasking
  • Hargai Proses
  • Tetaplah Menjadi Diri Sendiri
  • Jangan Hanya Mendengar, Simaklah!
  • Buat Dirimu Nyaman

Belajar itu membutuhkan proses yang membutuhkan waktu, sumberdaya dan lingkungan yang tersedia. Setiap orang harus belajar mengelola semua itu.

Setiap pelajar pasti berbeda hasil yang dicapainya. Karena kemampuan dalam mengelola itu semua berbeda-beda.

Hanya dengan terus menerus mencoba, mencoba dan mencoba maka seseorang mendapatkan pengalaman berharga dengan menemukan pola yang baik, yang cocok untuk dilakukan terus menerus.

Catatan : Disampaikan dalam acara MPLS Siswa SMA Muhammadyah 25 Pamulang, Tangerang, pada Selasa, 16 Juli 2019.

Yupiter Gulo, 15 Juli 2019

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x