Mohon tunggu...
Yunita Devika Damayanti
Yunita Devika Damayanti Mohon Tunggu... Jurnalis - Football, Music, Books, Foods.

Pelajar paruh waktu yang mencintai sepakbola.

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Kepa Sayap Kemenangan

18 Agustus 2021   21:47 Diperbarui: 18 Agustus 2021   21:55 347
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Endingnya bagaimana kawan-kawan? Chelsea takluk dari City di babak adu pinalti dengan skor 3-4. Yang jaga gawangnya saat itu siapa teman-teman? Betul, Kepa Arrizabalaga.

Makin pelik lagi urusannya saat si Kepa underperform karena masalah perbucinan duniawi. Hadehh, ini kalo udah urusannya sama cewek mau siapapun itu, nggak peduli pemain bola kek, atlet tinju kek, atau lari maraton itu tetep aja bakal semlehoy nggak karuan cuy.

Jadi kabar yang saat itu ramai di media adalah si Kepa ini putus cinta sama pacarnya, Andrea Perez. Mereka udah pacaran 9 tahun, buset bisa buat nyicil rumah bentar lagi kelar tuh. Istilah sederhananya tuh cewek udah nemenin si Kepa lah dari jaman masih susah merintis karir di Bilbao sampai jadi kiper termahal dunia di liga terbaik dunia, terbaik kata fansnya.

Ya kalau menurut saya hal-hal yang berpengaruh pada psikologis pemain memang harus diperhatikan, jika tidak maka akan secara langsung mengganggu performa mereka di lapangan. Raga memang di bawah gawang, tapi jiwa dan pikiran entah berkeliaran kemana, jatuhnya tidak fokus pas mau nangkep bola. Paham para sadboy?

Aksi heroik Kepa baru terlihat lagi saat dirinya diturunkan Thomas Tuchel pada momen adu pinalti UEFA Super Cup. Chelsea sang jawara Liga Champions berhadapan dengan Villareal yang menyandang status juara Europa League, dimana sebelumnya Villareal juga menang lewat adu pinalti melawan duta pinalti Eropa, Manchester United.

Seolah tak ingin mengikuti jejak kedodolan Mang Ole, Tuchel yang ditakdirkan To Chelsea membuat langkah tepat dengan menarik Edouard Mendy dan digantikan Kepa saat kedua tim hanya meraih hasil imbang di waktu normal dan extra-time. 

Jika saja dulu Ole mengganti De Gea dengan Dean Henderson, peluang memenangkan trofi pertama tentu lebih besar. Tapi yasudahlah, bukan MU namanya jika tidak mempersulit situasi diri sendiri.

Kepa berhasil menepis dua dari tujuh eksekutor pinalti Villarreal, yaitu Aissa Mandi dan Raul Albiol. Berkat tangan ajaibnya itu, ia membawa Chelsea menjadi pemenang laga dengan kemenangan adu penalti 6-5.

Kepa sendiri memang sudah kehilangan tempat utama sebagai kiper Chelsea sejak angin-anginan masalah putus cinta dan Chelsea mendatangkan Mendy. Di musim pertamanya dia mencatatkan 41 penampilan, berbanding terbalik di musim kemarin yang hanya mengoleksi 14 kali main. 

Bahkan setelah dirinya menjadi pahlawan tim sekalipun masih belum bisa menggeser posisi Mendy, dimana Tuchel masih mempercayakan Mendy menjadi kiper di match day pertama Premier League kemarin.

Seharusnya paling tidak Chelsea memberikan apresiasi atas jasa Kepa yang membawa klub juara Super Cup. Ya nggak usah susah-susah deh, minimal cukup pasang baliho di depan stadion dengan tulisan "Kepa Sayap Kemenangan." Yap, sayap Kepa yang meskipun tidak terlihat mata orang awam berhasil membawanya melayang menyelamatkan gawang, menjadikan Chelsea kembali mengoleksi gelar juara.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun