Mohon tunggu...
Yuni Sagita Putri
Yuni Sagita Putri Mohon Tunggu... Lainnya - Tugas

Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Universitas Islam Sultan Agung (UNISSULA)

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan

Kesenjangan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 serta Dampak yang Terjadi

31 Oktober 2020   09:29 Diperbarui: 16 Januari 2021   09:22 416
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Pendidikan. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

Kesenjangan Pendidikan di Masa Pandemi Covid-19 serta Dampak yang Terjadi

                            Oleh :

Ira Alia Maerani (Dosen Fakultas Hukum, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang) 

Yuni Sagita Putri (Mahasiswi Prodi Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Universitas Islam Sultan Agung, Semarang)

PENDIDIKAN.Pendidikan merupakan hal yang sangat penting di era sekarang ini.Karena pendidikan adalah sebagai alat atau usaha seseorang untuk terus mengembangkan potensi yang dimiliki dengan melalui proses pembelajaran.

Dengan adanya pendidikan seseorang bisa mengubah suatu keadaan yang ada pada dirinya.Tidak hanya pengetahuan yang diperoleh dari pendidikan,akan tetapi sikap dan perilaku juga diperoleh dari pendidikan.Contohnya adalah seperti bagaimana seorang murid atau mahasiswa berperilaku dan memiliki attitude yang baik terhadap orang lain.Orang yang berpendidikan pasti memiliki perilaku dan attitude yang baik,sedangkan orang yang tidak berpendidikan belum tentu memiliki perilaku dan attitude yang baik. 

Dengan adanya hal ini semua orang berhak mendapat pendidikan yang layak seperti yang tercantum dalam Undang-Undang Dasar Tahun 1945 Pasal 31 Ayat 1 yang bunyinya "Setiap warga negara berhak mendapat pendidikan".Karena pada saat ini dunia pekerjaan sangat ketat dan sangat membutuhkan tenaga kerja terdidik yang memiliki skill atau kemampuan yang mumpuni. 

Akan tetapi ada juga kendala didunia pendidikan yang ada pada saat ini.Yaitu adanya kesenjangan pendidikan terhadap sebagian masyarakat Indonesia.Ketidakseimbangan pendidikan tersebut pastinya ada berbagai macam faktor.

Salah satunya adalah faktor ekonomi.Perekonomian di sebagian daerah-daerah terpencil di Indonesia sangat memprihatinkan.Dan hal itu yang menghambat masyarakat yang lokasinya terpencil sulit mendapatkan pendidikan yang layak.Mereka hanya mengandalkan uang dari kerjanya setiap hari dan makan seadanya.Dan banyak orang tua yang ada di sana tidak mampu membelikan anak-anaknya alat tulis seperti buku dan bolpoin sebagai alat penunjang mereka untuk bersekolah.

Kualitas guru didaerah terpencil pun masih rendah.Beda dengan guru yang ada didaerah kota yang mempunyai pengalaman yang luas dan pengetahuan yang mumpuni.Jumlah buku saja didaerah tersebut sangat terbatas.Bahkan kondisi fisik sekolah dibuat seadanya ditambah dengan akses jalan menuju sekolah sulit ditempuh dan itu menghambat kelancaran dalam proses belajar.

Faktor lain yang mempengaruhi kesenjangan atau ketidakseimbangan pendidikan adalah kurangnya perhatian Pemerintah dalam menyediakan fasilitas atau sarana prasarana pendidikan kepada masyarakat yang ada diwilayah terpencil.

Mereka juga berhak mendapat pendidikan agar mampu bersaing dengan anak-anak yang ada di kota yang sudah memiliki fasilitas yang memadai.Tidak hanya itu mereka juga ingin bersekolah dengan fasilitas yang memadai seperti mempunyai buku yang lengkap agar lebih banyak mendapat wawasan untuk berinovasi dan memunculkan ide-ide yang baru untuk mengembangkan kemampuannya.

Apalagi di era wabah Covid-19 ini teknologi sangat penting bagi pendidikan.Pandemi ini telah merubah dunia pendidikan yang semula internet untuk bahan pembantu dalam proses belajar kemudian menjadi hal utama yang harus diperlukan.Karena proses pembelajaran dilakukan secara daring setiap hari.

Jadi,setiap anak wajib memiliki kuota internet untuk melakukan pembelajaran dari rumah.Akan tetapi,ada banyak kendala yang dialami dalam proses pembelajaran saat ini.Khususnya pada daerah desa terpencil serta bermata pencarian seperti petani.Kendala yang di alami adalah masih banyak anak diluaran sana yang tidak memiliki gadget sebagai media pembelajaran.

Sebab bagi masyarakat terpencil orang tuanya tidak mampu membelikan handphone untuk anaknya.Ia rela meminjam handphone kepada tetangganya agar bisa bersekolah.Kendala yang dialami tidak hanya itu,bagi murid atau mahasiswa yang rumahnya jauh dari perkotaan merasa memiliki kendala susah sinyal.Karena jika mereka melakukan tatap online melalui aplikasi tertentu,itu membutuhkan sinyal yang kuat.Mereka rela untuk berpindah-pindah tempat untuk mencari sinyal yang bagus agar bisa mengikuti pembelajaran. 

Selain itu,banyak anak yang rela putus sekolah di masa pandemi ini.Sebab mereka harus membantu orang tuanya bekerja sebagai buruh untuk kebutuhan hidup sehari-hari di masa yang sulit ini.Dari hal ini,membuktikan bahwa adanya ancaman kesenjangan pendidikan bagi masyarakat desa yang mengalami peningkatan. 

Dampak yang terjadi khususnya peran kecerdasan siswa atau mahasiswa saat ini sangat mengkhawatirkan,karena mereka merasa kurang paham dengan pembelajaran online yang saat ini dilakukan.Tingkat pemahaman yang mereka terima kurang.Apalagi bagi yang sinyalnya kurang bagus,maka jika seorang guru atau dosen sedang menjelaskan suatu materi pembelajaran suaranya menjadi tidak jelas dan putus-putus. 

Proses pembelajaran jarak jauh ini juga memunculkan pro dan kontra di masyarakat khususnya pada orang tua siswa dan mahasiswa.Karena para orang tua merasa keberatan untuk membeli kuota internet untuk anaknya belajar.Akan tetapi,Pemerintah dan Kemendikbud segera menyelesaikan permasalahan tersebut.Dengan memberikan kuota gratis bagi pelajar dan mahasiswa untuk membantu meringankan pembelian kuota khususnya pada orang yang kurang mampu. 

Dalam hal ini Pancasila sangat erat kaitannya atau hubungannya dengan adanya kesenjangan pendidikan yang terjadi saat ini.Hal itu tercantum pada sila ke 5 Pancasila yang berbunyi "Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia".

Dalam bunyi sila ke-5 tersebut sudah terpampang nyata bahwa orang atau manusia berhak mendapat keadilan.Dengan adanya hal itu,setiap warga Negara Indonesia harus mendapatkan keadilan khususnya di dunia pendidikan.Dan tidak ada yang membedakan orang kota maupun orang desa.Keduanya harus diberikan fasilitas serta pendidikan yang layak supaya mampu bersaing satu sama lain. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun