Mohon tunggu...
Yuli Anita
Yuli Anita Mohon Tunggu... Guru - Guru

Jangan pernah berhenti untuk belajar

Selanjutnya

Tutup

Pendidikan Artikel Utama

Kolaborasi antar Mapel Sebagai Upaya Mengurangi Penumpukan Tugas Siswa di Akhir Semester

23 Juni 2021   13:12 Diperbarui: 25 Juni 2021   04:33 1570
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi anak mengerjakan tugas sekolah. Foto: TANOTO FOUNDATION/Kompas.com

Kebetulan matematika sampai di bab aritmetika sosial dan guru IPS sampai di bab produksi,  konsumsi dan distribusi.  Dari tugas yang diberikan, saya mengambil nilai bagaimana siswa membuat laporan untuk harga beli,  harga jual, dan prosentase untung atau rugi dari produk yang dibuat.

Sementara guru IPS mengambil nilai dari bagaimana cara memproduksi,  mendistribusikan dan mengkonsumsi produk siswa.  Laporan cukup satu,  dikerjakan berkelompok dan dari satu laporan kami mendapat dua nilai mapel.

Berikut adalah contoh soal lain yang merupakan  kolaborasi antara matematika (statistika) dan penjas (kesehatan)  :

Sumber gambar: Kemenkes
Sumber gambar: Kemenkes
Dari hasil pengamatanmu terhadap grafik di atas berapakah peningkatan penderita covid -19 dari tanggal 4 Mei.  Sampai tanggal 3 Juni 2021? 

Menurut pendapatmu apakah yang menyebabkan kenaikan itu?  Berikan saran agar jumlah penderita covid tidak terus mengalami peningkatan.  

Dari soal tersebut siswa sudah bisa mendapatkan dua nilai, dari mapel matematika tentang membaca grafik  dan pendidikan jasmani  tentang masalah kesehatan.

Dengan melihat Kompetensi Dasar  yang sesuai kita bisa membuat kolaborasi antara dua atau tiga mapel.   Tantangannya  adalah guru  harus pandai-pandai merancang tugas tersebut sehingga tidak memberatkan namun tetap bermakna. 

Memberikan tugas dengan kolaborasi antar mapel memberikan beberapa keuntungan, di antaranya:

1. Meringankan tugas siswa.  Siswa hanya perlu mengerjakan satu tugas untuk beberapa mapel.  Jika siswa tidak terlalu banyak tugas orang tuapun tidak terlalu stress untuk selalu 'opyak-opyak' supaya anak mengerjakan tugas.

2. Mengurangi resiko ketidakjujuran mengerjakan tugas.  Dengan tugas seperti di atas siswa dibebaskan untuk mengakses pengetahuan dari mana saja untuk menyelesaikan tugasnya. Bahkan boleh bertanya pada siapa saja.

3. Guru bisa merancang tugas yang lebih bermakna pada siswa. Tugas yang langsung menyentuh kehidupan siswa.  Jadi  bisa terasa manfaatnya bagi keseharian siswa.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Pendidikan Selengkapnya
Lihat Pendidikan Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun