Mohon tunggu...
YUDI M RAMID
YUDI M RAMID Mohon Tunggu... Wiraswasta - Penulis

Dari pekerja medis ke Asuransi dan BUMN....

Selanjutnya

Tutup

Money

Ekonomi Rusia Melemah dan Kemungkinan Resesi

9 Maret 2022   14:58 Diperbarui: 9 Maret 2022   15:17 420
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Siapa yang bilang boikot tidak berpengaruh kepada Rusia?

Departemen Keuangan AS dan Bank Sentral Eropa telah membekukan cadangan devisa Rusia.

Bank sentral Rusia memegang ratusan miliar dolar yang dapat dikonversi menjadi rubel selama krisis untuk menopang mata uang.

Dengan membekukan cadangan yang disimpan di bank-bank Barat,  'Aset Rusia untuk sementara tidak berharga sama sekali.

Aset senilai $300 miliar menjadi tidak bisa dipakai.

'Perusahaan juga memboikot Rusia. BP dan Shell telah mengumumkan rencana untuk keluar dari usaha patungan mereka di perusahaan energi besar Rusia.

Beberapa negara  menolak untuk melakukan bisnis dengan Rusia sepenuhnya.

Rusia juga telah dilarang dari sepak bola internasional, hoki, dan acara seluncur es. Tindakan ini sama dengan pemotongan budaya secara tiba-tiba dari seluruh bangsa.
Perang antara Rusia dan Ukraina terus berlanjut. Beijing tidak banyak membantu. Ekspor Rusia ke luar negeri  tidak bisa

Karena perang ini, ekonomi Rusia memiliki dampak yang besar menghadapi kecaman global atas serangannya ke Ukraina.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun