Mohon tunggu...
joshuaak
joshuaak Mohon Tunggu... edukasi dan cerita pendek

cuma iseng dan gabut tapi semoga jadi edukasi buat kalian pembaca

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Novel Percintaan : Lupa Jarak Part 3, 4, dan 5

20 Maret 2019   11:46 Diperbarui: 2 April 2019   18:29 8 0 0 Mohon Tunggu...

( Rindu ) Sering dia bertanya kenapa aku begini, aku berusaha untuk kuat menjawabnya dengan penuh keyakinan bahwa aku sudah berjanji pada diriku akan terus menjaga segenap hati ini untuknya. Banyak berkata cinta itu buta, memang buta, tetapi mengerti tujuan utama dari arti mencintai tersebut. Semua ungkapanku selalu salah dimatanya semua tindakanku tak direspon baik. Banyak yang terus menguatkanku maupun ada juga yang membuatku berfikir lagi untuk menyerah, tetapi semua harus terus diberi pembuktian, agar dia sadar yang dilakukan ini bukan hanya sewaktu menyesal saja tetapi akan terus abadi untuk terus membahagiakannya.

Rasa tidak nyaman mungkin salah satu penyebab aku tidak bisa bersamanya lagi, mungkin aku tidak bisa mengembalikan rasa nyaman itu secepatnya. Aku tidak akan menyerah, sampai setiap jalur kuning melengkung, aku akan terus berusaha walaupun memang sakit, karena aku ingat komitmen kami berdua dulu " siap mencintai siap juga di sakiti".

Komitmen mudah saja diingkari, tetapi semua rasa ini tidak pernah bisa dibohongi. Terlihat dari semua kata-katanya yang aku coba gali, ketidak yakinan untuk jauh dariku semakin menjadi pemicu semangat untukku. Semua kata-kata dirimu akan melupakanku, semakin membuatku kuat. Karena masih terlihat perhatian yang datang darinya walaupun diselimuti dengan kata-kata singkat.

Hati yang terus membeku, kata yang pedas dari mulutnya, belum cukup untukku berhenti mentintai dia, saat ku ingat kami bersatu bukan karena perbedaan saja tetapi karena rasa kesamaan, kesamaan ku dengannya memang tidak begitu disadarinya, tetapi aku merasa banyak yang sama dari kami. Berawal dari rasa egois, seiman, rasa tidak pernah bosan sebelumnya, adalah rasa yang kuanggap sama. Dimana itu adalah sebuah kekurangan maupun kelebihan dari kami berdua.

Aku tunggu saatnya menimati hari-hari ini bersamanya lagi, mungkin ini masih awal tetapi semua terasa berat saat dia tak bersamaku, rasa takut karena dia ingin melupakanku, pikiran terus tertuju kepadanya semua terasa sulit menjalani aktifitasku, tetapi rasa rindu ini perlahan membunuhku, dengan semua angan-angan yang kami rajut dulu.

Berserah kepada yang Maha Kuasa kini coba, memancarkan semua doa untuk kelanjutan hubungan, mendapatkan jalan keluar guna membuat hati tenang. Berpura-pura kuat memang tidak mudah, tetapi demi kebaikan agar dia tetap percaya kepadaku untuk menjaga diriku tetap baik-baik saja, dan mengembalikan semua kepercayaannya bahwa aku bisa menjaga dan membahagiakannya nanti.

( Pergi ) 

Tepat seminggu kami berpisah, Mencobaku untuk terus bertahan, memang tidak mudah, aku harus siap disakiti demi kesadarannya nanti. Aku terus mencoba menjelaskan alasanku melakukan yang dia tidak sukai dulu, bukan karena aku ingin membela diri, karena aku ingin dia sadar keputusan yang aku dan dia ambil memang semua ada alasannya.

Hati yang terus membeku disetiap harinya semakin memperburuk keadaan, aku merasa semakin dikejar, dia akan semakin jauh. Aku harus mengambil keputusan terberat dalam hidupku, untuk sementara waktu menjauhi dia. Semua penjelasan ku telah aku berikan, bukan seakan ingin menyerah, tetapi aku ingin memberi waktu banyak agar dia menyadari, mencoba melupakan itu memang bisa tetapi melupakan kenangan tidak akan bisa.

Setiap janji yang telah terucap pada diriku sendiri begitu juga kepada orang tuanya, akan menjadikan motivasi ku untuk terus kuat, karena setiap doa yang terucap dari orangtua kuyakini akan terkabulkan suatu saat nanti. Waktu Memang terus berputar, mungkin waktu nanti yang akan menjawab semua keraguan dihatinya, karena semua rasa yang aku beri tidak akan pergi. Cinta bukan tentang harga diri tetapi bagaimana cara kalian memperjuangkannya, apakah cinta itu bisa membuat kalian lebih baik atau malah membuat kalian semakin sakit.

Fokus pada satu tujuan, memikirkan cara untuk bisa mendapatkan kepercayaannya kembali memang harus siap menanggung resiko, kini aku harus siap menghadapi semua keputusan yang telah aku ambil. Berkat yang Maha Pencipta semakin membuka jalanku untuk terus optimis melangkah kedepan, tanpa mengingat kembali kesalahan yang membuatku semakin tertekan.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x