Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Pilihan

Maroko, Kejutan Besar yang Antiklimaks

18 Desember 2022   14:02 Diperbarui: 18 Desember 2022   14:03 195
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Judul di atas, adalah pendapat saya tentang kiprah Timnas Maroko di Piala Dunia 2022. Seperti diketahui, tim ini sukses menghasilkan salah satu kejutan terbesar, kalau bukan yang terbesar, sepanjang turnamen.

Sejak awal, Tim Singa Atlas sebenarnya bukan tim yang diperhitungkan, bahkan untuk lolos fase grup. Maklum, mereka satu grup dengan Kroasia dan Belgia, tim semifinalis dan finalis Piala Dunia 2018.

Meski kembali diperkuat Hakim Ziyech dan Mazraoui, kondisi tim ini masih kurang meyakinkan di area teknik. Penyebabnya, FRMF (PSSI-nya Maroko) mengganti Vahid Halilhodzic (Bosnia) dengan Walid Regragui hanya 3 bulan sebelum turnamen dimulai.

Dengan situasi seperti itu, wajar kalau keraguan muncul. Tapi, ketika turnamen dimulai, semua sukses dijungkirbalikkan. Belgia yang bertabur bintang rontok 0-2, Kroasia ditahan imbang tanpa gol, dan tim yang awalnya diragukan sukses menjadi juara grup.

Di fase gugur, giliran Spanyol dan Portugal yang didepak. Spanyol dan dominasi tiki-taka mereka mati kutu, bahkan kalah 3-0 di babak adu penalti. Portugal dan Cristiano Ronaldo (yang juga bermain dominan) dibuat menangis oleh sundulan jitu Youssef En-Nesyri.

Sampai di sini, semua terlihat sempurna. Maroko mampu menjadi tim Afrika pertama yang lolos ke babak semifinal dengan pertahanan berlapis dan serangan balik cepat mematikan.

Respek pada Yassine Bounou dkk juga semakin tinggi, karena seluruh anggota tim juga konsisten memperlihatkan tingkah positif, seperti mengapresiasi dukungan ibu mereka dan bersujud syukur.

Sayangnya, sikap baik ini justru turut andil menghasilkan bias perspektif, khususnya berkaitan dengan keyakinan tertentu, yang menyalahi nilai universal sepak bola. Selain itu, sorotan yang muncul juga terlalu berlebihan.

Padahal, semua insan yang hadir atau minimal ikut menikmati gelaran Piala Dunia 2022 berasal dari beragam bangsa, keyakinan dan kepelbagaian lainnya.

Mengekspresikan keyakinan tertentu memang tidak dilarang. Masalahnya, kalau itu disorot berlebihan, apalagi sampai menghasilkan bias perspektif, jelas kurang elok.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun