Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Freelancer - Freelance

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Setelah Situs PT LIB Diretas

24 Oktober 2022   14:53 Diperbarui: 25 Oktober 2022   05:11 334
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Dalam beberapa pekan terakhir, kritik kepada PSSI jadi satu hal yang jumlahnya terus bertambah. Penyebabnya, mereka seperti enggan mengakui kesalahan, yang ikut andil dalam terjadinya Tragedi Kanjuruhan.

Ditambah lagi, rekomendasi TGIPF sama sekali tidak digubris. Para petinggi induk sepak bola nasional ini malah asyik bermain "fun football" bersama petinggi FIFA, bahkan sudah ancang-ancang menetapkan jadwal restart kompetisi.

Jadi, bukan kejutan ketika publik justru merespons positif insiden peretasan situs PT LIB, pada hari Minggu (23/10) lalu.

Jelas, ini adalah satu ungkapan kejengkelan publik sepak bola nasional atas tingkah polah PSSI, dan itu sudah terwakilkan dengan baik oleh kata-kata sang hacker.

Terlepas dari silang sengkarut yang ada, imbas Tragedi Kanjuruhan untuk sepak bola nasional ini memang lumayan parah. Kompetisi dihentikan sementara, masalah kelayakan infrastruktur stadion pun terkuak, bersama verifikasi stadion yang ternyata kurang konsisten diterapkan.

Sebenarnya, masalah verifikasi stadion ini masih satu paket dengan masalah kualitas perwasitan, yang memang sudah lama jadi masalah klasik sepak bola nasional.

Sebagai contoh, sudah berulang kali kita melihat interpretasi aturan "offside" yang rancu. Sudah banyak yang mengkritik, tapi nyatanya masih terus ada.

Tapi, satu hal ajaib yang kemudian muncul adalah, permohonan PSSI, dengan klaim atas rekomendasi FIFA, agar pemerintah bersedia membantu untuk pengadaan VAR. Padahal, kualitas infrastruktur stadion dan perwasitan masih belum siap.

Seperti diketahui, VAR membutuhkan kualitas infrastruktur pendukung, termasuk koneksi internet dan listrik yang harus selalu prima. Untuk bisa bekerja maksimal, kualitas wasit dan ofisial pendukung juga harus maksimal.

Maklum, VAR membutuhkan atensi lebih pada detail kecil. Kalau kualitas operatornya bermasalah, VAR hanya akan menambah masalah.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Bola Selengkapnya
Lihat Bola Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun