Mohon tunggu...
Yose Revela
Yose Revela Mohon Tunggu... Penulis lepas amatir & Karyawan Swasta

YNWA. Wonosobo, 14 Juli 1992 yoserevela@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Bola Artikel Utama

Chelsea dan Enigma Setelah Pesta

30 Mei 2019   23:34 Diperbarui: 31 Mei 2019   18:05 0 8 1 Mohon Tunggu...
Chelsea dan Enigma Setelah Pesta
Para pemain Chelsea merayakan keberhasilan menjadi juara Liga Europa seusai menang 4-1 atas Arsenal pada laga final di Stadion Olimpiade Baku, 29 Mei 2019. (AFP/YURI KADOBNOV)

Pesta. Inilah situasi yang sedang dialami Chelsea, menyusul kesuksesan Olivier Giroud dkk meraih trofi Liga Europa musim 2018/2019. Trofi ini sukses diraih Chelsea, setelah menghajar Arsenal dengan skor 4-1 di final, berkat gol-gol yang dicetak Olivier Giroud, Eden Hazard (2 gol), dan Pedro Rodriguez, Kamis, (30/5, dinihari WIB).

Jika melihat jalannya pertandingan, duel sesama tim London ini hanya berimbang di babak pertama. Selebihnya, di babak kedua, Chelsea menunjukkan kelayakan sebagai juara, karena mampu memanfaatkan rapuhnya lini belakang dan keringnya kreativitas dapur serangan Arsenal. Terbukti, Chelsea mampu mencetak empat gol ke gawang Petr Cech, sementara Arsenal hanya mampu membuat satu gol lewat aksi Alex Iwobi.

Tropi ini menjadi "happy ending" buat Chelsea, yang musim ini sempat mengalami naik-turun performa sebelum akhirnya mampu finis di posisi tiga klasemen akhir Liga Inggris. Istimewanya, tim asuhan Maurizio Sarri ini tak terkalahkan dalam perjalanan menuju final di kota Baku (Azerbaijan).

Meski begitu, akhir bahagia Chelsea di Liga Europa tetap saja menyisakan enigma alias teka-teki, terkait masa depan Hazard, si bintang utama tim dan Maurizio Sarri, sang pelatih. Selain itu, ada juga teka-teki terkait bagaimana pergerakan Si Biru di bursa transfer musim panas tahun ini.

Terkait masa depan Eden Hazard, pemain asal Belgia ini santer dikabarkan akan segera pindah ke Real Madrid. Hal ini setidaknya terlihat dari keputusan Chelsea memboyong Christian Pulisic dari Borussia Dortmund, bulan Januari lalu. Kebetulan pemain asal Amerika Serikat ini berposisi sama seperti Hazard dan dapat menjadi pengganti jangka panjang, karena ia baru akan genap berusia 21 tahun bulan September mendatang.

Di kursi pelatih, enigma terkait masa depan Maurizio Sarri muncul, karena Chelsea dikabarkan berencana mengganti sang Italiano dengan Frank Lampard, legenda Chelsea yang kini melatih Derby County. Di sisi lain, eks pelatih Napoli ini juga ditaksir klub besar Italia macam Juventus, AS Roma, dan AC Milan. Boleh dibilang, kesuksesan meraih trofi Liga Europa tak otomatis membuat posisi Sarri di Chelsea sepenuhnya aman.

"Tropi ini menjadi "happy ending" buat Chelsea, yang musim ini sempat mengalami naik-turun performa sebelum mampu finis di posisi tiga klasemen akhir Liga Inggris."

Masalahnya jika Chelsea mengganti pelatih, situasinya akan semakin rumit. Karena, pada musim panas ini, mereka akan bersiap menjalani sanksi embargo transfer selama setahun dari FIFA. Hukuman ini didapat, karena Chelsea dianggap melanggar aturan terkait transfer pemain muda.

Memang saat ini Chelsea sedang mengajukan banding ke Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS), dengan harapan, hukuman dari FIFA ini dapat dianulir, atau setidaknya ditangguhkan. Tapi, jika ternyata banding ini ditolak, siapapun pelatihnya, ia akan mendapat pekerjaan berat, karena ia tak bisa berbelanja pemain, dan dituntut harus mampu memaksimalkan materi pemain yang ada.

Maka, mempertahankan Sarri adalah opsi paling masuk akal. Karena, ia sudah cukup mengenal karakteristik timnya, dan tahu betul, tekanan macam apa yang akan ia temui di setiap pertandingan. Tapi, berhubung Chelsea terkenal gemar gonta-ganti pelatih, semua kemungkinan masih bisa terjadi. Terutama, jika banding Chelsea dikabulkan CAS.

Tentunya, enigma yang akan segera dihadapi Chelsea ini akan menjadi "PR" mereka, setelah pesta juara Liga Europa usai. Tapi, untuk saat ini, mereka layak untuk bergembira sejenak, karena sukses menutup musim dengan meraih trofi juara.

Selamat, Chelsea!