Mohon tunggu...
Yosef MLHello
Yosef MLHello Mohon Tunggu... Pemuka Agama - Sekretaris Umum Pusat Pastoral Keuskupan Atambua, Dosen Tidak Tetap pada STP St. Petrus Keuskupan Atambua

Menulis adalah upaya untuk meninggalkan jejak. Tanpa menulis kita kehilangan jejak

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Remah-Remah Kehidupan (14)

19 Oktober 2021   07:16 Diperbarui: 19 Oktober 2021   07:19 51 1 0
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Edukasi. Sumber ilustrasi: PEXELS/McElspeth

DEPRESI

KISAH

Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Dr. James Dobson, masalah keuangan merupakan penyebab nomor lima dari depresi di kalangan para istri.  

Pada akhir penelitiannya, beliau mengajukan sebuah pertanyaan menggelitik: Apakah ini berarti umumnya manusia memiliki penghasilan kecil? Lantas disimpulkan bahwa masalahnya bukanlah disebabkan oleh besar kecilnya jumlah keuangan, tetapi penyebabnya adalah adanya perbedaan prioritas dalam penggunaan uang.

Karena itu, menurut Dobson bukan hanya masalah istri yang harus diketahui oleh seorang suami, tetapi masalah suami pula yang harus diketahui oleh sang istri.

Tahukah Anda bahwa masalah uang telah menjadi penyebab dari banyak pertengkaran di antara suami istri? Masing-masing suami istri menghendaki untuk mengendalikan uang keluarga. Betapa sering istri memiliki prioritas tertentu, sementara suami juga memiliki prioritasnya yang lain. 

Ini adalah satu hal yang aneh tapi nyata, sebab bukankah semakin lebih lama orang hidup berkeluarga, umumnya keadaan ekonominya pun lebih mapan? Namun ternyata, kepuasan materi bukanlah jaminan kebahagiaan rumah tangga. Betulkah demikian?

Pernah dikisahkan dalam sebuah majalah keluarga tentang pertengkaran suami istri sebagai berikut:

Istri:  Kalau bukan uangku, sofa empuk yang engkau sedang duduki itu tidak ada di sini! Kalau bukan uangku, TV berwarna 24 inch yang sedang engkau menonton itu juga tidak di sini! Kalau bukan uangku, rumah yang indah ini juga tidak ada di sini!

Suami: Benar, benar, kalau bukan uangmu, aku juga tidak di sini!

 PESAN UNTUK HIDUP

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Edukasi Selengkapnya
Lihat Edukasi Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan