Mohon tunggu...
Yonathan Christanto
Yonathan Christanto Mohon Tunggu... Penulis - Karyawan Swasta

Moviegoer | Best in Specific Interest Kompasiana Awards 2019

Selanjutnya

Tutup

Film Artikel Utama

"Aladdin" dan Tantangan Penceritaan Ulang Disney di Masa Depan

28 Mei 2019   12:56 Diperbarui: 28 Mei 2019   18:28 914
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Aladdin mungkin jadi salah satu film yang sedang ramai dibicarakan di bulan Mei ini. Selain menghadirkan nostalgia akan versi animasinya yang dirilis di tahun 1992 silam, Aladdin juga menjadi salah satu proyek ambisius Disney dalam menghadirkan film live action yang diangkat dari deretan animasi populernya.

Apalagi John Wick sudah memasuki minggu keduanya yang pastinya pembahasannya sudah tak seramai penayangan di minggu pertamanya. Sementara Endgame, tinggal menunggu waktu hingga benar-benar mengucapkan selamat tinggal pada para penontonnya di seluruh dunia. 

Praktis, Aladdin lah yang saat ini sedang jadi pusat perhatian sebelum Godzilla dan kawanan monster lainnya menyerang bioskop di seluruh dunia akhir bulan ini.

Geektyrant.com
Geektyrant.com
Dengan budget produksi yang konon menyentuh angka 180 juta dollar AS, perjalanan Aladdin hingga akhirnya tayang di bioskop pun bisa dibilang tak mudah. 

Banyak kerikil tajam yang coba menghambat kehadiran film ini mulai dari penolakan Mena Massoud sebagai Aladdin dan Will Smith sebagai Genie si jin berwarna biru legendaris, hingga penunjukkan Guy Ritchie di kursi sutradara yang dianggap terlalu beresiko untuk sebuah proyek film remake dengan status legendaris.

Meskipun secara mengejutkan Ritchie mendulang sukses lewat 2 film Sherlock Holmes-nya, namun dengan tidak adanya latar belakang film musikal yang digarapnya ditambah dengan Ritchie yang merupakan spesialis film-film berbudget kecil, menyebabkan banyak orang meragukan Aladdin garapannya.

Apalagi sebelum ini, tentu kita masih ingat bagaimana King Arthur garapannya gagal total baik secara kritik maupun pendapatannya di box office, serta The Man From U.N.C.L.E yang meskipun tak terlalu buruk tapi tetap gagal di pasaran. 

Jadi, sangat wajar jika banyak orang ragu atas penunjukannya di kursi sutradara Aladdin yang notabene merupakan film besar.

Namun ternyata, apa yang dihadirkan Aladdin jauh melebihi ekspektasi banyak orang. Aladdin ternyata tampil cukup baik, stylish khas Guy Ritchie, memukau dan tak kalah menghibur dari deretan film live action Disney lainnya. 

Meskipun rating film ini berpredikat rotten karena hanya memiliki nilai 58% di rottentomatoes.com, namun film ini mendulang nilai 94% dari kolom audience score-nya. Bahkan selaras dengan hal tersebut, Cinemascore yang berperan sebagai exit poll di industri Hollywood pun memberikan nilai A, yang mana merupakan nilai yang cukup tinggi bagi sebuah film.

Ladbible.com
Ladbible.com
Proyeksi pendapatan box office di minggu pertamanya pun berubah, dari yang semula diproyeksikan tak sampai menyentuh angka 100 juta dollar AS, kini justru telah melampauinya dengan total 233,7 juta dollar AS di seluruh dunia dengan Amerika sendiri menyumbang sekitar 112 juta dollar AS. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
Mohon tunggu...

Lihat Konten Film Selengkapnya
Lihat Film Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun