yitno prayitno
yitno prayitno

adalah seorang yitno yang prayitno

Selanjutnya

Tutup

Bola

Ronaldo, "Growth Mindset dan Mindset Nyinyir"

10 Agustus 2018   08:44 Diperbarui: 10 Agustus 2018   09:04 594 3 1
Ronaldo, "Growth Mindset dan Mindset Nyinyir"
sumber gambar: foxsportasia.com

Sebuah akun media sosial memposting komentar Douglas Costa tentang Ronaldo. Kata si babang Douglas, mas Cristiano Ronaldo ini porsi latihannya luar biasa, pemain lain belum datang dia sudah latihan, pemain lain pada selesai si ronaldo tetap masih berlatih. Sebuah contoh profesionalisme, etos kerja dan kecintaan pada profesi yang sangat baik.

Menanggapi postingan tersebut, seperti biasa netizen Indonesia ada saja ragam komentarnya. Ada yang menyampaikan apresiasi dan pujian pada Ronaldo. 

Ada yang membandingkannya dengan Lionel Messi, katanya Messi tanpa latihan sekeras itu bisa lebih hebat. Ada yang memberi kritik pedas,Si Ronaldo ini latihannya ekstrem kok kena senggol dikit aja jatuh gulung-gulung seperti Neymar. Ada yang nyinyirin pribadi Ronaldo. Ada saling ejek suporter decul dan dedemit. Ada yang iklan dagangan. Ada yang nyalahin Jokowi.

Ada beragam komentar karena ada beragam macam manusia, beragam kapastitas otak dan beragam pola pikir, beragam mindset. Dan mari kita ngomongin mindset... 

Dari sudut pandang tentang penilaian terhadap cara Ronaldo berlatih. Seseorang dengan growth mindset (mindset pertumbuhan) akan menilai usaha Ronaldo ini adalah yang terbaik yang harus dilakukan oleh seorang pemain bola. 

Growth mindset memandang keberhasilan seseorang didasarkan pada kerja keras, pembelajaran, pelatihan. Lawannya adalah fixed mindset yang percaya bahwa kesuksesan mereka didasarkan pada kemampuan bawaan. 

Orang dengan mindset gini sering kali suka membanggakan sebuah keberhasilan yang didapat dengan sedikit usaha. Seperti misal yang berkomentar: Messi gak latihan pun masih lebih hebat dari Ronaldo.

Saya yakin si Messi juga latihannya keras. Yang saya bahas adalah si pembuat komentar yang membanggakan Messi (yang menurut persepsi si komentator) lebih sedikit berusaha tapi lebih sukses. Intinya kan mindset yang ia miliki adalah ia merasa bangga dengan kesuksesan yang didapat dengan sedikit usaha. 

Orang dengan mindset seperti ini sepanjang hidupnya hanya berusaha untuk membuktikan kepada dunia bahwa dia punya bakat tapi hanya melakukan sedikit usaha untuk mengasah bakatnya. Growth mindset vs fixed mindset ini merupakan konsep psikologis yang diperkenalkan oleh Carol Dweck, ibu psikolog dari US yang membahas pola pikir seseorang terhadap  kemampuan dan kesukseesan.

Fixed mindset ini katanya merupakan faktor yang membuat seseorang gagal memaksimalkan potensi atau bakat yang dimilikinya. Sialnya, bagi beberapa orang fixed mindset ini dicombo dengan dimilikinya "mindset nyinyir", yang dampaknya tidak hanya menghambat pertumbuhan pribadi tapi juga bisa jadi menghambat kesempatan orang lain untuk berkembang. Iya, karena mindset nyinyir pasti melahirkan bully-an dan suudzon berlebihan.

Mindset nyinyir adalah mindset yang dimiliki oleh seseorang yang membuatnya bereaksi secara negatif terhadap sebuah hal yang tidak sesuai dengan keinginannya. 

Dalam mindset tersebut terdapat motivasi yang kuat untuk menyerang atau mengintimidasai. Dengan mindset ini orang cenderung hanya mau melihat sisi negatif dari sesuatu tanpa adanya keinginan untuk memahami sesuatu secara menyeluruh. 

Maka ketika orang dengan mindset nyinyir ini menerima sebuah informasi, reaksi spontan yang ia lakukan adalah berusaha mencari sisi negatif dari informasi tersebut.

Langkah berikutnya adalah menciptakan narasi untuk  mendukung ketidaksukaannya terhadap objek nyinyir tertentu, yang terkadang entah rasional atau tidak yang penting bisa menyerang. Kadar mindset nyinyir yang akut terkadang bahkan membuat rasioanalitas jadi tidak penting. The nyinyir mindset kill the rasionality...

Contoh, misal Si A benci Jokowi. Dia lihat postingan Douglas Costa memuji Ronaldo seperti yang saya ceritakan di atas. Lalu muncullah komentarr: "Ronaldo mau berlatih keras karena jelas gajinya gede, beda dengan atlit di negara yang malang bernama Indonesia yang rata-rata hidup susah karena Presidennya sibuk pencitraan.., bla..bla..bla..."

Itu tadi contoh komentar netizen dengan mindset nyinyir level soft. Yang level hardcore bisa lebih sadis dari itu karena akan ada kata-kata hujatan yang diikutkan dalam narasi komentarnya. Ya Allah, lindungilah kami nari netizen bermindset nyinyir level hardcore...