Mohon tunggu...
Ya Yat
Ya Yat Mohon Tunggu... Blogger

Penyuka MotoGP, fans berat Valentino Rossi, sedang belajar menulis tentang banyak hal, Kompasianer of The Year 2016, bisa colek saya di twitter @daffana, IG @da_ffana, steller @daffana, FB Ya Yat, fanpage di @daffanafanpage atau email yatya46@gmail.com, blog saya yang lain di www.daffana.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan Pilihan

Tubuh Kurus Tapi Perut Buncit? Bisa Jadi Itu Penyakit

21 Agustus 2018   22:46 Diperbarui: 21 Agustus 2018   22:55 0 7 2 Mohon Tunggu...
Tubuh Kurus Tapi Perut Buncit? Bisa Jadi Itu Penyakit
olahraga teratur biar sehat (dok.freepik.com)

Apa yang sering jadi perbincangan kalo ibu-ibu pada kumpul? Selain soal permasalahan anak sekolah, kredit panci dan kosmetik, ibu-ibu biasa membicarakan soal berat badan. Yap... berat badan jadi topik yang hot di kalangan ibu-ibu di sekitar saya. Ibu-ibu ini emang tubuhnya over weight ya, berat badannya melebihi standar.

Sebagian besar wanita terutama yang telah punya anak memang punya pertambahan berat badan yang lumayan besar. Kalo sebelum menikah, berat badannya 45 kilo. Setelah menikah dan punya anak, berat badannya bisa naik di atas 50 kilo. Bercandanya sih... kalo menikah dah punya anak itu bikin happy dan perasaan happy berpengaruh ke badan.

Nah ketika berbincang soal berat badan dengan ibu-ibu di lingkungan rumah, topik yang menempel pada topik berat badan adalah soal penyakit. Tau kan ya kalo kelebihan berat badan berpotensi terserang penyakit macam kolesterol tinggi, darah tinggi, diabetes, jantung dan lain-lain. Nah para ibu ini takut kena penyakit macem-macem seperti itu. Ngomong takut kena penyakit tapi ngerumpinya sambil makan aneka gorengan yang dibeli secara patungan. Hla itu salah satu sumber penyakit.

ngemil sehat dengan Soyjoy Crispy (dok.yayat)
ngemil sehat dengan Soyjoy Crispy (dok.yayat)
Para ibu ini pengen kurus karena kurus itu berarti jauh dari penyakit.. katanya. Ujung-ujungnya perbincangan jadi menyenggol saya yang bertubuh kurus. Saya emang dari dulu begini aja badannya. Nggak pernah gemuk, bahkan setelah punya anak. Sampai ibu-ibu ini ketika menjenguk saya usai melahirkan secara bercanda  bilang, mereka menjenguk karena nggak percaya saya melahirkan, akibat badan saya yang nggak gemuk seperti wanita lain yang habis melahirkan. Kadang sadis emang bercandaannya ibu-ibu hehehehe.

Saya bukan nggak pengen gemuk, pengen kok, tapi jenis badan saya emang susah gemuk. Udah makan banyak dan olahraga tetep nggak gemuk juga. Akhirnya saya pasrah aja dengan kondisi badan. Biar kurus yang penting sehat.. yekan. Terbukti dengan hasil cek kolesterol, asam urat, gula dan lain-lain semua normal. Alhamdu... lillah.

Namun saya mau menangkis tuduhan ibu-ibu yang bilang kalo kurus itu jauh dari penyakit karena tak ada lemak jahat yang menjadi sumber penyakit. Eits.. belum tentu. Wanita bertubuh kurus belum tentu  sehat dan nggak punya penyakit. Kalo pola makan dan gaya hidup nggak dijaga, orang bertubuh kurus juga diserang banyak penyakit. Ada kok teman saya yang tubuhnya kurus tapi kadar gulanya tinggi.. ada.

ini salah satu cara olahraga biar perut nggak buncit lagi (dok.freepik.com)
ini salah satu cara olahraga biar perut nggak buncit lagi (dok.freepik.com)
Tanda seorang wanita bertubuh kurus tapi punya lemak banyak adalah dengan cara melihat perutnya. Pada wanita bertubuh kurus, penimbunan lemak terjadi di lingkar pinggang dan perut. Nah kali di bagian tubuh ini ukurannya besar apalagi perut sampai membuncit seperti orang hamil, tandanya wanita yang bertubuh kurus itu kurusnya nggak sehat karena sedang proses menimbun penyakit.

Orang bertubuh kurus tapi berlemak istilahnya tuh Skinny Fat. Orang dengan kondisi ini adalah orang yang berat badannya normal tapi secara metabolik ia mengalami obesitas. Tau kan ya obesitas bisa menyebabkan apa? Gula, koresterol, darah tinggi dan berpotensi kena penyakit jantung. Kurus tapi obesitas.. aneh ya.. tapi nyata.

Tenang.. penimbunan lemak bisa dihilangkan kok, tapi mesti cari tahu dulu apa penyebabnya. Penimbunan lemak pada wanita berhubungan dengan faktor umur. Seiring dengan bertambahnya umur, hormon pertumbuhan juga menurun tuh. Hormon pertumbuhan adalah hormon penting untuk pertumbuhan otot dan metabolisme lemak. Dengan menurunnya hormon pertumbuhan, tubuh sulit untuk membongkar lemak terutama yang ada di bagian perut.

Faktor makanan juga membuat penumpukan lemak di perut makin banyak. Makanan seperti daging, susu dan produk olahannya berpotensi bikin lemak jenuh menumpuk di perut. Kebiasaan menyantap junk food, minuman bersoda, makanan dengan karbohidrat tinggi juga bikin perut dan lingkar pinggang membesar karena lemak.

Soyjoy Crispy biar perut kenyang lebih lama (dok.yayat)
Soyjoy Crispy biar perut kenyang lebih lama (dok.yayat)
Faktor gaya hidup juga mempengaruhi. Orang bertubuh kurus yang jarang bergerak mempunyai penumpukan lemak lebih besar  ketimbang orang-orang yang sering bergerak. Ini diperparah dengan kebiasaan cara duduk yang salah atau setelah makan langsung duduk lama. Hati-hati nih jika pekerjaan Anda adalah menghadap layar komputer seharian.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x