Mohon tunggu...
Aksi Cepat Tanggap
Aksi Cepat Tanggap Mohon Tunggu... Jurnalis - Organisasi Kemanusiaan
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

Menjadi organisasi kemanusiaan global profesional berbasis kedermawanan dan kerelawanan masyarakat global untuk mewujudkan peradaban dunia yang lebih baik http://act.id Aksi Cepat Tanggap (ACT) Foundation is a professional global humanitarian organization based on philanthropy and volunteerism to achieve better world civilization

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

3 Perkembangan Terakhir dari Krisis Pengungsi di Eropa

16 September 2015   09:10 Diperbarui: 16 September 2015   09:10 57
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Perkembangan Terakhir Suriah

Melewati pekan kedua September ini, hari demi hari ribuan pengungsi korban konflik dari Timur Tengah Suriah masih berjalan menembus batas, berharap uluran tangan dan sambutan hangat dari penduduk Eropa. Di tengah deru desas-desus tingkat tinggi Uni Eropa yang membahas nasib ratusan ribu imigran pelintas batas Eropa, jutaan jiwa pengungsi konflik Timur Tengah yang didominasi oleh pengungsi Suriah masih harus menyabung nyawa dengan ketidakpastian nasib.

Berikut adalah 3 perkembangan terakhir dari krisis pengungsi di Eropa

1. Ribuan pengungsi kini menghadapi hukum yang tak pasti

Pertemuan darurat yang digelar oleh para menteri dalam negeri negara-negara Eropa nyatanya belum bisa menghasilkan keputusan yang seirama terkait isu ratusan ribu gelombang pengungsi Suriah di garis batas Eropa. Laman BBC menuliskan, ratusan ribu pengungsi bisa “terombang-ambing secara hukum” mengingat adanya banyak perbedaan tentang sikap dan aturan perbatasan yang ditetapkan oleh beragam negara Eropa Barat. Nyatanya, gelombang besar-besaran ratusan ribu pengungsi yang mendesak masuk ke tanah Eropa telah menyulitkan banyak negara Eropa. Bahkan perkembangan terakhir menyebutkan bahwa Jerman telah memberlakukan pengecekan ketat terhadap paspor di wilayah perbatasan dengan Austria.

2. Hungaria mengancam usir pengungsi asal Suriah maupun Timur Tengah yang masuk dari Serbia

Berdasarkan data yang dilansir oleh CNN Indonesia, polisi setempat mencatat ada lebih dari 190 ribu imigran asal Suriah dan negara konflik Timur Tengah maupun Afrika yang masuk Hungaria sejak Januari hingga September 2015. Bahkan di hari Senin kemarin (14/9) tercatat sebuah rekor baru banjir pengungsi di perbatasan Hungaria, sedikitnya ada sekitar 9.000 orang imigran yang masuk Hungaria hanya dalam satu hari! Menanggapi kenyataan tersebut, akhirnya Hungaria memunculkan peringatan keras bahwa para pencari suaka asal dari Timur Tengah dan Afrika yang masuk negaranya lewat Serbia akan menerima pengusiran dalam beberapa hari ke depan.

Bahkan Reuters melaporkan, di tengah desakan hukum perbatasan baru yang membolehkan pengusiran pengungsi korban konflik tengah digodok, Pemerintah Hungaria telah menutup jalur kereta api yang menjadi pintu masuk utama puluhan ribu imigran

3. Polandia menyatakan siap menerima pengungsi dengan syarat

Ditengah kondisi perubahan kebijakan Jerman yang memperketat perbatasan dan melakukan pertimbangan khusus bagi pengungsi, negara Polandia justru mengatakan sikap yang sedikit berbeda. Pemerintah Polandia mengatakan tetap akan menerima lebih banyak jumlah pengungsi korban konflik Suriah maupun pengungsi dari Afrika Utara dan Timur Tengah asalkan dengan beberapa syarat. Dikutip dari laman CNN Indonesia, salah satunya adalah syarat memisahkan puluhan ribu pengungsi yang masuk ke Polandia dengan dua alasan yang ada di belakang pengungsi tersebut. Pemilahan dilakukan Polandia terhadap pengungsi yang mengajukan suaka karena alasan ekonomi, dan pengungsi yang masuk ke Polandia karena alasan keamanan. Polandia menyatakan akan menunjukkan solidaritasnya terhadap bencana kemanusiaan ini dengan mengutamakan pengungsi yang melarikan diri dari kematian dan dampak perang Suriah. (CAL)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun