Mohon tunggu...
Budiyanti
Budiyanti Mohon Tunggu... Guru - Seorang guru di Kabupaten Semarang yang gemar menulis di usia senja. Menulis adalah jejak hidup. Menulislah agar hidup bermakna.

Guru dan pegiat literasi

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Yuk, Berbelanja Batik sebagai Wujud Cinta Produk Indonesia

14 September 2022   09:17 Diperbarui: 14 September 2022   11:49 191 21 14
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.


Batik merupakan salah satu produk Indonesia yang wajib dilestarikan agar tidak punah, Siapa lagi kalau bukan kita?

Pada era sekarang batik sudah menjadi fashion atau busana dalam berbagai acara untuk anak-anak sampai orang tua. Bahkan batik menjadi pakaian harian untuk pegawai disamping pakaian wajib keki atau korpri. Pada acara tertentu batik menjadi busana yang dipakai berbagai kalangan.

Nah kali ini penulis akan mengajak Kompasianer jalan-jalan ke pusat batik Setono di Pekalongan. Konon pasar grosir ini sudah lama berdiri.

Saya beserta warga kampung usai dari Pantai Sigandu Batang menuju pasar batik yang membutuhkan waktu kurang lebih dua puluh menit. Perlahan bus memasuki pasar batik lewat jalan tengah. Bus berjalan di jalan yang kanan kiri ada kios-kios batik.

Dopri
Dopri


Suasana amat ramai ketika kami turun dari bus. Tak sabar ingin melihat langsung batik-batik yang dipajang di kios-kios yang jumlahnya mungkin seratus lebih. Wohh saya pun berdecak kagum dengan aneka busana yang membuat mata tak berkedip.

Kami kaum emak-emak langsung menyebar mencari busana batik sesuai selera. Di pinggir pasar ini sudah banyak sekali kios dengan aneka batik . Namun, saya dan beberapa teman memilih masuk dalam pasar sekaligus ini tahu keadaan dalam.

Tak saya duga bahwa dalam pasar berjajar kios batik yang menjamur. Banyak sekali pedagang yang menjual batik dengan aneka motif, model. Semuanya menggiurkan.  Saya sekadar melihat-lihat dulu sebelum memutuskan membeli. Aneka jenis busana tersedia, mulai daster, busana muslim, stelan batik sarimbit, tunik, baju anak dan macam-macam. Komplet deh.

Saya terus berjalan berkeliling. Jika ada yang tertarik saya masuk kios yang lumayan bersih dan nyaman. Harga pun bervariasi. Ada yang murah dengan harga tiga puluh ribu tetapi ada juga yang ratusan ribu jika batik bukan cap. Tinggal kita pilih sesuai kantong.

Sesaat kami dibuat bingung juga dengan aneka busana. Bingung mau pilih yang mana. Setiap berjalan di kios-kios, para pedagang menawarkan dengan ramah. Saat kami melihat-lihat juga disambut dengan senyum. Eit jangan lupa untuk menawar ya. Tapi nawarnya tidak banyak kok. Misalnya harga 75 ribu jadinya 70 ribu, harga 120 ribu jadinya 110  ribu.  

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan