Mohon tunggu...
Yana Haudy
Yana Haudy Mohon Tunggu... Lainnya - .

.

Selanjutnya

Tutup

Lyfe Artikel Utama

Gemar Menuding Orang Lain "Bikin Drama", Tanda Rendahnya Empati

1 April 2021   16:33 Diperbarui: 2 April 2021   19:36 460 59 19 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gemar Menuding Orang Lain "Bikin Drama", Tanda Rendahnya Empati
Ilustrasi empati. Foto: depoedu.com

Ada seseorang yang sedang sakit dan kepada temannya dia mengeluh bahwa sakit di kepalanya tidak jua hilang meski sudah minum obat, karena itu dia tidak dapat ikut kelas online dan minta dipinjamkan catatan hari itu. 

Lalu dengan entengnya si teman berkata, "Ahh, baru sakit gitu doang, drama aja lu, bilang aja males ikut kelas."

Walau si sakit tidak tersinggung karena sudah biasa dengan teman yang nyablak, namun orang yang berkata bahwa si sakit hanya bikin drama, sesungguhnya kekurangan empati dalam dirinya.

Secara singkat empati berarti kemampuan seseorang untuk memosisikan dirinya pada keadaan orang lain dan kemauan memahami apa yang sedang dirasakan orang tersebut.

Jika pada perasaan simpati kita hanya "sekadar" kasihan, prihatin, sukacita, atau ikut gembira, maka pada empati perasaan itu lebih dalam kita rasakan. Kita dapat memahami apa yang dirasakan seseorang yang sedang berduka cita atau bersuka ria karena memosisikan diri sebagai orang tersebut.

Jadi, seseorang yang mengatakan temannya bikin drama alih-alih membantu dan mendoakan cepat sembuh, dapat dikatakan sebagai orang yang kurang empati.

Pernyataan "bikin drama" ini juga sering terdengar saat dua orang (bisa antarteman, kekasih, atau suami-istri) yang bertengkar karena salah satunya tersinggung atas ucapan yang lain.

Misal, si A mengungkapkan rasa tersinggungnya atas ucapan kasar si B, lalu B alih-alih minta maaf malah mengatakan bahwa A gak asyik diajak bercanda. Kemudian mereka bertengkar lalu tidak saling bicara berhari-hari.

Jadi yang gak asyik itu sebenarnya si A atau B?

Selain karena keegoisan, hal-hal berikut juga jadi penyebab kurangnya seseorang memiliki empati, yaitu:

1. Compassion fatigue. Rasa ogah berempati terhadap sesama bisa muncul karena seseorang mengalami trauma. Dia pernah berempati pada orang lain namun sadar bahwa empatinya itu dimanfaatkan oleh orang lain.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN