Mohon tunggu...
yulia anna
yulia anna Mohon Tunggu... Karyawan swasta dan hobby menulis

Satu Keyakinan "berhasil"

Selanjutnya

Tutup

Kisahuntukramadan

Galau Tingkat Dewa di Bulan Ramadan

5 Mei 2020   23:29 Diperbarui: 5 Mei 2020   23:46 2 0 0 Mohon Tunggu...

Bulan Ramadhan adalah bulan yang penuh dengan keberkahan dan ampunan. Bulan suci yang ditunggu-tunggu oleh ummat Islam di seluruh penjuru dunia. Bulan yang didalamnya ada banyak keutamaan dan pahala yang sangat berlimpah. Dan kita dianjurkan untuk memperbanyak amal ibadah dibulan ini.

Memasuki bulan Ramadhan itu artinya kita wajib melaksanakan ibadah puasa. Berpuasa bukan hanya menahan diri dari makan dan minum. Berpuasa juga harus bisa menahan hawa nafsu dan perbuatan maksiat. Dan pada tahun ini, bulan Ramadhan kita sangat istimewa dibandingkan dengan bulan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya. 

Saat ini, kita ummat Islam menjalankan ibadah puasa ditengah-tengah pandemi  Covid-19. Virus yang sedang mendunia ini hadir saat kita berada diambang pintu menuju bulan yang penuh dengan kemuliaan. Lalu? Apakah sama keadaan dan rutinitas di bulan Ramadhan saat ini dibandingkan dengan Ramadhan tahun-tahun sebelumnya?

Faktanya, memasuki hari ke 13 ini, ibadah puasa kali ini kurang berwarna dan kurang ceria. Dampak dari kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran virus corona telah mengganti kebiasaan, tradisi, dan rutinitas yang biasanya dilakukan di bulan Ramadhan.  

Pembatasan interaksi hingga mengharuskan beraktivitas dari rumah, menggunakan masker, penyemprotan desinfektan, dan kebijakan lain yang terus menerus tiada henti disampaikan pemerintah kepada masyarakat sudah membuat banyak perubahan yang drastis. Efek kebijakan pemerintah ditengah Ramadhan ini  membuat kita galau tingkat dewa. Bagaimana tidak? Biasanya kita rutin bekerja, sekarang tidak.  Semua aktivitas dibatasi. Bahkan banyak karyawan yang di PHK.

Bagi mereka yang bekerja sebagai buruh harian sangat merasakan imbas yang sangat besar. Jika hari ini tidak bekerja, besok tidak bisa makan. Jika hari ini tidak mendapatkan upah, besok tidak bisa membeli barang yang mereka buruhkan.

Bagi para job seeker, keadaan ini jelas dan pasti membuat mereka (termasuk saya) berada pada kondisi kegalauan tingkat dewa. Social distancing yang meningkat ke physical distanding telah menutup celah langkah para pemburu masa depan yang lebih cerah terhenti. 

Surat lamaran yang sudah dikirim ke beberapa perusahaan saat ini pasti di hold oleh perusahaan sementara waktu. Dan pastinya, hal itu akan menunda proses perekrutan karyawan. Padahal banyak job seeker menunggu untuk segera dipanggil dan segera dapat diterima bekerja.

Bagi para pedagang atau penjual dimanapun berada, pasti akan mengalami penurunan omset. Karena saat ini kemampuan masyarakat untuk membeli barang kebutuhan pokok ataupun barang diluar kebutuhan pokok sedang dalam kesulitan keuangan karena tulang punggung keluarga mereka sedang di PHK, atau dirumahkan. Selain itu, kenaikan beberapa harga kebutuhan pokok seperti gula semakin mempersulit para penjual untuk meningkatkan omset mereka.

Bagi calon pengantin, pandemi covid-19 ini juga membawa dampak yang cukup membuat galau kedua calon mempelai. Rencana untuk menikah dan pesta pernikahan yang mereka impikan mungkin telah sirna karena pandemi covid-19. Saat ini, pemerintah sangat ketat dalam pemberlakuan acara kumpul-kumpul yang dihadiri banyak orang.

Kegalauan juga dirasakan oleh mereka yang tidak mendapatkan bantuan dari pemerintah. Masih banyak warga kelas menengah kebawah banyak yang merasakan ketidakadilan. Pembagian bantuan sosial dari pemerintah banyak yang melenceng dan tidak tepat sasaran. Semoga hal ini akan menjadi koreksi bagi pemerintah dalam menyalurkan bantuan ke depannya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x