Mohon tunggu...
Siti nurjanah
Siti nurjanah Mohon Tunggu... Blogger

Memiliki hoby menulis dan membaca IG & Twitter : @st_nurjanahh

Selanjutnya

Tutup

Olahraga

Mandiri Jogja Marathon 2019 Kenalkan Budaya Lokal Lebih Luas

21 Mei 2019   12:14 Diperbarui: 21 Mei 2019   12:29 0 1 0 Mohon Tunggu...
Mandiri Jogja Marathon 2019 Kenalkan Budaya Lokal Lebih Luas
dokpri

Belakangan ini olahraga lari menjadi gaya hidup yang digemari masyarakat urban, karena ditenggarai sebagai  olahraga yang murah dan paling fleksibel. Marathon menjadi salah satu olahraga lari yang sedang naik daun. Olahraga ini semakin sering diadakan dan peminatnya juga selalu bertambah. Ajang lari marathon kini telah menjelma  menjadi olahraga favorit banyak orang karena dapat menantang adrenalin para pesertanya.

Jarak tempuh yang jauh sering kali membuat banyak orang penasaran walaupun pada akhirnya selalu finish dengan rasa letih luar biasa. Begitu banyak ajang lari marathon di adakan, salah satu yang rutin selama 3 tahun terakhir belakangan ini adalah dilangsungkannya Mandiri Jogja Marathon. Dalam pelaksanaannya di tahun ini  #MandiriJogjaMarathon2019 telah di gelar pada Minggu 28 April 2019 dengan lokasi start dan finish di kawasan Candi Prambanan.

Keistimewaan Gelaran Mandiri Jogja Marathon 2019

Ajang lari berskala international ini bertujuan untuk mendorong pertumbuhan sektor pariwisata di Indonesia ini. Setiap tahunnya peminatnya selalu bertambah. Untuk tahun 2019 ini setidaknya diikuti sekitar 7.500 pelari dari sembilan negara. Semuea peserta berpatisipasi untuk menjadi yang paling unggul demi memperebutkan total hadiah senilai 710 Juta Rupiah.

Sejak pagi dini hari, Mandiri Jogja Marathon 2019 dilaksanakan. Untuk Flag OFF Full Marathon di mulai pukul 04.45 dimana pelari akan di lepas oleh  Sri Sultan Hamengku Buwono. Setidaknya sebanyak 670 pelari akan mengikuti kategori full marathon dimana para pelari akan melintasi 13 desa di Daerah Istimewa Yogyakarta serta tiga daerah tujuan wisata utama seperti Candi Prambanan, Candi Plaosan, dan Monumen Taruna.

Half Marathon flag off dimulai pukul 05.00 dengan pelepasan oleh Bapak Tiko sapaan akrab dari Kartika Wirjoatmodjo, Direktur Utama Bank Mandiri. sekitar 1.530 pelari mengikuti kategori half marathon ini. Berikutnya ada sekitar 2.280 pelari mengikuti kategori 10K, dan lebih dari 3.000 pelari mengikuti kategori 5K mendapuk Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Rini Soemarno untuk melepas peserta ajang lari  #MandiriJogjaMarathon2019 untuk 10k pada pukul 06.30 dan flagg off 5k berlangsung pada pukul 06.45.

Dalam ajang Mandiri Jogja Marathon 2019 para pelari   dapat berkompetisi sambil menikmati keindahan alam dan kehangatan masyarakat Yogyakarta. Nantinya peserta akan melewati berbagai destinasi dimana titik start berada di lapangan utama Roro Jonggrang. Selanjutnya yang bisa dinikmati mulai Km 13 hingga Km 15 adalah pemandangan Gunung Merapi.

Pada Km 26, pelari disambut oleh Monumen Taruna Perjuangan dengan Museum Pelataran. Dan pada Km 37-39 pelari ditemani oleh indahnya Candi Plaosan Lor dan Plaosan Kidul. Di Km 40 ada pemandangan Candi Sewu dan Candi Bubrah dan hingga akhirnya finish kembali di Candi Prambanan.

Tak sekedar itu saja, di beberapa rute lainnya pelari juga akan menikmati pemandangan sawah dan nuansa pedesaan yang sangat khas dengan kearifan lokal Jawa, khususnya DI Yogyakarta. Yang berbeda dari sebelumnya, tahun ini di Mandiri Jogja Marathon 2019 di suguhkan jajanan pasar di race village dan makanan khas keraton untuk peserta.

Gelaran Mandiri Jogja Marathon 2019 kali ini juga bisa dikatakan lebih mengangkat dan mempromosikan kekayaan budaya lokal sehingga dapat memacu pengembangan pariwisata dan pertumbuhan ekonomi Provinsi Yogyakarta dan sekitarnya. Ataupun bisa juga sebagai bentuk partisipasi dalam mempopulerkan heritage pariwisata di wilayah Yogyakarta.

Potensi pertumbuhan ekonomi lokal yang dipicu oleh Mandiri Jogja Marathon 2019 terlihat dari banyaknya perusahaan lokal dan populer yang ikut ambil bagian mendukung ajang ini. Di bidang kuliner misalnya, ada Gudeg Yu Djum, Ayam Goreng Bu Tini, Sate Pak Pong, Soto Kadipiro Plus, dan Bakmi Jowo Mbah Gito.

Di kawasan lomba Mandiri Jogja Marathon 2019, masyarakat juga dapat mengikuti program aktivasi LinkAja untuk mendukung kampanye Cashless Society. Masyarakat bisa mendapatkan edukasi penggunaan aplikasi LinkAja untuk melakukan berbagai transaksi kuliner dan lainnya di kawasan race village Candi Prambanan.

Ajang lari Mandiri Jogja Marathon 2019 pun turut serta melibatkan partisipasi masyarakata setempat melalui kerja sama  dengan para penduduk di desa-desa yang dilalui rute marathon. Sehingga, masyarakat dapat lebih memiliki dan terlihat aktif dalam perhelatan akbar ini. Beberapa program pun diusung untuk desa-desa yang dilalui rute Mandiri Jogja Marathon 2019 dengan melaksanakan lomba kebersihan desa atau program padat karya.

Wujud dari partisipasi masyarakat yakni dengan membersihkan lingkungannya yang dilalui rute Mandiri Jogja Marathon Mengeluarkan kesenian yang ada dan kuliner khas di desanya di sepanjang rute yang dilewati dan dilombakan oleh pihak pelaksana dengan hadiah yang disiapkan sepasang sapi, dan uang tunai. Semua kebagian bahagianya.

Pemenang Mandiri Jogja Marathon 2019

Yang tak kalah menarik adalah medali Mandiri Jogja Marathon 2019 terlihat sangat istimewa. Sebab, belum pernah ada di penyelengaraan marathon di mana pun. Medali yang disiapkan memiliki desain khusus dan unik, di mana medali berbentuk tokoh Rama dan Shinta. Dua tokoh tersebut di kombinasikan dengan Prambanan.


Pemenang full marathon putra Mandiri Jogja Marathon di dominasi oleh Pelari Kenya, mereka adalah :
1) Stephen Munghatia Mugambi meraih juara dengan catatan waktu 2 jam 25 menit 48 detik
2) Daniel Gekara menempati posisi kedua dengan catatan waktu 2 jam 30 menit 11 detik dan
3) Muindi Onesmus Muasya di tempat ketiga dengan catatan waktu 2 jam 31 menit 30 detik.

Sedangkan pada kategori half marathon putra kemenangan di raih atas nama  Charles Munyua Njoki menjadi juara dengan catatan waktu 1 jam 13 menit 17 detik, diikuti oleh Welman D Pasaribu di posisi kedua dan Amri Wahydu di tempat ketiga.

Untuk half marathon putri, peringkat pertama ditempati Odekta Naibaho dengan catatan waktu 1 jam 22 menit 29 detik, disusul Afriana Paijo pada peringkat kedua dan Yanitasari Yanita diperingkat ketiga.

Pada kategori 10K putra, peringkat pertama ditempati oleh James Karanja dengan catatan waktu 32 menit 20 detik , diperingkat kedua disusul Pandu Sukarya dan Fajar Hidayat menduduki peringkat ketiga. Pada kategori 10K putri, peringkat pertama di raih oleh Pretty Sihite dengan catatan waktu 39 menit 53 detik dan Elisabeth Wanza diperingkat kedua serta Qurrotul Farida diperingkat ketiga.

Dan berikutnya pada kategori 5K, untuk kelompok putra, peringkat pertama diduduki oleh Syamsuddin Massa dengan catatan waktu 16 menit 11 detik dan Ravi Putra serta Muh Alwi Bashori masing-masing diperingkat kedua dan ketiga. Sedangkan kelompok putrinya, peringkat pertama didapat oleh Mahardika Manik dengan catatan waktu 19 menit. Diperingkat kedua diperoleh Zolanda Riva Ngesti dan peringkat ketiga adalah Raden Roro Devina.

Gelaran Mandiri Jogja Marathon (MJM) 2019 ini bisa dikatakan sebagai ajang promosi dengan memperkenalkan kekayaan budaya lokal melalui even sport tourism yang memadukan antara pemberdayaan masyarakat, wisata, kuliner dan Olahraga. Tentu saja ini menjadi satu langkah yang baik untuk menarik wisatawan dan layak untuk menjadi agenda yang di laksanakan tiap tahunnya.



KONTEN MENARIK LAINNYA
x