Mohon tunggu...
Stevan Manihuruk
Stevan Manihuruk Mohon Tunggu... Penulis - ASN

Buruh negara yang suka ngomongin politik (dan) uang

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Pilihan

Stop Polemik Puncak Jokowi di Gunung Kerinci

27 Februari 2018   20:41 Diperbarui: 27 Februari 2018   20:52 1409
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Pekan lalu sebuah foto menjadi viral di media sosial. Foto tersebut menuliskan nama Joko Widodo dipakai untuk menyebutkan nama puncak Gunung Kerinci yang terletak di provinsi Jambi. 

Bukan sekadar nama yang jadi persoalan, foto tersebut juga lengkap mencatut titik koordinat dan nama Balai Besar Taman Nasional Kerinci Seblat (BB TNKS) Solok Selatan.

Meski sudah diklarifikasi langsung oleh pihak BB TNKS yang menyatakan tidak pernah mengganti nama Puncak Kerinci, kejadian ini sempat memantik reaksi publik. Bukan hanya warga, pejabat-pejabat teras khususnya di provinsi Jambi juga dengan tegas menyatakan sikap penolakan.      

Berbagai spekulasi bermunculan. Ada tudingan ini bermuatan politis. Ada juga yang mengaitkan ini dengan konflik adu klaim "kepemilikan" Gunung Kerinci antara kabupaten Kerinci, provinsi Jambi dengan kabupaten Solok Selatan, provinsi Sumatera Barat yang juga sempat heboh beberapa waktu lalu.

Jokowi di Gunung Kerinci (Foto:Tribunnews.com)
Jokowi di Gunung Kerinci (Foto:Tribunnews.com)
Sekadar mengingatkan, presiden Joko Widodo memang pernah menginjakkan kaki di puncak Gunung Kerinci yaitu saat masih duduk di bangku kuliah, tepatnya Universitas Gajah Mada, Yogyakarta.

Entah karena tidak ingin memperpanjang isu ini atau memang menilai ini hanya informasi sesat yang tak perlu ditanggapi, sampai saat ini pihak istana justru terkesan "dingin" dan merasa tidak perlu menyampaikan klarifikasi secara resmi.

Di era media sosial saat ini, ketika satu isu saja gampang membuat publik heboh, memang ada benarnya sikap pemerintah pusat tersebut. Justru menjadi lucu sikap pemerintah setempat yang gagap dan terkesan emosional menanggapi sebuah isu yang belum jelas asal usul dan kebenarannya.

Kemarin, secara resmi pihak BB TNKS sudah melayangkan surat resmi berisi klarifikasi mengenai polemik tersebut.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Poin (1) surat tersebut jelas mengatakan BB TNKS tidak pernah merubah nama Puncak Kerinci bahkan tidak pernah menerima usulan dari Pemerintah Kabupaten Solok Selatan atau organisasi manapun untuk merubah nama Puncak Gunung Kerinci menjadi Puncak Joko Widodo.

Poin (2) Foto yang berisi tulisan "Puncak GN KERINCI JOKO WIDODO 3805 MDPL" bukanlah plakat resmi yang dikeluarkan oleh BB TNKS.

Poin (3) Permintaan agar masyarakat di provinsi Jambi, khususnya kabupaten Kerinci dan kota Sungai Penuh untuk tidak terprovokasi dengan isu dan berita yang tidak dapat dipertanggungjawabkan yang dapat memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa.    

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun