Mohon tunggu...
Sayeed Kalba Kaif
Sayeed Kalba Kaif Mohon Tunggu... -
Akun Diblokir

Akun ini diblokir karena melanggar Syarat dan Ketentuan Kompasiana.
Untuk informasi lebih lanjut Anda dapat menghubungi kami melalui fitur bantuan.

“Demi langit yang mempunyai jalan-jalan” (QS. Adz-Dzariyat:7)

Selanjutnya

Tutup

Money Artikel Utama

Di Saudi Arabia Susah Cari Daging Sapi di Pasar Tradisional

10 Agustus 2016   21:52 Diperbarui: 11 Agustus 2016   16:04 991
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Toko daging sapi/kambing/onta fresh di jeddah/dokpri

Sepanjang saya tinggal di Saudi Arabia yang lumayan lama, sangat sulit mencari pasar tradisional yang isinya macam-macam, maksudnya pasar seperti di Indonesia yang jual aneka macam dagangan.

Di sini ada pasar tradisonal maka pasar itu hanya pasar halaghah/sayuran. Pokoknya semua jenis sayur dan buah tumplek blek jadi satu, termasuk yang dominan banget, bawang merah, bawang putih, tomat, kentang, timun, wortel, kol, dan cabai hijau. Kalau cabai merah, di Saudi kurang laku, terkadang dikasihkan ke orang Indonesia yang hobi makan cabai merah, selain sayur buah-buahan dan kurma juga masih dapat dijumpai pasar tradisional ini.

Tapi kalau mau membeli lauknya (semacam telur ayam, daging sapi, daging kambing, daging ayam atau bahkan ikan), tidak bisa dijumpai di pasar sayuran.

Alasannya menyangkut kebersihan dan kesehatan lingkungan, tahu sendiri yang namanya pasar basah/tradisional suka kotor dan bau.

Untuk tempat jual ikan harus ada saluran air tersendiri, jadi jika mau beli ikan di pasar maka harus pergi ke pasar ikan yang tempatnya jauh terpisah dan ada di pinggir pantai. Tidak bercampur dengan pasar tradisional/pasar sayuran, jadi lain tempat.

Begitu pun jika hendak beli daging sapi segar atau daging kambing atau daging onta ada  tokonya tersendiri. Biasanya penjual daging ini khusus menyewa tempat strategies di pinggir jalan raya dan hanya jual daging segar saja, untuk daging ayam lain tempat lagi.

Untuk daging sapi/kambing/onta ini ada tempat khusus/ruangan ber-ac, daging digantung agar darah menetes dan dipagari kaca besar tembus pandang. Hanya penjualnya yang boleh masuk ke dalam yang beli, kita tinggal tunjuk saja mau daging yang mana.

Fungsi dari kaca ini untuk melindungi higienis daging tersebut agar lalat atau kecoa tidak sembarangan hinggap di daging sapi cs ini. Jadi kebersihan terjaga. Berbeda dengan di Indonesia: daging/ayam dijual di pasar tradisional hingga dihinggapi/dikerubungi lalat dibiarkan saja. Saya pernah komplain sama keluarga sendiri, saat beli daging di kampung untuk campuran gudeg/sayur nangka.

Masalahnya daging itu langsung mau dimasukkan ke kulkas tanpa dicuci dulu. Padahal saya tau sendiri saat beli di pasar daging itu dikerubungi lalat cukup banyak karena cara jualnya cuma dionggokkan begitu saja tanpa ditutupi apapun. Tapi mau cari yang bersih susah di Indonesia kecuali ke supermarket besar. Itu pun yang dijual kebanyakan daging beku bukan daging segar.

Berbeda di Saudi Arabia ada lalat satu ekor saja yang hinggap di daging yang dijual dan ketahuan petugas baladiyah/semacam dirjen pom kalau di kita maka akan kena denda, apalagi jika ada sarser/kecoa lewat dan konsumen tahu, mereka berhak melaporkannya ke baladiyah dan pastinya kena segel/banned/denda yang cukup besar.

Sementara untuk beli ayam potong hidup sangat sulit dijumpai, yang ada ayam fresh pabrikan baik frozen maupun yang fresh, baik produk dalam negeri maupun impor. Daging tersebut disimpan dalam lemari pendingin serta dikemas dalam plastik khusus, dijamin tidak ada lalat yang menclok sembarangan. Kalau untuk ayam pabrikan ini ada dimana-mana dijual termasuk minimarket.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Money Selengkapnya
Lihat Money Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun