Mohon tunggu...
Ina Tanaya
Ina Tanaya Mohon Tunggu... Penulis - Ex Banker

Blogger, Lifestyle Blogger https://www.inatanaya.com/

Selanjutnya

Tutup

Worklife Pilihan

Gelombang PHK Perusahaan Teknologi, Inilah Tips Mengatasinya

9 November 2022   15:24 Diperbarui: 9 November 2022   21:13 157
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
kompas.com/AP Photo/Tony Avelar

Ingatan saya kembali kepada beberapa tahun yang lalu ketika anak bekerja di perusahaan startup .  Saat itu ,  ia memiliki semangat besar karena banyak pekerjaan yang harus dikerjakan cukup berat tetapi dia sangat passion untuk menyelesaikannya.

Ia  mengerjakan pekerjaan sebagai  UX designer yang harus memiliki pengalaman untuk menciptakan navigasi yang logis dalam rangka penciptaan aplikasi.   Dia harus mampu menciptakan visual produk dengan menggunakan prototipe yang dibuatnya.   Jadi seolah-olah nyawa dari prototipe itu harus secepatnya dibuat.

Ketika anak masuk bekerja di start-up itu,  usia start up baru sekitar 2 tahun.  Jadi selama hampir 2 tahun start up itu belum menghasilkan income sepeser pun.

Investor terus mendesak karyawan untuk bekerja secepat dan sepenuhnya agar pekerjaan selesai tuntas dan menghasilkan income untuk perusahaan.

Namun,  ternyata ketika anak sedang menikmati pekerjaannya untuk dituntaskan, investor menyatakan ketidak-sanggupan untuk meneruskan "fresh fund" atau sering disebut "uang  yang dibakar".    Investor tidak mau kerugian lebih lama lagi.

Hanya dalam waktu 2 hari , semua karyawan dikumpulkan dan besoknya semua harus mengambil semua properti di kantor karena akan ditutup.

Barangkali inilah PHK yang pertama kali saya  dengar, hanya diberikan kesempatan 2 hari untuk PHK. Umumnya 1 bulan sebelum PHK, kita sudah diberitahukan.  

Gelombang PHK di industry teknologi

Pertanyaan yang sangat mengejutkan kenapa perusahaan teknologi terdampak oleh PHK.  Beberapa alasan yang dapat dikemukakan,  saat dimulai permintaan saat pandemi.   Ketika gelombang pandemi datang, perusahaan teknologi menyadarai akan kebutuhan investasi dalam informasi digital.  Faktor penyebab lainnya adalah karena orang mulai bekerja di rumah dan mersa senang dengan pengalaman digital seperti order makanan, hal ini juga meningkatkan interaksustomer dengan digital.   

Perusahaan menginvestasikan perubahan digital  dengan peningkatan pengeluaran untuk keamanan data, penggunaan teknologi yang lebih canggih, bekerja secara "remote" yang lebih cepat 19-45 dari sebelumnya.

Investor mengetahui pertmintaan yang meningkat untuk teknologi digital, dan menambahkan modal lebih besar dari saat normal.   Puncak pada bulan Nopember 2021 mencapai sekitar USD 70 milyar dalam pendanaan.

Kemudian tanpa disangka datang masalah geopolitik dan inflasi yang membuat  Bank Sentral telah meningkat bunga tinggi, dan biaya modal pun menjadi meningkat. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Worklife Selengkapnya
Lihat Worklife Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!

Video Pilihan

LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun