Mohon tunggu...
Eki Tirtana Zamzani
Eki Tirtana Zamzani Mohon Tunggu... Pendidik yang mengisi waktu luang dengan menulis

Guru yang mengajar di kelas diperhatikan oleh 25-30 siswa, apabila ditambahi dengan aktivitas menulis maka akan lebih banyak yang memperhatikan tulisan-tulisannya. ekitirtanazamzani.wordpress.com

Selanjutnya

Tutup

Kesehatan

Menjalani Isolasi akibat Terinfeksi Virus Covid-19

24 Januari 2021   04:30 Diperbarui: 24 Januari 2021   04:55 160 3 1 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Menjalani Isolasi akibat Terinfeksi Virus Covid-19
pixabay.com

Saat dokter memvonis kita terinfeksi virus covid-19 tentu sedih rasanya. Kita diharuskan untuk melakukan isolasi (berdiam diri) menjauhi keramaian selama lima belas hari. Kita juga harus berfikir positif untuk bisa sembuh dan tidak boleh stres. Setiap hari wajib mengonsumsi suplemen vitamin. Agar daya tahan tubuh kita meningkat danm kuat dalam menghadapi serangan virus.

Pendektesian dini adanya virus covid-19 di dalam tubuh dengan melakukan rapid tes anti bodi. Caranya yaitu jari tangan kita ditusuk jarum sampai mengeluarkan darah. Darah itu kemudian di teteskan ke alat rapid tes. Setelah itu kita tunggu beberapa menit. Hasilnya akan keluar. Ada tiga indikator garis di rapid tes yakni C, IgG, dan IgM.

Setelah tes beberapa menit. Nama saya tidak dipanggil-panggil oleh dokter. Hal ini membuat saya berpikiran kurang baik tentang hasil tes. Ternyata benar kekhawatiranku, hasilnya reaktif. Dokter lalu menjelaskan maksudnya kepada ku. Hasil reaktif ini tidak selalu mengindikasikan kita positif covid-19. Jadi masih ada kemungkinan hasil swabnya negatif. Hal ini tentunya bisa membuat tenang pikiranku.

Hasil rapid tesku ada di garis C dan samar-samar di garis IgM. Menurut Dokter hasil ini menunjukkan adanya virus baru yang telah masuk ke dalam tubuh. Tubuhku membentuk zat anti bodi untuk melawan virus yang ditandai dengan gari C dan IgM. Saya diwajibkan untuk isolasi mandiri di rumah selama lima hari. Setelah itu pada keesokan harinya saya melakukan tes swab pcr pertama. Kemudian lusanya melakukan tes swab pcr kedua.

Tes Swab yaitu pengambilan lendir didalam hidung dan tenggorokan. Caranya alat cotton boat berukuran panjang dimasukkan kedalam mulut dan hidung. Setelah itu sampel lendir yang telah menempel dikapas dimasukkan ke dalam tabung. Sampelnya di kirim ke laboratorium. Dalam tes swab yang diperiksa adalah kandungan Rna dan Dna virus covid-19. Sehingga hasil dari tes swab mendekati 80% kebenaran.

Hasilnya keluar pada hari Senin (17-01-2021) sore. Saya mendapatkan pemberitahuan dari petugas puskesmas. Bahwa hasil tes swab yang pertama dan kedua positif covid-19. "Apa ada gejala mas?" tanya dokter. Saya menjawab, "tidak ada gejala bu". Karena saat itu kondisi saya baik-baik saja. Keesokan harinya petugas puskesmas datang ke rumah untuk memeriksa kesehatan keluarga kami di rumah. Kami diperiksa tensi darah, kadar oksigen dalam darah dan  suhu tubuh.

Malamnya saya tidak bisa tidur sampai pukul 24.00 WIB. Sebenarnya setelah saya ingat-ingat ada gejala yang saya alami seminggu yang lalu. Pada hari Senin sampai Selasa sebelum tes rapid. Saya sakit flu dan batuk. Saya pernah bersin-bersin. Saat itu bisa reda karena saya membeli sirup obat batuk. Hari Kamis malam kepala saya pusing. Saya terbangun sekitar pukul 01.00 WIB. Seingat saya pusingnya itu berbeda. Rasa pusingnya begitu sakit. 

Saya pikir saya keracunan. Mungkin saja tubuh saya tidak tahan dengan campuran tetesan minyak kayu putih dan air hangat. Saya meminum ramuan itu karena katanya dapat mematikan virus covid-19. Sehingga hasil swabnya nanti bisa negatif. Tetapi ternyata tubuh saya menolaknya. Saya tidak tawar dengan minuman tersebut.

Akhirnya saya mual dan muntah. Setelah itu rasa sakit pusing di kepala bagian belakang mulai reda. Saya bisa istirahat lagi. Sampai pada keesokan harinya yakni hari Jum'at. Saya menjalani swab kedua.

Pada hari Sabtu saya masih menjalani isolasi mandiri di rumah. Saya memakan roti kering yang ada bumbunya. Hal ini membuat saya batuk-batuk terus. Rasa pusing di kepala juga masih ada. Tetapi tidak sesakit rasa pusing pada hari Jum'at dini hari. Saya berfikiran baik pada hari Sabtu. Karena tidak ada kabar dari puskesmas tentang hasil tes swab. Pada hari Minggu puskesmas libur. Jadi kemungkinan hasil labnya akan muncul  pada hari Senin.

Pada hari Minggu kegiatan saya adalah mencuci baju. Kemudian menyiapkan materi untuk pembelajaran daring pada hari Senin. Pada malam harinya saya merasa pusing lagi di kepala. Kemudian tidur-tiduran di kamar pukul 18.00 WIB. Lalu tertidur sebentar dan bangun pada pukul 18.40 WIB untuk shalat maghrib. Saya tertidur lagi dan bangun pukul 01.00 dini hari Senin. Kedua punggung saya terasa linu (kaku). 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x