Mohon tunggu...
anisa wulandari
anisa wulandari Mohon Tunggu... Mahasiswa - Mahasiswa

anything

Selanjutnya

Tutup

Fiksiana

Sajak: Sudah Saatnya Untuk Pulang

15 November 2023   21:22 Diperbarui: 15 November 2023   21:26 82
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Ilustrasi Pulang. Sumber : Jero Belarmino via pexels

Tulisan ini karya dari seorang berinisial D.  Inisial D berpesan untukmu yang di luar sana, semoga kata-kata ini mewakili perasaanmu sekarang. Semangat dan tetap kuat ya!

Teruntuk aku, dengar ya. Kamu sudah melangkah terlalu jauh, sudah saatnya untuk pulang. Bahagiamu gabisa dikejar sekarang. Jangan terlalu ambisi. Usaha secukupnya, pergi seperlunya. 

Nanti kalo peluangnya datang, jangan takut untuk dicoba. Kita gatau jalan mana yang akan sampai duluan. Ingat, sekarang ini dunia tidak melihat usaha. Kadang dunia hanya menilai hasil. Yang kuat ya, buat mereka malu dengan pikirannya sendiri. Karena yang punya mimpi itu kamu. Dan kamu gabutuh pemeran kedua untuk mimpimu sendiri. Kamu itu tokoh utama dalam hidupmu sendiri. Yuk perannya dimainkan. Di ceritaku, ada angan, ada mimpi ,dan ada aku. 

Diceritaku, aku akan terbang bersama angan meraih mimpi, dan sedikit kurangi ambisi atas diriku sendiri. Jangan takut, kamu ga sendiri. Yang pelan-pelan pergi, akan menyesal dengan kepergiannya. Yang pelan-pelan hilang, dia yang akan kehilangan kamu secara perlahan. Yang menjauh akan semakin jauh. Yaudah gapapa, kadang kamu juga butuh sendiri. Kamu tidak butuh selamat datang, agar tidak ada selamat tinggal. 

Rumahmu bukan rumah umum. Sekiranya orang-orang yang tidak sopan masuk, kamu berhak untuk menyuruh dia pergi. Demi kamu, demi bahagiamu. Sudah ya, kamu butuh bahagia. Engak cape bahagiain orang lain terus? Bahagia orang lain itu bukan tanggung jawab kamu. Kamu pernah berjuang terlalu hebat. Kamu pernah berenang terlalu lantang. Ini cuma hujan, bukan badai.

Dulu kamu pernah memeluk badai dengan keringatmu sendiri. Yakin mau sampe sini aja? Airmatamu bukan tentang lelahmu yang berkepanjangan. Ia turun karena kamu masih punya rasa. Sedih itu sederhana, maknanya yang luar biasa. Jangan lupa terimakasih kepada sekitar. Teman-temanmu banyak. Keluargamu masih akan selalu tersenyum setiap kali kamu pulang. Dengar ,kata bulan. . Kalau nanti kamu bertemu dengan neraka disebrang sana. Segera lari dan tutup pintu. Itu hanya bayang-bayang terpurukmu. Karena tempatmu adalah surga dari segala jerih payah proses yang telah kamu nikmati. Terimakasih untuk diri sendiri. Sudah berjuang sepedih ini. Dari aku. 

Mohon tunggu...

Lihat Konten Fiksiana Selengkapnya
Lihat Fiksiana Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun