Mohon tunggu...
Shri Werdhaning Ayu
Shri Werdhaning Ayu Mohon Tunggu... Manusia Brang Wetan

Anak Lumajang yang lahir di Bumi Lumajang

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Negeri Jawa dalam Catatan Tome Pires (Part I)

24 Juli 2019   21:46 Diperbarui: 24 Juli 2019   21:48 0 3 0 Mohon Tunggu...
Negeri Jawa dalam Catatan Tome Pires (Part I)
suma-oriental-cetak-2016-5d38643e097f366f08284c94.jpg

Salah satu catatan yang paling penting dan lengkap mengenai dunia Timur yang dibuat pada awal abad ke XVI adalah Suma Oriental karya Tome Pires. Catatan yang ditulis pada 1512 -- 1515 dan hampir terlupakan ini secara mengejutkan, didalamnya terdapat codex yang sama seperti yang ditemukan dalam karya kontemporer dari Fransisco Rodrigues yang di dalamnya mencakup peta -- peta berharga, yang membuatnya menjadi buku terkenal di seluruh dunia pada pertengahan abad terakhir.

Catatan mengenai Jawa dalam catatan Tome Pires bisa dikatakan cukup beragam. Mulai dari gambaran geografis, sosial, ekonomi dan budaya Negeri Jawa. Berikut ini akan penulis rangkumkan apa yang dituliskan Tome Pires tentang Negeri Jawa dari bukunya yang berjudul Suma Oriental.

Kondisi Umum                                              

Pires membedakan antara negeri Jawa dengan negeri Sunda. Negeri Jawa dituliskan sebagai sebuah negeri yang membentang dari Cirebon (Choroboam) hingga Blambangan (Bulambaum). Luasnya mencapai 400 league dimulai dari Cimanuk, membentang hingga Blambangan kemudian memutar dari satu sisi ke sisi lain. Negeri ini sangat teduh, tidak berawa, melainkan bertipe sama dengan Portugal dan kondisinya sangat sehat.

Dikabarkan bahwa dulu, wilayah kekuasaan Negeri Jawa luas hingga mencapai Maluku (Maluco) yang ada di sebelah Timur dan sebagian besar wilayah barat. Negeri Jawa bahkan nyaris menguasai pulau Sumatra dan pulau -- pulau lain yang dikenal oleh orang -- orang Jawa. Hal ini berlangsung untuk waktu yang lama, kurang lebih seratus tahun, hingga akhirnya kekuatan Negeri Jawa mulai berkurang dan keadaannya menjadi seperti sekarang, sebagaimana yang akan dijelaskan di bawah ini.

Di masa itu, Negeri Jawa sangat berkuasa karena kekuatan dan kekayaan yang dimilikinya, juga karena kerajaan ini melakukan pelayaran ke berbagai tempat yang sangat jauh---mereka menegaskan bahwa kerajaan ini berlayar hingga ke Aden dan bahwa perdagangannya yang terbesar dilakukan di Bonuaquelim, Bengal, dan Pasai---di mana mereka menguasai seluruh perdagangan yang ada. 

Seluruh pelautnya merupakan orang pagan, mereka mengumpulkan para pedagang yang membawa banyak komoditas di sepanjang pesisir pantai. Hasilnya, tidak ada satu pun tempat yang dikabarkan mampu menyamai kebesaran dan kekayaan lokasi ini. Pedagang -- pedagang tersebut terdiri dari orang Cina, Arab, Persia, Gujarat, Bengal dan dari berbagai bangsa lainnya. Jumlah mereka amat banyak sehingga Muhammad dan para pengikutnya merasa mantap untuk memperkenalkan doktrin mereka di pesisir pantai Jawa dengan barang dagangannya.

Orang Jawa

Raja Jawa adalah seorang pagan, ia dikenal dengan nama Batara Vojyaya. Raja -- raja Jawa ini memiliki gagasan luar biasa; mereka mengatakan bahwa keningratan mereka tidak dapat tersaingi. Para bangsawan pagan Jawa bertubuh tinggi dan rupawan. Mereka merias diri dengan mewah dan menghias kuda-kudanya dengan cara serupa. 

Mereka menggunakan berbagai macam keris, pedang, dan tombak yang berlapis emas. Mereka adalah pemburu dan pengendara kuda yang lihai- tentu saja pijakan kaki dan pelana kudanya juga berlapis emas, hal ini tidak dapat ditemukan di tempat lain di seluruh dunia. 

Para penguasa Jawa juga bersikap seperti bangsawan, mereka sangat dimuliakan dan tentunya tidak ada satu bangsa pun di wilayah itu yang mampu menandingi mereka. Rambut mereka dicukur --dicukur setengah, dibagian ubun-ubunnya---sebagai simbol kecantikan. Mereka selalu menyibakkan rambutnya dari dahi ke atas, tidak seperti yang kita lakukan dan mereka sangat bangga dengan gaya ini.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3