Mohon tunggu...
Wisnu  AJ
Wisnu AJ Mohon Tunggu... Wiraswasta - Hidup tak selamanya berjalan mulus,tapi ada kalanya penuh dengan krikil keliril tajam

Hidup Tidak Selamanya Seperti Air Dalam Bejana, Tenang Tidak Bergelombang, Tapi Ada kalanya Hidup seperti Air dilautan, yang penuh dengan riak dan gelombang.

Selanjutnya

Tutup

Travel Story Artikel Utama

Fort Marlborough, Cerita Lain dari Perjuangan Kemerdekaan RI

23 Agustus 2016   13:54 Diperbarui: 24 Agustus 2016   08:01 332
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Mengunjungi tanah Raflesia Provinsi Bengkulu, tidak terasa lengkap jika belum menyinggahi Fort Marlboruogh, atau yang lebih terkenal dengan nama Benteng Marlborough yang kini menjadi ditenasi wisata situs sejarah di Indonesia.

Benteng Marlborough adalah benteng peninggalan sejarah dari Inggris yang didirikan oleh East India Company (EIC) tahun 1713 -1719 dibawah kepemimpinan Gubernur Joseph Collet yang berada di kota Bengkulu. Pembangunan Benteng Marlborough ini juga tidak terlepas dari andil para penguasa Inggris seperti Thiophillus Shyllings (1716-1717) Kemudian Richard Former (1717-1718) dan Thomas Cooke (1718-1719).

Bengkulu adalah salah satu daerah di kepulauan Sumatera yang dikuasai oleh Inggris, jauh sebelum Belanda menjijakkan kakinya di tanah Persada Nusantara. Benteng ini dibangun oleh pihak Inggris yang bercokol di daerah Bengkulu, bukan hanya diperuntukkan sebagai benteng untuk pertahanan meliternya. Tapi juga adalah untuk kepentingan perdagangan dalam menjamin kelancaran suplai rempah berupa lada bagi perusahaan dagang Inggris, dan sekaligus sebagai tempat pengawasan jalur pelayaran dagang melalui Selat Sunda.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Inggris membangun benteng ini dengan peran ganda, yaitu sebagai markas pertahanan meliternya dan sekaligus sebagai pusat perdagangan dan pemerintahan Inggris selama bercokol di Negeri Raflesia. Pembangunan Fort Marlborough adalah merupakan benteng terkuat Inggris diwilayah timur setelah benteng St George di Madras India.

Letak benteng ini memang sangat strategis. Ia berada diatas bukit buatan menghadap kearah kota Bengkulu, dan belakangnya menghadap laut Samudra Hindia. Dari atas benteng ini pemandangan laut Samudra Hindia tampak membentang luas, dan dari atas benteng inilah pihak Inggris melakukan pengawasan terhadap kapal kapal yang berlayar melintasi Bengkulu.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Setelah Inggris melakukan tukar guling dengan pihak Hindia Belanda terhadap kepulauan Singapura, Belanda menguasai benteng ini dari tahun 1825 – 1942, kemudian setelah kalahnya Belanda, Benteng ini dikuasai oleh Jepang tahun 1942 – 1945.

Ketika perang kemerdekaan Indonesia dan Jepang menyerah benteng ini dijadikan sebagai markas Kepolisian Republik Indonesia, namun pada tahun 1949 -1950 Fort Marlborough kembali diduduki ole Belanda. Kemudian dari tahun 1950 -1977 sebelum diserahkan kepada Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan untuk divugar dijadikan sebagai bangunan cagar budaya, benteng ini sempat dijadikan sebagai markas TNI AD Benkulu.

Benteng yang kini terletak di jalan Ahmad Yani Desa Kebon Keling Kelurahan Kampung Cina, Kecamatan Teluk Segara Kota Bengkulu Provinsi Bengkulu, jika dilihat dari atas bentuknya seperti kura kura. Dengan bangunan segi empat dan dibagian depannya dibuat agar berlebih kedepan segingga menggambarkan seekor kura kura yang kepalanya sedang keluar.

Bukit buatan yang dibangun sebagai berdirinya benteng tersebut setinggi 8,5 meter. Benteng yang dijadikan sebagai markas pertahan meliter dilengkapi dengan meriam diatasnya yang moncongnya mengarah ke laut Samudra Hindia. Uniknya dari benteng ini adalah dibangun dengan dua lapis. Dan setiap lapisnya dipisahkan dengan selokan besar. Dan diatasnya terdapat lapangan dengan meriam yang mengarah kelaut serta kedaratan.

Untuk masuk kedalam benteng harus melewati jembatan, setelah terlebih dahulu memasuki pintu gerbang pertama yang berada dilintasan jalan Ahmad Yani. Jembatan yang menghubungkan pintu gerbang bagian dalamnya yang memakai pintu besi, yang masih asli sejak dari bangunan pertama, barulah ditemukan ruangan dalam benteng yang cukup luas yang ditumbuhi oleh rerumputan yang hijau.

Dalam benteng terdapat bangunan kamar kamar yang menjadi barak meliter serta beberapa penjara, termasuk penjara bawah tanah. Dan kemudian dari dalam benteng terdapat pula jalan keluar menuju jalan raya melalui terowongan bawah tanah, tampa melalui pintu pintu gerbang benteng.

Dokumen Pribadi
Dokumen Pribadi
Ketika Ir.H.Soekarno Tokoh Proklamator Kemerdekaan Republik Indonesia, yang kemudian menjadi Presiden Pertama Republik Indopnesia dibuang dan diasingkan ke Bengkulu. Pihak Belanda melakukan intrograsi terhadap Soekarno disalah satu ruangan tahanan yang ada di dalam benteng itu. Dan sampai sekarang letak dan posisi benda benda yang ada diruangan intrograsi itu masih tertata dengan rapi didalam ruangan itu.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Travel Story Selengkapnya
Lihat Travel Story Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun