Mohon tunggu...
Edbert Wiratama
Edbert Wiratama Mohon Tunggu... CEO

Seorang Enterpreneur sejati yang merintis bisnis sedari awal dan menikmati segala proses dengan ketekunan dan kesabaran.

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Pilihan

Plastik Kemasan Ancam Kelestarian Lingkungan, Ini Dampaknya

5 September 2018   13:28 Diperbarui: 2 September 2019   09:56 0 1 1 Mohon Tunggu...
Plastik Kemasan Ancam Kelestarian Lingkungan, Ini Dampaknya
fossbytes.com

Plastik Ancam Lingkungan, Bagaimana Dampak Di Sekitar Kita?

Plastik merupakan bahan polimer sintetis yang memiliki banyak jenis berdasarkan sifat fisik, mekanis, dan kimia. Plastik memiliki sifat isolator, yaitu penghantar panas yang buruk atau bahan yang sulit untuk melakukan perpindahan muatan listrik. Dalam keseharian, plastik sangat sering digunakan sebagai kebutuhan pokok.

Bahkan, tanpa plastik kita akan sulit menjalani kebutuhan sehari-hari. Dapat kita ambil contoh, plastik sering digunakan sebagai kantong belanja, bungkus makanan atau minuman, dan lain-lain. Namun, di balik itu semua tidak semua plastik bersikap ramah dengan lingkungan. Itu mengapa pemerintah sempat membatasi penggunaan plastik.

Plastik pada umumnya memiliki material yang sulit diuraikan oleh tanah. Sampah plastik akan terurai dalam waktu 10-12 tahun, sedangkan botol plastik butuh waktu 20 tahun karena polimernya lebih kompleks dan lebih tebal. Bahkan beberapa penelitian lainnya mengungapkan butuh waktu ratusan tahun untuk menguraikan plastik.

Jika dibiarkan penggunaan plastik terus-menerus akan menyebabkan gunungan sampah yang menumpuk. Hal tersebut tentu saja akan menyebabkan banjir. Lalu apa saja dampak yang terjadi dengan lingkungan?

Dampak Plastik untuk Lingkungan 

Penggunaan plastik memang sangat erat kaitannya dengan kebutuhan kita sehari-hari. Namun, sayangnya penggunaan yang berlebihan akan menyebabkan terganggunya ekosistem lingkungan. Segalanya menjadi rusak, mulai dari tumbuhan, hewan, dan manusia. Berikut dampak negatif plastik yang dapat mengganggu lingkungan:

  • Tercemarnya air dan tanah

Plastik yang tidak digunakan akan dibuang ke berbagai tempat, seperti tanah atau perairan (laut). Kedua tempat tersebut dapat berakibat fatal bagi perkembangan ekosistem makhluk hidup. Misalnya air, belum lama ini sempat beredar kabar jika perairan laut Indonesia dipenuhi oleh sampah plastik.

Titik yang paling menyedihkan adalah beberapa biota laut terjebak dalam sampah plastik tersebut. Sebagian dari mereka tidak sengaja mengonsumsi plastik. Sebagian lagi plastik tersebut bersarang atau menyelimuti tubuh mereka. Akhirnya mereka terjebak dan membutuhkan pertolongan manusia untuk bebas dari dekapan plastik.

Tidak jauh berbeda dengan tanah. Sampah plastik kemasan yang didekam di dalam tanah akan meracuni pertumbuhan tanaman, sehingga dapat mengancam layu bahkan kematian perkembangan. Zat kimia pada plastik juga dapat merusak tanah yang menyebabkan tidak subur. Sama halnya dengan biota laut, hewan darat pun juga sangat terganggu dengan hadirnya plastik.

Baik hewan maupun tumbuhan tidak mengetahui betapa berbahayanya plastik untuk kesehatan mereka. Racun dalam plastik berpotensi untuk membunuh hewan pengurai di dalam tanah, termasuk cacing.

  • Mengganggu penyerapan air

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
KONTEN MENARIK LAINNYA
x