Mohon tunggu...
Profil
18.845 Poin
Berusaha untuk selalu bermanfaat dengan menjadi pemerhati politik, ekonomi dan perbankan
Bergabung 16 April 2014
Statistik
28
18,213
287
209
1
12
FOLLOWING 572
sugiana hs
hanya orang biasa, tertarik pada masalah - masalah sosial kemasyarakatan, demokrasi dan politik kebangsaan, pembangunan pertanian dan ketahanan pangan, serta sepakbola. saat ini tinggal di sebuah kota kecil di Kalimantan Tengah.
Mira Sahid
A simple mom | Blogger | Founder @Emak2Blogger | STIFIn LIcensed Promotor | Yoga Teacher | Pegiat Literasi Digital Follow ig & Twitter : @mirasahid.com
Indonesia Hebat
Indonesia Hebat
Alexander Ardi Widyantoro
Menikah dgn perempuan luar biasa, dikaruniani seorang putri cantik, karyawan perusahaan retail berpusat di bandung jawa barat, menikmati saat menunggangi Black Wolverine, memasak serta bermain musik..........menulis HANYA karena TERPAKSA supaya tidak terlihat "BODOH"
Arif Rahman
Menyukai hal-hal sederhana, suka ngopi, membaca dan sesekali meluangkan waktu untuk menulis. Kunjungi juga blog pribadi saya (www.arsitekmenulis.com) dan (http://ngeblog-yuk-di.blogspot.com)
Bernadetta B
Mahasiswa Sosiologi Antropologi Universitas Sebelas Maret Surakarta
Nadzier Wiriadinata
Cuma ingin sharing dengan siapapun yang menghendaki adanya perubahan di negeri yang semakin memprihatinkan ini
Barriq Faiz
Bagi seorang penyair, sajak sajaknya adalah kejujuran yang tulus :)
Yf. A Is
Sering kali aku berkata, ketika orang memuji milikku, bahwa sesungguhnya ini hanya titipan, bahwa mobilku hanya titipan Nya, bahwa rumahku hanya titipan Nya, bahwa hartaku hanya titipan Nya, bahwa putraku hanya titipan Nya, tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya, mengapa Dia menitipkan padaku? Untuk apa Dia menitipkan ini pada ku? Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik Nya ini? Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku? Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ? Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka, kusebut dengan panggilan apa saja untuk melukiskan bahwa itu adalah derita. Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku, aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak rumah, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, Seolah semua "derita" adalah hukuman bagiku. Seolah keadilan dan kasih Nya harus berjalan seperti matematika : aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan Nikmat dunia kerap menghampiriku. Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan Kekasih. Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusanNya yang tak sesuai keinginanku, Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanyalah untuk beribadah... "ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja" (WS Rendra) Tentang Saya: Ya Allah Yaa Rabb, jika ibadahku kepada-MU hanyalah dikarenakan keinginanku masuk ke dalam surga-MU, maka tutuplah surga-MU bagiku. Ya Allah Yaa Rahman, jika ibadahku kepada-MU hanyalah karena aku takut pada neraka-MU, maka masukanlah diriku ini dalam neraka-MU. Namun,