Mohon tunggu...
Wijaya Kusumah
Wijaya Kusumah Mohon Tunggu... Guru Blogger Indonesia

Teacher, Motivator, Trainer, Writer, Blogger, Fotografer, Father, Pembicara Seminar, dan Workshop Tingkat Nasional. Sering diminta menjadi pembicara atau nara sumber di bidang ICT,Eduprenership, Learning, dan PTK. Wijaya adalah Guru SMP Labschool Jakarta yang doyan ngeblog di http://wijayalabs.com, Wijaya oleh anak didiknya biasa dipanggil "OMJAY". Hatinya telah jatuh cinta dengan kompasiana pada pandangan pertama, sehingga tiada hari tanpa menulis di kompasiana. Kompasiana telah membawanya memiliki hobi menulis yang dulu tak pernah ditekuninya. Pesan Omjay, "Menulislah di blog Kompasiana Sebelum Tidur". Hp. 08159155515 email : wijayalabs@gmail.com

Selanjutnya

Tutup

Edukasi Artikel Utama

PGRI Disayang, PGRI Dibuang

30 November 2019   02:45 Diperbarui: 2 Desember 2019   02:56 848 5 1 Mohon Tunggu...
PGRI Disayang, PGRI Dibuang
ilustrasi: Sejumlah siswa menyalami guru mereka seusai mengikuti upacara di Sekolah Dasar Negeri 060813 Medan, Sumatera Utara, Senin (25/11/2019). Menyalami guru oleh para siswa tersebut dalam rangka memperingati Hari Guru yang serentak dilaksanakan di seluruh Indonesia.(ANTARA FOTO/SEPTIANDA PERDANA)

Malam ini saya menginap di hotel Batiqa yang terletak di Jababeka Cikarang. Tepatnya di jalan Niaga Raya Blok Kawasan Industri Jababeka Blog CC 3A Cikarang-Bekasi. 

Alhamdulillah, tahun ini diberi amanah kembali menjadi salah satu panitia hari ulang tahun Persatuan Guru Reapublik Indonesia (PGRI) yang ke-74.

Ini adalah tahun ketiga saya menjadi panitia HUT PGRI. Pertama di stadion Patriot Bekasi, kedua di stadion Chandrabaga Bogor, dan ketiga di stadion Wibawa Mukti Cikarang.

Dulu saya sangat membenci PGRI. Sebab organisasi ini hanya berpolitik saja. Namun, seiring perjalanan waktu, saya justru jatuh cinta dengan organisasi guru terbesar di Republik Indonesia ini.

Anggotanya banyak sekali. Dari pusat hingga daerah. Kantor dan gedungnya jelas dan kepengurusannya ada di 34 Provinsi dan 514 kabupaten/kota di seluruh Indonesia. Hampir 3 juta guru menjadi anggota PGRI.

Awalnya saya mengira, PGRI adalah organisasi guru yang berpolitik praktis. Tapi setelah saya berada di dalamnya, dan bergabung di Asosiasi Profesi dan Keahlian Sejenis (APKS), saya menjadi tahu banyak bahwa PGRI tidak seperti yang dibicarakan banyak orang.

Mereka hanya beropini saja sehingga PGRI dimata mereka, PGRI adalah organisasi yang tidak berpihak kepada guru. Padahal justru PGRI inilah yang selama ini memperjuangkan nasib guru. PGRI fokus memperjuangkan kesejahteraan, penghargaan, dan perlindungan guru.\

"Semakin PGRI dibenci, maka PGRI akan tetap abadi. Sebab PGRI lahir dari guru, oleh guru, dan untuk guru."

Sebelum bergabung di PGRI, saya berkeyakinan bahwa organisasi guru harus dipimpin oleh guru. Bahkan saya dan kawan kawan guru mendirikan Ikatan Profesi Guru Indonesia yang disingkat IPGI.

Namun, seiring perjalanan waktu, organisasi ini saya matikan. Sebab arah perjuangannya sudah jauh dari apa yang kami harapkan. Lebih kepada orientasi diri sendiri daripada organisasi.

Pengurus Besar PGRI (dok. pribadi)
Pengurus Besar PGRI (dok. pribadi)
Saya dan kawan-kawan lebih fokus untuk membentuk organisasi komunitas guru TIK dan KKPI. Kami urus akte notarisnya dan alhamdulillah terus berjalan hingga saat ini. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x