Mohon tunggu...
Wijatnika Ika
Wijatnika Ika Mohon Tunggu... Penulis - When women happy, the world happier

Mari bertemu di www.wijatnikaika.id

Selanjutnya

Tutup

Sosbud Pilihan

Harun Yahya, Predator Seksual yang Memperbudak 1000 Perempuan Akhirnya Ditumbangkan

13 Januari 2021   12:34 Diperbarui: 13 Januari 2021   12:42 2226
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Adnan memiliki justifikasi berbasis Al-Quran atas apa yang dilakukannya. Dia selalu menghibur para perempuan bahwa menjadi selir baginya dibenarkan dalam Islam, karena itu sama dengan para perempuan di harem kesultanan Ottoman. Ia juga menghibur mereka dengan alasan mencintai Allah lebih utama dari mencintai keluarga, sehingga para anggota BAV dengan sukarela memutuskan hubungan dengan keluarga. Ketika para orangtua anggota BAV ikut jadi anggota, mereka akan menjadi pengurus, namun jika tidak bergabung maka akan menjadi musuh. 

Adnan memaksa para kittens untuk mengonsumsi pil kontrasepsi agar mereka nggak hamil. Adnan juga membenarkan perbuatan melakukan hubungan seksual pada perempuan berusia diatas 7 tahun. Ia tidak suka dengan perempuan yang tubuhnya tertutup, karena dianggap akan merusak kulit dan kecantikan mereka.

Para kittens ini hidup bersama Adnan Oktar di sebuah villa mewah yang dibangun tanpa izin. Segala hal tentang villa tersebut seperti desain interior, furnitur dan tetek bengek lainnya haruslah sesuai selera Adnan. Maklum kan dia memang lulusan desain interior. Isi villa Adnan bisa sedikit kita lihat saat jurnalis Vice berhasil masuk ke acara A9. Saat pintu utama dibuka misalnya, kita akan disambut sebuah lukisan perempuan setengah telanjang tampak punggung ditempel di dinding. 

Dalam akun Youtube yang secara khusus menampilkan para kittens yang menari di acara A9 studio, kita bisa melihat bahwa ada obsesi tertentu Adnan atas perempuan. Mungkin karena dia memang impoten dan nggak bisa menikati seksk secara wajar, maka dia membangun imajinasinya sendiri saat melihat perempuan berpakaian seksi menari-nari untuknya.

SEPANDAINYA KRIMINAL DAN PEMERKOSA BERSEMBUNYI, TERTANGKAP JUGA

Pada 11 Juli 2018, Adnan Oktar beserta lebih dari 100 anggota BAV ditangkap polisi. Termasuk didalamnya seorang perempuan bernama Didem Urer yang merupakan Kittens-in-Chief alias kepala harem sekaligus kekasih Adnan. Polisi mengepuk villa Adnan sehingga Ia dan Didem tidak bisa melarikan diri. Saat polisi menyerbu masuk ke villa tersebut dan mengamankan barang bukti, mereka menemukan sebanyak 60.000 pil kontrasepsi. 

Selama ini, Adnan memaksa para kittens mengonsumsi pil kontrasepsi dengan alasan untuk perawatan kulit dan mengatasi keluhan haid yang tidak lancar. Barang bukti lain yang diamankan adalah 70 senjata api, 3.000 lebih peluru, enam truk barang antik dan artefak bersejarah, lebih dari 400 flashdisk, baju besi pelindung tubuh dan kendaraan lapis baja.

Dalam penyerbuan tersebut, polisi menangkap Adnan, dua anggota eksekutif BAV, seorang Kittens-in-Chief, dan 200 orang anggota BAV. Sementara lebih dari 200 anggota BAV lainnya masih dalam pengejaran polisi. Setelah ditangkap, villa Adnan Oktar dihancurkan polisi dan hak siar A9 dicabut pemerintah, serta seluruh kekayaannya disita. 

Adnan dkk didakwa dengan puluhan kasus: penipuan, pencucian uang, kekerasan seksual terhadap anak dibawah umur, persetubuhan dengan anak dibawah umur, percobaan spionase politik dan militer, penyerangan seksual, penculikan anak dibawah umur, pelanggaran terhadap undang-undang perpajakan serta undang-undang anti teror, memakai senjata untuk mengancam orang, penyiksaan, pemalsuan, perdagangan manusia, perampasan kemerdekaan orang, dan pelanggaran hak orang atas pendidikan. Ia juga menjadi kriminal karena mendirikan organisasi rahasia dan berbahaya yang mengancam Turki. Penangkapan dan penahanan Adnan dkk berbasis 125 orang korban dan pelapor, dan bukti-bukti di lapangan.

Setelah dikurung sejak penangkapannya pada Juli 2018, Adnan dkk mulai menjalani persidangan pada 2019. Pada 11 Januari 2021, pengadilan kota Istanbul, Turki mengganjar lelaki ini dengan hukuman penjara selama 1.075 tahun atas kejahatan berlapis. Sementara sejumlah rekan kerjanya diganjar penjara puluhan hingga ratusan tahun. Jadi, total hukuman penjara yang diberikan kepada Harun Yahya dan 13 anggota kelas atas organisasinya adalah selama 9. 803 tahun 6 bulan. 

Keberhasilan polisi menyerbu villa Adnan dilakukan pertama-tama dengan melakukan berbagai pengintaian hingga operasi yang tersebar di sejumlah kota di 5 provinsi. Mungkinkah ini hukuman Allah atas kepongahan Adnan Oktar?

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
  4. 4
  5. 5
  6. 6
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun