Mohon tunggu...
Ida Ayu Widya
Ida Ayu Widya Mohon Tunggu... Mahasiswa

Ide adalah gagasan pokok.

Selanjutnya

Tutup

Finansial

Covid-19 Merebak di Indonesia, Masyarakat Bali Ucap Syukur

13 Mei 2020   09:37 Diperbarui: 13 Mei 2020   09:41 42 0 0 Mohon Tunggu...

oleh : Ida Ayu Gede Widya Ningsih 

Prodi Akuntansi FEB Universitas Mahasaraswati Denpasar

Sejak Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) resmi mengumumkan wabah Virus Corona Disease (Covid-19 )sebagai pandemi global pada bulan Maret lalu dan penyebarannya sudah sampai di Indonesia, Pemerintah Indonesia mulai mempersiapkan beberapa hal yang mungkin terjadi akibat dampak yang ditimbulkan oleh pandemi Covid-19. 

Mulai dari penerapan social distancing, lockdown untuk daerah-daerah yang dalam zona merah, intruksi untuk selalu menggunakan masker dan mencuci tangan, serta pemberian bantuan berupa sembako kepada masyarakat. 

Dampak penyebaran Virus Corona Disease (Covid-19) memang sangat dirasakan oleh masyarakat, terutama masyarakat dengan perekonomian menengah ke bawah. Penyebaran Covid-19 yang sangat cepat juga berdampak pada pertumbuhan ekonomi global termasuk Indonesia, dimana perekonomian Indonesia mengalami kemerosotan pasca pandemi ini. 

Pendapatan negara turun, sementara belanja negara tumbuh. Penerimaan perpajakan dan PNBP turun akibat pelemahan ekonomi. Beberapa sektor mengalami kerugian, seperti sektor pariwisata dan manufaktur. 

Terlebih di Bali, Bali yang selama ini menghasilkan pemasukan dari industri dunia pariwisata saat ini pun dibuat tumbang. Bali merupakan salah satu provinsi di Indonesia yang mayoritas pendapatannya berasal dari sektor pariwisata. 

Dalam situasi global seperti saat ini, dimana wisatawan asing maupun domestic tidak diperkenankan untuk keluar daerah selama masa pandemic Covid-19 ini demi memutus rantai penyebaran virus corona. Tentu saja hal ini sangat merugikan banyak kalangan di Bali. 

Banyak hotel- hotel tidak beroperasi untuk sementara waktu, restoran-restoran ditutup untuk sementara, serta tempat destinasi wisata juga ditutup. Keadaan ini mempengaruhi perekonomian masyarakat, karena banyak perusahaan mengambil kebijakan untuk merumahkan karyawannya dan tidak jarang juga terjadinya PHK. Masyarakat pun  berharap ada relaksasi kebijakan yang meringankan mereka.

Di Indonesia sendiri, seluruh sektor perekonomian diprediksikan mengalami penurunan. Kementerian Keuangan memproyeksikan Pertumbuhan PDB akan turun menjadi 2,3%. 

Nilai tukar rupiah terhadap dolar akan naik di angka Rp17.500. Angka inflasi dapat menyentuh 3,9%. Sektor ekspor dapat menyentuh angka -14,00% dan impor di angka - 14,50%. Prediksi PDB nominal di tahun 2020 dapat turun ke angka Rp16.829,8 triliun. Lembaga-lembaga dunia mengubah strategi untuk menjaga kestabilan keuangan global, serta mengalokasikan pembiayaan untuk menangani virus Corona dari berbagai arah. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN