Mohon tunggu...
Widya AnggraeniPutri
Widya AnggraeniPutri Mohon Tunggu... Mahasiswa

Universitas Trunojoyo Madura

Selanjutnya

Tutup

Ilmu Alam & Teknologi

Naik Turun Jumlah Penumpang Kapal di Selat Madura

27 Januari 2021   10:31 Diperbarui: 27 Januari 2021   12:48 127 1 0 Mohon Tunggu...

Kota Bangkalan merupakan kota yang berada di Pulau Garam yakni Pulau Madura. Pulau yang berada di Provinsi Jawa Timur dengan empat Kabupaten yaitu Kabupaten Bangkalan, Sampang, Pamekasan dan Sumenep. Bangkalan sendiri adalah Kabupaten yang paling dekat dengan Kota Surabaya. Bangkalan memiliki luas sebesar 1.260,14 km2 dan mempunyai 18 Kecamatan, yang salah satunya yaitu Kecamatan Kamal.

Kecamatan Kamal merupakan kecamatan kecil di Bangkalan, namun Kamal sendiri merupakan Kecamatan yang terbilang ramai penduduk dan para perantau dari berbagai daerah terutama mahasiswa perantauan. Kecamatan Kamal juga dikelilingi oleh pesisir pantai Selat Madura. Kamal adalah Kecamatan yang dekat dengan Kota Surabaya karena memiliki Pelabuhan Penyebrangan yang menghubungkan antara Pulau Madura dengan Kota Surabaya yakni Pelabuhan Kamal dan Pelabuhan Tanjung Perak.

Kamal memiliki dua pelabuhan yaitu pelabuhan barat dan pelabuhan timur. Tetapi beberapa tahun belakang pelabuhan timur ditutup atau sudah tidak beroprasi lagi, karena berkurangnya jumlah penumpang sejak berdirinya Jembatan Suramadu sehingga hanya pelabuhan barat saja yang hingga saat ini masih beroprasi. Kondisi pelabuhan timur sekarang digunakan sebagai muda mudi untuk bertukar cerita, duduk duduk sambil menunggu adzan maghrib tiba. Berbanding dengan pelabuhan timur, pelabuhan barat masih beroprasi hingga sekarang. Pelabuhan barat memiliki tiga dermaga tetapi sekarang hanya satu yang digunakan karena dua dermaga lainnya sudah tidak layak pakai.

Dahulunya Pelabuhan ini merupakan pelabuhan yang tergolong cukup ramai pengunjung, tidak hanya warga Bangkalan saja tetapi dari Kabupaten lain pun menggunakan pelabuhan ini untuk berpergian ke Pulau Jawa. Tetapi setelah adanya Jembatan Suramadu, jumlah penumpang kapal pun semakin menurun.  

Dikarenakan akses dan lamanya waktu tempuh yang membuat penumpang tidak sabar menunggu. Selain itu masih ada yang tetap menggunakan kapal untuk bepergian, berangkat bekerja, yang tidak menggunakan kendaraan pribadi maupun ketempat yang lebih dekat jangkauannya dari Pelabuhan. Bahkan Pelabuhan Kamal memiliki banyak kapal, sehingga mempunyai akses penyebrangan yang cepat bisa ditempuh hanya 25 sampai 30 menit saja. Tetapi jauh beda dengan kondisi saat ini, tingkat keramaian sudah menurun. Waktu tempuh dari Pelabuhan Kamal menuju Pelabuhan Tanjung Perak menjadi 60 menit.

Di Kamal berdiri megah fasilitas pendidikan tinggi yaitu Universitas Trunojoyo Madura yang tepatnya didesa Telang, hampir sebagian besar mahasiswanya adalah mahasiswa perantau yang mayoritas dari Jawa. Sehingga mahasiswa yang pulang atau datang dapat menggunakan kapal untuk beristirahat sejenak karena perjalanan jauh. Selain itu, masyarakat yang belum pernah merasakan naik kapal menjadi hal baru untuk dicoba. 

Adanya kapal juga membantu memudahkan mahasiswa dan penumpang pejalan kaki yang tidak menggunakan alat trasportasi pribadi.
Sebelum kondisi kapal seperti sekarang, kapal 24 jam tetapi sekarang hanya sampai pukul 21.00 saja dibuka pukul 05.00 yang beroprasi. Tetapi sejak adanya pandemi covid-19 ini kapal hanya buka dari pukul 06.00 sampai 19.00 saja. Sehingga menurunkan jumlah penumpang karena hanya menggunakan dua sampai tiga kapal.

Dikarenakan penurunan jumlah penumpang kapal, maka sebaiknya bagi masyarakat yang ingin bepergian dapat menggunakan kapal saja karena semakin menurunnya angka penumpang kapal maka semakin besar pula penutupan kapal karena kondisi semakin sepi. Jika bukan masyarakatnya yang menggunakan kapal, maka peluang penutupan kapal semakin besar.

VIDEO PILIHAN