Mohon tunggu...
Widz Stoops
Widz Stoops Mohon Tunggu... Asisten Pribadi - Animal Lover

Smile! It increases your face value.

Selanjutnya

Tutup

Life Hack Pilihan

Cara Menghentikan Argumen yang Memanas

12 Agustus 2021   04:17 Diperbarui: 12 Agustus 2021   04:35 505 72 32
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Lihat foto
Cara Menghentikan Argumen yang Memanas
Sumber foto : unsplash.com/@javaistan

Adakalanya sebuah percakapan atau diskusi berubah menjadi pertengkaran yang memanas.
Argumen sebetulnya tidak muncul begitu saja. Argumen muncul ketika kita tidak memperhatikan percakapan lawan bicara kita dengan seksama.

Saat kita berhenti memperhatikan apa yang terjadi antara kita dan orang yang kita ajak bicara, isyarat yang menunjukkan peningkatan ketegangan kemungkinan akan terlewati. Kadang secara tidak sadar kita menjadi defensif dan kesal lalu menaikkan nada suara kita. Atau bisa jadi kita tidak menyadari bahwa topik yang dibicarakan sarat dengan pemicu emosi orang lain.

Ketidaksepakatan sebetulnya sah-sah saja dan kadang memang tidak dapat dihindari. Tetapi argumen sering kali kontraproduktif karena kita menutup diri dan berhenti mendengarkan satu sama lain.

Yang berbahaya sebenarnya adalah efek dari membiarkan argumen tersebut karena keengganan kita untuk memulai percakapan yang sulit.

Banyak orang menghindari konfrontasi karena takut konflik. Hal ini justru akan menunda percakapan atau diskusi penting yang perlu terjadi.

Tetapi jika kita tahu kapan dan bagaimana cara menghentikan diskusi agar tidak berkembang menjadi pertengkaran, kita dapat mengurangi rasa takut akan konfrontasi.

Mempelajari cara meredakan argumen adalah salah satu keterampilan komunikasi paling penting yang dapat kita kembangkan karena akan memungkinkan kita untuk fokus membangun hubungan yang sehat dengan lawan bicara kita.  

Lalu bagaimana cara kita meredakan argumen yang memanas? Percakapan langsung, jujur, dan terkadang sulit, sangat penting untuk menciptakan suasana yang sehat di mana setiap orang merasa didengar, dihargai, dan dihormati.

Mengetahui kapan kita harus jeda

Setelah menyadari bahwa percakapan semakin panas, tarik napas dalam-dalam dan komentari ketegangan yang meningkat. Berhentilah mengutarakan maksud kita, bereaksi, atau berbicara tentang topik tersebut. Alihkan fokus kepada situasi yang sedang terjadi antara kita dan orang tersebut. Jika ketegangan terus meningkat, ambil alih dengan penuh respek dan katakan, "Pembicaraan ini semakin intens, dan saya tidak ingin ini menjadi pertengkaran. Yuk, tunda sebentar,  nanti kita bicarakan kembali. Sekarang kita jeda dulu sejenak untuk mengumpulkan pikiran kita dengan kepala dingin"

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
LAPORKAN KONTEN
Alasan