Mohon tunggu...
Widi Kurniawan
Widi Kurniawan Mohon Tunggu... Human Resources - Pegawai

Pengguna angkutan umum yang baik dan benar | Best in Citizen Journalism Kompasiana Award 2022

Selanjutnya

Tutup

Foodie Artikel Utama

Lebaran, Semua Akan Ngebakso pada Akhirnya

14 Mei 2021   15:34 Diperbarui: 14 Mei 2021   20:26 805
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Antrean warung bakso di hari kedua lebaran (foto: widikurniawan)

Menjelang lebaran, pasar-pasar dipenuhi oleh para manusia yang berbelanja kebutuhan dapur. Siapa yang tak ingin menikmati lezatnya opor ayam, rendang, sambal goreng ampela ati, krecek, dan ketupat yang memang khas lebaran?

Usai berjuang di tengah padatnya pasar atau warung sayur, mayoritas emak-emak akan kembali berjibaku di dapur. Rata-rata dua hari menjelang lebaran mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya. Mengiris bawang, ngulek sambal, menyiapkan bumbu, mengisi ketupat, memotong-motong daging dan memasaknya.

Bukan waktu yang sebentar untuk membuat ketupat. Demikian pula ketika memasak opor ayam.

Pegal sudah pasti deh. Namun, bagaimanapun semangat menyambut lebaran dengan hidangan khas-nya mengalahkan segalanya.

Bagi anggota keluarga yang tidak ikut memasak pun, pasti lidahnya sudah bergetar menanti datangnya lebaran saat aneka hidangan khas itu siap dinikmati. Ngiler to the bone deh...

Namun begitu tiba di hari-H lebaran, satu porsi opor ayam dan rekan-rekannya sudah cukup membuat perut kenyang. Itu baru sarapan pagi lho.

Saat siang datang, menu yang sama juga masih terhidang di meja makan. Oke fine, masih nikmat kok.

Begitu malamnya, opor ayam dan kawan-kawan juga tetap dimakan meski kali ini sambil berpikir "sayang kalau tidak dimakan".

Benar-benar lebaran penuh "kehangatan", alias segala menu khas lebaran yang dihangatkan di kompor supaya masih enak untuk dinikmati.

Paginya di hari kedua, bisa jadi sisa ayam opor malah berubah jadi ayam goreng karena kita butuh kreativitas dan variasi menu. Alhamdulillah masih enak.

Tapi siangnya, pertahanan pun jebol. Meski hidangan khas lebaran masih banyak tersaji di meja, tapi suara ketukan mangkok tukang bakso yang lewat sungguh menggoda selera. Terbayang sudah menu bakso panas dengan kuah pedasnya.

Bahkan sejak hari pertama lebaran pun warung-warung makanan yang buka mayoritas hanyalah warung bakso plus mie ayam. Warung lain mending tutup menikmati lebaran dan pemiliknya jajan bakso juga, hehe...

Ya, walau tidak pernah disebut sebagai makanan khas lebaran, tapi bakso adalah sesuatu yang lain. Dia datang menyelamatkan lidah yang terancam jenuh kebanyakan opor n friends.

Maka tak heran jika para penjual bakso rela tidak liburan pada hari lebaran. Momen seperti sekarang ini jelas berpotensi mendatangkan cuan sebanyak-banyaknya.

Jumat (14/5) siang, saya pun bergerak menuju warung bakso ternama di daerah saya. Warung tersebut baru buka jam 13.00 setelah shalat Jumat, tapi jam 13.05 ketika saya datang pengunjungnya sudah antre.

Bagaimanapun karena sudah terlanjur kepengen makan bakso, saya pun rela ikut antre. Terlihat abang penjualnya sedikit kewalahan melayani karena selain ada yang makan di tempat, banyak juga yang bermaksud take away alias ngebungkus.

Abang bakso sibuk melayani pembeli (foto: widikurniawan)
Abang bakso sibuk melayani pembeli (foto: widikurniawan)
"Bang, baksonya dua bungkus aja, yang satu nggak pakai seledri, nggak pakai mie dan baksonya yang urat jumbo ya, eh satu lagi jangan pakai sayur. Trus yang satunya pakai mie kuning dan putih, kuahnya dikit, nggak pakai bawang goreng, tambahin tetelan ya, eh baksonya yang kecil-kecil aja yang halus," ujar salah satu pengunjung yang antre di depan saya.

Terlihat si abang penjual agak nyengir sambil mencoba mengingat detail pesanan orang tersebut. Tapi bagaimanapun sebagai penjual bakso berpengalaman tentu bukan kali ini saja ia menghadapi pembeli jenis itu.

Untungnya giliran saya, pesanannya relatif mudah bagi si abang bakso.

"Bang, bakso empat bungkus, komplit, yang dua tambahin pakai tetelan ya, dah itu aja," pesan saya.

"Siaaap!!"

Pada akhirnya, saya pun bisa menikmati bakso di rumah bareng keluarga. Lebih nikmat lagi karena masih ada sisa ketupat yang bisa dicampur ke kuah bakso. Hmmm, alhamdulillah nikmatnya.

Sisa ketupat bisa disandingkan dengan bakso yang segar (foto: widikurniawan)
Sisa ketupat bisa disandingkan dengan bakso yang segar (foto: widikurniawan)

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Foodie Selengkapnya
Lihat Foodie Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun