Mohon tunggu...
Widiastuti
Widiastuti Mohon Tunggu... Human Resources - .

Menulis sesuatu yang bisa ditulis

Selanjutnya

Tutup

Hiburan

We Know, "Secercah Momen Gadis Bersama Pasien"

29 Juli 2021   12:30 Diperbarui: 30 Juli 2021   10:05 29 3 0 Mohon Tunggu...
Lihat foto
We Know, "Secercah Momen Gadis Bersama Pasien"
img-20210730-095641-61036b5006310e145310dc24.jpg

Jarum jam terus berlanjut maju. Sirine ambulance tak berhenti berbunyi. Desiran angin menerpa hijab putih gadis itu. Matanya tertuju pada gedung putih bertingkat yang bertuliskan RS Khailine Jakarta. Gadis itu tidak sendirian, dia bersama 3 perempuan dengan seragam dan hijab yang sama. Gadis Annete Bening namanya. Kali ini Gadis praktik klinik di RS KJ. Senyum sumringah mereka berempat tak nampak karena tertutup masker KN95 yang mereka pakai. Jelas saja mereka sumringah, karena ini salah satu yang di tunggu mahasiswa YAA terjun ke RS, bertemu langsung dengan pasien, melaksanakan tugas sebagai perawat.

10 April 2017-07.00// hari pertama kita orientasi ruangan, kebetulan gadis di ruang Panda pasien dengan pre dan post OP. Ruang panda punya 12 ruangan, 3 ruang VIP dan sisanya kelas 1-3. Hari ini sedikit awkward karena gadis dapet group yang bukan circlenya. 

Seperti pratik klinik di universitas lain, setiap praktik kita punya tugas membuat asuhan keperawatan 1 minggu 1 pasien. Hari ini, aku beri nama hari observasi, kita observasi dulu siapa sih pasien yang kiranya kooperatif kasus nya menarik dan juga asik. 

Pagi ini aku, chaterine dan gio bagi tugas untuk monitoring TTV pasien, aku dapat ruang 01-04 kira-kira ada 16 pasien. Ka Dyah titip pesan kalau ingin melakukan tindakan harus ada teman karena ini hari pertama. 

Okelah aku bareng Gio dulu, karena Chaterine menulis absen kita dulu. Karena ini pandemi sebelum masuk kamar pasien kita pakai surgical gown dulu dan mempersiapkan senjata kita kali ini. Senjatanya bukan gun tapi tensimeter, termometer gun dan cairan infus. Di Ruang 01 ini berisi pasien pre mastektomi, pasien fraktur tibia, pasien BPH dan pasien dengan abses ante brachii

Ada yang menarik di kamar ini, saat Gadis & Gio masuk di bed 03 ada perempuan muda yang menangis sendiri, Gadis & Gio mencoba mendekati kakak ini, istilahnya kita lakuin BHSP (bina hubungan saling percaya) pakai komunikasi terapeutik yang pasti harus enjoy dan sopan. 

Nn. A namanya, usianya 21 tahun. Kita panggil Kak A. Setelah kita anamnesis sembari TTV, ternyata Ka A (Nn. A) ini CA mammae (kanker payudara). Sebetulnya kita berdua sudah tahu, ka A ini pasien Pre Mastektomi. Kali ini Ka A masuk ke dalam tahap menerima untuk di OP tetapi masuk ke fase kehilangan:anger. "Dek, apa ya yang terjadi nanti kalau payudara aku diangkat? Umur aku masih muda, tapi sudah cacat." 

Kalimat pertama yang diucapkan Ka A saat kita menghampiri dia. Kita coba validasi dulu apa yang kak A rasakan, mencoba agar ka A ini menceritakan apa yang terjadi. Sebetulnya ka A sudah cukup teredukasi, tapi ya saat ini memang di fase anger itu, ka A dijadwalkan operasi siang ini. Ka A sempat bilang kalau dia takut, malu dan bingung. Aku & Gio coba beri kalimat penyemangat agar sisi positif ka A ini tetap ada. Kita jelaskan juga apa yang harus dilakukan pasca Mastektomi ini. 

Senang rasanya setelah diedukasi dan kita mengobrol ka A bisa tersenyum dan bisa tenang. Dari 4 kamar yang aku observasi, aku tertarik untuk mengolah kasus ka A dengan post Mastektomi ini. 

10 April 2017-10.00// Sudah ganti cairan infus, melakukan PH, mobilisasi pasien, TTV, anamnesa pasien olahan, saat ini waktunya memberikan obat. Saat ini perawat yang bertugas mengoplos dan memberikan obat itu ka Dwi. Kebetulan di ruang Panda ini kita tidak perlu menghitung berapa besar obat yang kita injeksi karena seluruh pasien diberikan dosis full. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x