Mohon tunggu...
Wening Marie
Wening Marie Mohon Tunggu... Relawan - Part-time student, lifelong explorer and volunteer.

Traveller with social life, because live to serve others and Him

Selanjutnya

Tutup

Sosbud

Caraku Mengabdikan Diri untuk Generasi Penerus Bangsa di Daerah 3T

23 Juni 2022   21:16 Diperbarui: 23 Juni 2022   21:34 1004
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.

Daerah 3T adalah daerah yang tergolong dalam daerah tertinggal, terdepan, dan terluar. Tertinggal berarti memiliki kualitas pembangunan yang rendah, dimana masyarakatnya kurang berkembang dibandingkan dengan daerah lain dalam skala nasional. Untuk melaksanakan pembangunan yang adil dan merata, terutama dalam bidang pendidikan. Pemerintah Indonesia memberikan bantuan pendidikan yang bersifat afirmasi kepada pelajar daerah 3T. 

Pengabdian Masyarakat merupakan salah satu pilar Tri Dharma Perguruan Tinggi, di samping dharma pendidikan dan pengajaran, serta dharma penelitian. Oleh sebab itu, penulis telah beberapa kali melakukan kerelawanan terutama di bidang pengabdian masyarakat daerah 3T dan ingin berbagi pengalaman pribadi yang dialami penulis secara langsung dan mengaitkannya dengan beberapa artikel / penelitian yang sudah ada.

Untuk melaksanakan pembangunan yang adil dan merata, terutama dalam bidang pendidikan, pemerintah Indonesia memberikan bantuan pendidikan yang bersifat afirmasi kepada pelajar daerah 3T. Proses pemerataan pendidikan ini tentunya tidak hanya dilakukan oleh pemerintah atau negara, proses pemerataan akses pendidikan ini harus dilakukan secara komprehensif oleh semua pihak yang ada di dalam bangsa Indonesia. Pemerataan akses pendidikan tidak akan berhasil tanpa adanya kerja sama yang baik antara berbagai pihak termasuk juga kesadaran yang dimiliki oleh masyarakat daerah 3T itu sendiri. Organisasi masyarakat maupun LSM-LSM yang ada juga berperan penting dalam proses ini.

dokpri
dokpri

Permasalahan pendidikan di daerah 3T antara lain yang terkait dengan pendidik, seperti kekurangan jumlah guru (shortage), distribusi guru yang tidak seimbang (unbalanced distribution), kualifikasi guru di bawah standar (under qualification), kurang kompeten (low competencies), dan ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan dengan bidang yang diajarkan (mismatched), angka partisipasi sekolah yang masih rendah, sarana prasarana yang belum memadai, dan infrastruktur untuk kemudahan akses dalam mengikuti pendidikan yang masih sangat kurang.

Dari hasil uji coba dan penelitian di lapangan model pembelajaran yang dapat dilaksanakan untuk daerah 3T adalah penyelenggaraan yang mengakomodir kearifan lokal atau keragaman kondisi lingkungan sosial dan budaya setempat yang mengedepankan prinsip “ASICT” (Assimilated and Accomodated, supporting of, Innovative Thinking, Comprehensif and Technoilogycal Used / Berasimilasi dan  Diakomodasi, Mendukung, Pemikiran Inovatif, Komprehensif dan Teknologi yang Digunakan)

Dengan  adanya  faktor  pendukung  sarana  dan  prasarana  yang  memadai  maka  dalam peningkatan  mutu  pendidikan  sekolah  akan meningkat  minimal  setara  dengan  tingkat pendidikan  di perkotaan  selain  itu  harus  adanya  tingkat  keprofesionalan  guru  yang kreatif  dengan  mengajar  beberapa  metode  baru  sehingga  mampu  membuat  peserta didik  dapat  dilaksanakan  dengan  baik,  kualitas  proses  pembelajaran  tercipta  yang berindikasi kepada standar kelulusan diperoleh maksimal (100%).

Hasil penelitian mengungkapkan bahwa sangat  sedikit  lulusan  siswa  Sekolah Menengah  Atas  (SMA)  di  Pongok dan  Celagen  yang melanjutkan ke perguruan tinggi, masih terdapat cukup  banyak guru  yang berlatar belakang pendidikan strata 1 non-kependidikan, dan hampir tidak ada koleksi buku panduan pendidik di perpustakaan sekolah. Hal ini harus menjadi perhatian yang serius bagi para pemangku kepentingan atau kebijakan terkait dengan dunia pendidikan di wilayah terkait.

dokpri
dokpri

dokpri
dokpri

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
Mohon tunggu...

Lihat Konten Sosbud Selengkapnya
Lihat Sosbud Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun