Mohon tunggu...
Welhelmus Poek
Welhelmus Poek Mohon Tunggu...

Pekerja sosial, tidak pernah menyerah dan selalu memberikan yang terbaik bagi anak-anak dan masyarakat Indonesia.

Selanjutnya

Tutup

Film

"Jungle and Love", Apakah Saling Beradu?

13 November 2018   18:33 Diperbarui: 13 November 2018   18:49 0 0 0 Mohon Tunggu...

Serial Tarzan 'si penjaga' hutan mungkin tidak asing bagi kita. Hampir setiap hari raya besar di Indonesia, film ini akan menghiasi layar kaca kita. Entah tidak ada stok film, atau memang sudah tidak kreatif mencari hiburan bagi masyarakat. Beda-beda tipis.

Tapi tahukah kamu, kalau film Tarzan ini ada seri radionya? Ya, pada tahun 1932-1934 cerita Tarzan ini mengudara lewat radio. Pemerannya saat itu adalah James H. Pierce and Joan Burroughs.

Sementara kisah fiktif Tarzan yang kita nonton selama ini diciptakan oleh Edgar Rice Burroughs. Kisah Tarzan pertama kali muncul dalam novel "Tarzan of the Apes"di tahun 1912. Kemudian berlanjut lebih dari 23 seri.

Konon ceritanya Tarzan anak bangsawan Britania. Dia ditinggalkan di Pantai Afrika saat masih kecil ketika orang tuanya meninggal. Tarzan kecil kemudian dipelihara oleh monyet-monyet besar yang oleh Ilmu pengetahuan tidak kenal spesiesnya.

Singkat cerita Tarzan ketemu dengan Jane di hutan rimba. Benih-benih cinta muncul. Hingga akhirnya Tarzan 'rela' keluar dari Rimba hanya untuk mencari kekasih hatinya di Amerika. Mereka kemudian menikah dan dikarunia seorang anak laki-laki, namanya Jack.

Namanya juga orang rimba. Tarzan merasa bosan dengan kemunafikan dunia. Akhirnya mereka kembali menetap di rimba dimana dia dibesarkan.

Nah, ternyata ada kisah nyata Tarzan versi perempuan. Lus Marina. Ibu rumah tanggah 65 tahun.

Lus sewaktu umur 4 tahun diculik. Ia dibius. Pada saat sadar, ia sudah dalam rimba. Tidak tahu jalan pulang. Singkat cerita, Lus juga ditolong oleh monyet-monyet. Pernah ia keracunan. Namun monyet-monyet menyelamatkan nyawa.

Suatu hari anak ini ditemukan oleh satu keluarga. Kemudian dikasihlah nama Lus Marina yang artinya "terang". Lus semakin besar dan kenallah ia dengan John Chapman. Kemudian menikah si tahun 1979. Dikarunia dua putri.

Tahun 2013, kisah Lus diangkat dalam serial film yg berjudul "The girl with no name". Film ini sama seperti Tarzan. Tapi versi perempuan. Namun, sisi lain dari film ini adalah ingin melawan  jual beli manusia or human trafficking di Guatemala, Amerika.Sama seperi Tarzan, Lus benar-benar marah dengan kemunafikan dunia modern. Dia dan keluarga kembali menetap dekat dengan alam.

Dua kisah ini menuntun kita bahwa slogan Back to Nature bukan sekedar slogan. Hutan adalah cinta kita. Tak dirawat, maka kamu takkan hidup. Paling tidak hutan akan menolongmu untuk tidak membeli oksigen yang mahal. Hutan kasih kita secara gratis. Sayang hutan, sayang hidup. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
KONTEN MENARIK LAINNYA
x