Warkasa1919
Warkasa1919 Karyawan Swasta

Setiap cerita pasti ada akhirnya, namun dalam cerita hidupku. Akhir cerita adalah awal mula kehidupan-ku yang baru.

Selanjutnya

Tutup

Novel Pilihan

Wanita Berkerudung Bergo Panjang Merah Marun (11)

9 Juni 2018   04:42 Diperbarui: 11 Juni 2018   01:45 661 2 3
Wanita Berkerudung Bergo Panjang Merah Marun (11)
koleksi pribadi

Sebelas

Jejak Harimau di antara Konflik yang mewarnai Perkebunan Kelapa Sawit

11-jejak-harimau-di-konflik-perkebunan-sawit-2-jpg-5b1d7015cf01b451db1c58c4.jpg
11-jejak-harimau-di-konflik-perkebunan-sawit-2-jpg-5b1d7015cf01b451db1c58c4.jpg


*

Seekor harimau Sumatera telah menewaskan dua orang warga di Kecamatan Pelangiran, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil) Provinsi Riau, tepatnya berada di dalam konsesi PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) yang sebelumnya di sebut dengan PT Multi Gambut Industri (MGI). Petugas Balai Konservasi Sumber Daya Alam atau BKSDA masih berupaya menangkap hewan yang di lindungi tersebut.

Jikalahari mendesak Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) mereview AMDAL dan izin lingkungan PT Tabung Haji Indo Plantation (THIP) paska peristiwa meninggalnya Jumiati yang di terkam harimau dalam konsesi perusahaan. PT THIP sendiri beroperasi di lahan gambut kedalaman lebih dari 4 meter dan menebang seluruh hutan alam di ganti dengan sawit.

Jikalahari juga mendesak Gakkum KLHK menetapkan PT THIP sebagai tersangka tindak pidana kehutanan karena 2.101 ha dari 79.664 ha areal konsesinya berada dalam kawasan hutan dengan fungsi Hutan Produksi Tetap berdasarkan SK903/Menlhk/Setjen/PLA.2/12/2016.

Temuan lainnya, pada 2015 Pansus Monitoring Evaluasi Perizinan DPRD Provinsi Riau yang di ketuai oleh Suhardiman menemukan. Pertama, PT THIP terbukti menanam di luar areal konsesi yang di berikan Kementerian Kehutanan di Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), seluas 7.075 ha. Kedua, menguasai lahan di luar izin Hak Guna Usaha (HGU) seluas 5.914 ha. Ketiga, dari aspek keuangan dan perpajakan di duga merugikan keuangan negara, daerah, dan msyarakat dalam bentuk pontensi pajak P3 (PPn,PPh,PBB) kurang lebih Rp.354 miliar pertahunnya. Keempat, PT THIP diduga melakukan pengrusakan lingkungan menanam di daerah aliran sungai (DAS) pada kategori sungai-sungai kecil.[i]

Berita yang kubaca dari salah satu media ini mengingatkan ku akan kejadian beberapa waktu yang lalu ketika berada di Desa Pulau Muda Kecamatan Teluk Meranti Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau.

Aku terjaga di tengah kerumunan orang-orang yang sebagian tidak kukenal, mataku menyapu sekeliling ruangan, menangkap satu wajah yang sudah tidak asing lagi buatku. Asril, teman ku yang asli orang sini tersenyum, lalu mendekat ke arahku.

"Abang dah siuman" katanya senang sambil mendekat dan melihat ke arahku,

"Siuman?" aku cuma membatin, ingin bertanya lebih jauh, tapi aku merasa, saat ini tubuhku lemas sekali, bahkan untuk menggerakan mulut pun terasa berat sekali.

" Jangan banyak gerak dulu," kata seorang lelaki tua yang datang membawa mangkuk yang berisi air, duduk bersila disampingku, mulutnya komat-kamit membaca sesuatu, selanjutnya memotong-motong jeruk purut lalu memasukannya ke dalam mangkuk yang barusan di bawanya.

Lelaki tua yang mengenakan ikat kepala dan pakaian serba hitam ini memercikan air dari dalam mangkuk yang berisi irisan jeruk purut ke sekujur tubuh dan pakaianku, membasahi telapak tangan-nya dengan air dari dalam mangkuk, lalu membasuhkan ke wajah dan ke kedua kakiku.

Masih dalam keadaan lemas dan belum tau apa yang sebenarnya terjadi saat ini, aku cuma diam, terbaring pasrah, melihat lelaki tua yang kuperkirakan berusia sekitar 65 tahun lebih itu mulai mengasapi seluruh tubuhku dengan asap rokok yang mengeluarkan aroma kemenyan.

" Temanmu kesurupan Siluman harimau." Ku dengar suara lelaki tua itu berbicara kepada Asril waktu itu. Menurut Asril Pak Jumadi adalah seorang Dukun yang cukup terkenal dikampungnya.

Dukun atau orang pintar adalah sebuah istilah yang secara umum dipahami dalam pengertian orang yang memiliki kelebihan dalam hal kemampuan Supranatural yang menyebabkan-nya dapat memahami hal tidak kasat mata, serta mampu berkomunukasi dengan arwah dan alam ghaib, yang di pergunakan untuk membantu meyelesaikan masalah di masyarakat, seperti penyakit, gangguan sihir, kehilangan barang, kesialan, dan lain-lain.[ii]

Menurut Asril, waktu itu aku pingsan, dan tidak jauh dari tempat mereka menemukan ku, mereka menemukan ada banyak jejak harimau, mereka fikir saat itu aku telah meninggal dunia karena di terkam harimau.

Aku ingat, saat itu aku, Asril dan beberapa orang dusun pergi memancing ikan di salah satu kanal milik PT. Arara Abadi -- Pulau Muda. Selanjutnya setelah menemukan lokasi memancing yang menurut kami pas, maka kami pun menambatkan sampan, selanjutnya kami berpisah dengan membawa pancing, umpan dan bekal kopi masing-masing.

Menurut Asril mereka mencariku karena hingga sore hari aku belum kembali ketempat sampan yang kami tumpangi tadi. Aku tidak ingat persis semua kejadian yang kualami saat itu, hanya saja saat itu aku merasa sedang berada di kebun karet, bersama Wanita Berkerudung Bergo Panjang Merah Marun dan dua anaknya.

Jujur saja, kejadian waktu itu telah berhasil merubah pola fikirku selama ini, lima tahun lamanya aku menduduki posisi Asisten Manager di salah satu perusahaan perkebunan kelapa Sawit.

Dan wanita berkerudung bergo panjang merah marun yang begitu hidup di alam imajinasiku, lambat laun mulai merubah kepribadianku, ku tinggalkan pekerjaan beserta semua fasilitas yang kudapatkan saat itu. Saat ini aku begitu menyukai segala sesuatu yang berhubungan dengan harimau. Entah sudah berapa banyak literatur tentang harimau sumatera dan segala sesuatu yang berhungan dengan legenda manusia harimau telah kubaca.

Aku terus berjalan, membelah rimba raya yang saat ini telah berganti nama menjadi pemukiman dan perkebunan, diantara batang-batang kelapa sawit yang menjulang tinggi, di banyak kampung dan dusun-dusun yang baru singgahi. Aku terus bertanya dimana wanita berkerudung bergo panjang merah marun dan dua anaknya berada.

Aku tak lagi memperdulikan tatapan mata orang-orang yang melihat aneh ke arahku. Ditengah ancaman kehilangan habitat karena daerah sebarannya seperti blok-blok hutan dataran rendah, lahan gambut dan hutan hujan pegunungan terancam pembukaan hutan untuk lahan pertanian dan perkebunan komersial, juga perambahan oleh aktivitas pembalakan dan pembangunan jalan.

Di tengah habitatnya yang semakin sempit dan berkurang, aku seperti melihat wanita berkerudung bergo panjang merah marun menatap sayu ke arahku.

Dari mata wanita berkerudung bergo panjang merah marun itu, aku seperti melihat harimau Sumatera memasuki wilayah yang lebih dekat dengan manusia, dan seringkali mereka membunuh atau dibunuh hingga ditangkap karena tersesat memasuki daerah pedesaan atau akibat perjumpaan yang tanpa sengaja dengan manusia.

Kelemahan tata kelola hutan dalam banyak kasus adalah karena penegakan hukum yang lemah, termasuk terjadinya tumpang tindih atau ketidak jelasan aturan yang ada, kemampuan teknis dan peta yang akurat, kurangnya transparansi publik dan korupsi.[iii]

Dan menurutku, ini bukan soal pohon terakhir yang ditebang. Tapi ini soal pesan yang harus di sampaikan.

Semoga kedepan-nya, tata kelola hutan dan lahan mengacu pada proses, mekanisme, aturan dan lembaga untuk memutuskan bagaimana hutan, tanah dan sumber daya alam di manfaatkan.

  

Selesai

 


  
 

[i] Sumber :https://jikalahari.or.id/kabar/rilis/pt-thip-harus-bertanggung-jawab-atas-kematian-jumiati/

[ii] Sumber :https://id.wikipedia.org/wiki/Dukun#Jenis-Jenis_Dukun

[iii] Sumber :https://www.mongabay.co.id/bagaimana-tata-kelola-hutan-harusnya-dilakukan/