Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... Administrasi - soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Kurma Pilihan

Alhamdulillah, Ramadan Kali Ini Rambut Tak Gondrong Lagi

14 April 2021   08:59 Diperbarui: 14 April 2021   09:17 746
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Bagikan ide kreativitasmu dalam bentuk konten di Kompasiana | Sumber gambar: Freepik

Sekitar 2 minggu lalu, di tengah aktivitas gowes pagi di akhir pekan, saya singgah di salah satu tempat pangkas rambut. Tujuannya apalagi kalau bukan untuk merapikan mahkota kepala.

Keinginan untuk memangkas rambut sudah ada beberapa hari sebelumnya. Sebab rambut sudah mulai panjang dan kurang beraturan. Di beberapa sisi rambut mulai susah dirapikan meski sudah disisir.

Bagi saya irisan rambut di dekat telinga dan belakang dekat tengkuk atau leher merupakan sisi yang paling mudah menimbulkan rasa tidak nyaman. Itu saya jadikan indikator kapan harus memangkas rambut. Setiap kali memangkas rambut hal sama yang selalu saya ucapkan kepada pemangkasnya ialah, "tolong rapikan samping dan belakang".

Keputusan untuk memangkas rambut Minggu pagi itu juga berangkat dari pelajaran dan pengalaman kurang enak saat Ramadan setahun kemarin. Pada Ramadan 2020 saya harus memulai dan menjalani puasa dengan kondisi rambut yang kacau.

Datangnya pandemi Corona tahun lalu membuat saya memilih untuk menunda memangkas rambut. Ada rasa khawatir mengenai tempat pangkas rambut dan aktivitas bercukur di tengah pandemi yang baru sedang meninggi. Beberapa tempat pangkas rambut di sekitar tempat tinggal juga tutup. Sebuah tempat pangkas rambut di timur MM UGM tetap buka pada saat itu, tapi saya pun tetap khawatir dan ragu untuk mendatanginya.

Saya sebenarnya sempat menemukan seorang pemangkas rambut panggilan pada awal Ramadan lalu. Ia seorang pemilik tempat pangkas rambut di daerah Condong Catur, Sleman. Saya menemukannya di media sosial lewat pencarian dengan tagar #pangkasrambutjogja.

Rupanya saat pandemi tahun lalu, ia menutup tempat usahanya untuk beberapa waktu dan beralih menerima layanan pangkas rambut dari rumah ke rumah secara panggilan. Tarifnya ditetapkan berdasarkan tarif reguler ditambah biaya transportasi sesuai jarak tempat tinggal klien.

Saat itu kami sudah sepakat soal tarif. Ia menawarkan Rp30.000 kepada saya karena lokasinya tak terlalu jauh dari tempatnya berada. Pembayaran akan dilakukan di tempat setelah rambut saya dirapikan. Waktunya pun disepakati. Ia berjanji akan datang ke tempat saya pukul 11.00. Melaluiwhatsapp saya kirimkan share loc untuk memudahkannya.

Namun, pada hari dan jam yang telah disepakati, ia tak kunjung tiba. Sempat saya mengirim whatsapp untuk memastikan kedatangannya. Akan tetapi cukup lama whatsapp saya tak terbalas.

Baru selepas pukul 13.00 ia membalas whatsapp saya. Saya ingat bunyi pesannya, "maaf mas, bagaimana kalau sore nanti jam 4 saja?".

Dikarenakan pada jam itu saya sudah terlanjur memiliki agenda kegiatan di luar, maka dengan terpaksa janji untuk bertemu dan memangkas ramput saya batalkan. Saat saya tanyakan kemungkinan hari dan jam lain sesuai keinginan saya, ia tak segera menjawabnya. Barangkali ia sedang sibuk dan banyak menerima panggilan orang-orang yang juga mau dirapikan rambutnya.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Kurma Selengkapnya
Lihat Kurma Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun