Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Kisah Untuk Ramadan Pilihan

Gula Pasir Murah Hanya untuk "Member", Jahe Harganya Masih "Menyengat"

29 April 2020   05:17 Diperbarui: 29 April 2020   05:16 35 4 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Gula Pasir Murah Hanya untuk "Member", Jahe Harganya Masih "Menyengat"
Belanja sayuran di Mirota Kampus Simanjuntak Yogyakarta pada Selasa (28/4/2020)(dok. pri).

Sedikit kehebohan terjadi siang itu. Sejumlah pembeli terlihat kaget dan kecewa lantaran gula pasir yang sudah masuk ke keranjang dan siap dibawa ke kasir harus dikembalikan.

Terjadi salah paham soal harga. Gula pasir bermerek seharga Rp12.500 per kg ternyata dikhususkan bagi pelanggan yang memegang kartu member Mirota Kampus. Sedangkan pembeli yang bukan member bisa membeli gula pasir tidak bermerek seharga Rp16.850 per kg.

Seorang petugas supermarket berusaha menjelaskan kesalahpahaman tersebut. Selanjutnya label yang lebih jelas ditempel di rak gula untuk membedakan "gula murah" bagi member dan gula yang bisa dibeli oleh pembeli umum.

Pembeli yang kecewa tidak sampai protes. Sebagian ada yang tetap membeli gula, tapi mengganti pilihan dengan gula yang tidak bermerek meski lebih mahal.

Harga gula pasir di Mirota Kampus per 28 April 2020. Stoknya tidak banyak(dok. pri).
Harga gula pasir di Mirota Kampus per 28 April 2020. Stoknya tidak banyak(dok. pri).

Begitulah harga gula pasir yang masih memuncak hingga hari ini. Padahal gula pasir merupakan kebutuhan pokok yang sulit dicari penggatinya. Pada bulan Ramadan kebutuhan gula pasir biasanya juga bertambah seiring keinginan membuat hidangan manis

Di Mirota Kampus Simanjuntak Yogyakarta sudah sejak akhir Februari kelangkaan gula mulai pasir terjadi. Namun, saat itu harganya masih normal pada kisaran harga eceran tertinggi (HET). Sementara pembelian dibatasi maksimal 2 kg per konsumen.

Minyak goreng stok dan harganya masih terkendali (dok. pri).
Minyak goreng stok dan harganya masih terkendali (dok. pri).
Memasuki bulan Maret rak gula di Mirota Kampus yang biasanya dipenuhi gula pasir aneka merek seringkali hanya menyisakan kolom kosong tak berisi. Beberapa kali saya menjumpai beberapa pembeli yang menanyakan stok gula. Namun, jawaban petugas tetap sama, yakni kosong.

Kelangkaan berlangsung untuk waktu yang lumayan lama. Baru pada awal April gula pasir kembali tersedia di Mirota Kampus. Itu pun dalam kemasan tak bermerek yang diberi kode "MRT". Jumlahnya tidak banyak dan pembelian tetap dibatasi. Selain itu harganya telah melonjak lumayan tinggi.

Awal April saya membeli gula pasir seharga Rp17.600 per kg. Oleh karena itu, harga pada Selasa, 28 April 2020, yang sebesar Rp16.850 menunjukkan telah terjadi sedikit penurunan. Meski demikian secara umum harganya masih di atas HET yang ditetapkan pemerintah.

Minggu kedua April 2020 gula bermerek bisa dijumpai lagi di Mirota Kampus. Pelanggan setia diuntungkan karena dengan kartu member yang dimiliki mereka berhak membeli dengan harga Rp12.500 per kg. Namun, stok gula bermerek berharga murah khusus member ini tidak banyak.

Beras Rp60.550 per 5 kg (dok. pri).
Beras Rp60.550 per 5 kg (dok. pri).
Telur Rp18.800 per kg (dok. pri).
Telur Rp18.800 per kg (dok. pri).

Entah sampai kapan lonjakan harga dan kelangkaan gula pasir bisa teratasi sepenuhnya. Awal Maret pemerintah telah memulai impor gula guna menyokong stok dalam negeri yang terbatas. Akan tetapi proses impor terhambat oleh merebaknya wabah Covid-19. Sebagai alternatif sejumlah perusahaan mengalihkan stok gula rafinasi. Akan tetapi langkah ini terbatas mengingat pada saat yang sama gula rafinasi juga sangat dibutuhkan oleh industri makanan dan minuman.

Serupa dengan gula pasir yang harganya masih berada di atas HET, harga jahe juga masih "menyengat". Berdasarkan pantauan pada Selasa (28/4/2020) harga jahe dipatok Rp72.000 per kg. Harga ini sebenarnya sudah mengalami penurunan yang lumayan dibanding pada pertengahan Maret saat Covid-19 mulai merebak di Indonesia. Saat itu harga jahe menembus Rp90.000 per kg. Akan tetapi sekarang jahe sepertinya tidak terlalu diburu. Tak terlihat lagi antrean pembeli jahe di Mirota Kampus.

Tomat dan wortel, meski sedikit naik tapi masih terkendali dan tersedia (dok. pri).
Tomat dan wortel, meski sedikit naik tapi masih terkendali dan tersedia (dok. pri).

Sementara harga gula pasir dan jahe masih tinggi, sebagian besar produk dan bahan kebutuhan pokok lainnya relatif terkendali. Stoknya pun sangat cukup sehingga masyarakat bisa mendapatkannya kapan saja.

Harga satu kantung beras berbobot 5 kg di Mirota Kampus berkisar mulai dari Rp60.550. Minyak goreng masih stabil mulai dari Rp12.500 per kg tergantung merek. Sedangkan telur ayam negeri yang saya beli pada Selasa pagi dihargai Rp18.800 per kg. Sementara itu tepung terigu bisa dibeli mulai dari Rp7900 per kg dan terasi Rp6500 per 100 gr.

Sayuran murah di Mirota Kampus (dok. pri).
Sayuran murah di Mirota Kampus (dok. pri).

Sayuran yang sehari-hari banyak dikonsumsi masyarakat seperti tomat, bayam, kol, brokoli, dan wortel juga tidak mengalami lonjakan harga terlalu tinggi. Ambil contoh satu kilogram tomat merah kualitas baik harganya Rp19.200, satu ikat sawi hijau Rp3000,  dan tauge Rp4000 per kotak.

Jika ingin membeli dalam jumlah sedikit, beberapa produk sayuran segar dalam kemasan kecil tersedia dengan harga terjangkau. Satu plastik brokoli bisa dibeli Rp13.900, cabe rawit Rp7000, wortel Rp5800, jagung manis pipilan Rp5900, dan tomat hijau Rp3200.

Yang menarik beberapa buah-buahan justru mengalami penurunan harga. Jeruk peras yang rutin saya beli setiap minggu pada Selasa kemarin harganya Rp13.800 per kg atau rutun sekitar Rp1000. Demikian pula dengan jeruk siam yang didiskon 20%. Harga diskon juga diberikan untuk air mineral, sirup, dan biskuit.

Seorang pembeli sedang berbelanja memilih bahan pokok di Mirota Kampus pada Selasa (28/4/2020) (Dok. pri).
Seorang pembeli sedang berbelanja memilih bahan pokok di Mirota Kampus pada Selasa (28/4/2020) (Dok. pri).

Satu lagi produk yang stok dan harganya sudah terkendali ialah hand sanitizer. Kini berbagai merek hand sanitizer tersedia di Mirota Kampus dengan jumlah yang cukup. Harganya pun terjangkau, yakni mulai dari Rp8000.

Sedikit tips berbelanja di supermarket di tengah pandemi Covid-19 dan lonjakan harga beberapa kebutuhan ialah penuhi kebutuhan secukupnya dan gunakan waktu secara lebih efisien agar terhindar dari kerumunan pembeli.

Gunakan instrumen pembayaran nontunai karena selain praktis beberapa penyedia layanan dompet digital juga memberikan diskon dan cashback. Manfaatkan fasilitas kartu member untuk mendapatkan beberapa penawaran seperti harga khusus, tebus harga murah, dan tukar poin. Paling tidak itu bisa menekan pengeluaran kita. Selamat berpuasa dan berbelanja.

VIDEO PILIHAN
KONTEN MENARIK LAINNYA
x