Mohon tunggu...
Hendra Wardhana
Hendra Wardhana Mohon Tunggu... soulmateKAHITNA

Anggrek Indonesia & KAHITNA | Kompasiana Award 2014 Kategori Berita | www.hendrawardhana.com | wardhana.hendra@yahoo.com | @_hendrawardhana

Selanjutnya

Tutup

Bulutangkis Artikel Utama

Tak Ada Dewi Fortuna, tapi Tuhan Tersenyum di Istora

20 Januari 2020   07:57 Diperbarui: 20 Januari 2020   18:28 533 9 2 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Tak Ada Dewi Fortuna, tapi Tuhan Tersenyum di Istora
Chayra Maritza Ahsan (kanan) dan Richelle Setiawan (kiri) memanjatkan doa ketika ayah mereka, Moh. Ahsan dan Hendra Setiawan bertanding di semifinal ganda putra Indonesia Master 2020 (foto: badmintonindonesia.org).

Dalam olahraga ada sebuah mitos tentang pembawa keberuntungan bernama "Dewi Fortuna". Meski hanya mitos, ia diyakini eksis dan hidup nyata seolah-olah bukan mitos.

Dewi atau dewa yang satu ini sering sangat diharapkan campur tangannya oleh atlet, pelatih maupun suporter agar keberuntungan dan kemenangan berada di pihak mereka. 

Ujaran dan harapan "semoga dewi fortuna berpihak pada kita", merupakan pengakuan terhadap peran dan eksistensi Dewi Fortuna.

Saat dua tim yang sama-sama tangguh sedang bertanding dan sulit diprediksi pemenangnya, Dewi Fortuna bisa muncul begitu saja di ujung pertandingan untuk menentukan hasil akhir lewat kejadian yang seringkali dramatik, tapi juga sulit dijelaskan.

Atlet yang bermain buruk bisa secara ajaib memenangi pertandingan lewat sebuah keberuntungan. Sebaliknya keberuntungan itu tak pernah didapatkan oleh lawan yang sebenarnya lebih layak menang. Di sini Dewi Fortuna telah ikut bermain.

Dewi Fortuna bisa jadi sering ikut menonton dari sudut tribun paling jauh dalam sebuah pertandingan yang membosankan. 

Namun, ia tidak ingin penonton kecewa dan bekerjalah ia secara senyap sehingga pertandingan yang tidak menarik itu selesai dengan munculnya seorang pemenang yang seolah-olah telah bertarung lebih hebat daripada lawannya.

Seorang pembalap motor yang tiba-tiba terpeleset lalu tersalip hanya beberapa meter sebelum garis finish patut dicurigai ia punya masalah dengan Dewi Fortuna sehingga sang dewi menjauhinya.

Kalau dalam sepak bola, sebuah gol bunuh diri yang menentukan atau sepakan yang berulang kali membentur mistar dan tak masuk ke gawang sering disebut sebagai akibat dari kehadiran dan ketidakhadiran Dewi Fortuna.

Teknologi VAR yang sudah diterapkan dua tahun terakhir memperlebar pintu masuk dan jalan bagi Dewi Fortuna untuk masuk ke dalam lapangan. VAR merupakan wujud mutakhir dari Dewi Fortuna di era teknologi.

Demikian pula dalam arena bulutangkis. Dewi Fortuna bisa ikut bermain dengan mengkreasikan "luckyball" yang membuat shuttlecock terlebih dulu menari-nari di bibir net sebelum akhirnya jatuh begitu saja menyentuh lantai bidang permainan lawan.

Undian yang mempertemukan seorang pebulutangkis dengan lawan-lawan yang mudah pada setiap babak bisa jadi karena Dewi Fortuna telah jatuh cinta padanya.

Podium Indonesia Master 2020 menyatukan para dewa ganda putra dunia (foto: badmintonindonesia.org).
Podium Indonesia Master 2020 menyatukan para dewa ganda putra dunia (foto: badmintonindonesia.org).
Namun, jangan menebak ke mana Dewi Fortuna akan berpihak manakala Ahsan/Hendra bertemu dengan Marcus/Kevin. Kecil kemungkinan Dewi Fortuna terlibat  jauh dalam adu tarung The Daddies vs The Minions

The Daddies dengan intelegensinya merupakan pasangan dewa bulutangkis ganda putra saat ini. Sedangkan The Minions dengan bakat dan keajaibannya telah mencapai taraf "setengah dewa", seperti halnya jagat sepakbola mengakui Lionel Messi dan Cristiano Ronaldo sebagai "alien".

Jadi tak sesuai kapasitasnya Dewi Fortuna mencampuri laga antar dewa. Tak cukup kapasitas Dewi Fortuna untuk mengendalikan kualitas permainan Ahsan/Hendra dan Marcus/Kevin.

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
VIDEO PILIHAN