Mohon tunggu...
WahyuKhairul OFFICIAL
WahyuKhairul OFFICIAL Mohon Tunggu... Penulis - Wahyu

Mahasiswa adalah agent perubahan minimal merubah diri sendiri

Selanjutnya

Tutup

Humaniora

Pria Penuh Semangat

10 Januari 2020   08:40 Diperbarui: 10 Januari 2020   08:49 28
+
Laporkan Konten
Laporkan Akun
Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas.
Lihat foto
Humaniora. Sumber ilustrasi: PEXELS/San Fermin Pamplona

SESOSOK PRIA TANPA KESEMPURNAAN

Dibalik senyuman Rahmat Hidayat tersimpan kesedihan dan kekuatan yang tidak semua orang memilikinya, terlahir dalam kondisi tidak memiliki jari jari yang panjang ditangan kanannya dengan tangan kiri runcing tidak memiliki jari bahkan lekukan di ujung tangannya namun ia bertekad mendapatkan gelar sarjana komunikasi yang saat ini tengah ia jalani.

Di balik keterbatasan fisik anak arongan lambalek ini  tidak kenal menyerah untuk menuntut ilmu baik secara formal maupun non formal, sejak sekolah dasar hingga  perguruan tinggi. 

Pria kelahiran 1997 diarongan lambalek walaupun sejak sd ia menghadapi ejekan dan hinaan dari lingkungan sekitarnya yang memang selalu meremehkan nya "dulu ketika aku ingin masuk kuliah orang orang bertanya untuk apa aku kuliah dengan kondisi seperti ini, mau kerja apa kamu, imbuhnya.

kini pria dengan panjang hanya semeter, jambang yang menutupi wajahnya bulat berjalan setiap hari ke kampus dengan lutut nya berjuang untuk mendapatkan gelar dan membahagiakan ibu yang dicintainya. 

Kurang lebih 3 tahun ia berjalan dengan lututnya dari rumah kosan yang ia tempati untuk menuju kampus tempat ia menuntut ilmu. Meskipun jarak dari kosnya dengan kampus kurang lebih  hanya 100 meter namun baginya itu terasa jauh dan sangat melelahkan.

Setiap pagi ketika perkuliahan hampir mulai ia datang dengan nafas yang tidak beraturan menandakan ia kelelahan,tampak raut muka lelah bulatan air keluar dari pori pori muka nya terlihat jelas keringat yang semakin lama semakin membasahi muka dan baju nya dibelakang. 

Namun dengan bantuan pendingin ruangan keringat itu mulai menghilang dibadannya, akan tetapi jika listrik padam pendingin ruangan tidak mengeluarkan udara dingin maka pria arongan ini akan sangat merasa terganggu dengan panas nya ruang perkuliahan, keringat perlahan berkucuran kembali membasahi sebagian tubuhnya.

Suatu ketika ia meringkih kesakitan,tampak lututnya mengeluarkan cairan bening berwarna merah menandakan lutut yang terluka akibat gesekan dengan aspal setiap harinya karena ia hanya memakai sandal bermerek eiger dengan tali ikatan kebelakang.

Orang pertama kali melihat nya pasti dihampiri rasa penasaran dan tanda Tanya , "ada apa dengan pria ini ?" kakinya tumbuh tidak seperti orang orang pada normalnya, ia memiliki kaki yang runcing seperti peluru tidak memiliki jari jari dan tumit ia berjalan mengandalkan lipatan kakinya ke belakang dan lutut.

Berkat semangat yang dimiliki ia mampu menginspirasi banyak anak muda dan para penyandang disabilitas lainnya, ketidak sempurnaan bukan hal yang bisa menghambat tekad manusia untuk meraih kesuksesan dan menuntut ilmu. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
Mohon tunggu...

Lihat Konten Humaniora Selengkapnya
Lihat Humaniora Selengkapnya
Beri Komentar
Berkomentarlah secara bijaksana dan bertanggung jawab. Komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab komentator seperti diatur dalam UU ITE

Belum ada komentar. Jadilah yang pertama untuk memberikan komentar!
LAPORKAN KONTEN
Alasan
Laporkan Konten
Laporkan Akun