Wahyu Adj
Wahyu Adj

Hello welcome to my artikel i hope you enjoy read my artikel dont for get to like guys hehehe

Selanjutnya

Tutup

Media

Ketidak Adilan KPI dalam Sensor Tayangan Televisi

16 Juli 2017   22:24 Diperbarui: 18 Juli 2017   23:57 216 2 1

Televisi adalah salah satu media penyiara berupa audio visual yang berpengaruh banyak sekali pada khalayak umum. Karena jangkauannya televisi sangat luas yang dipengaruhi oleh frekuensi gelombang elektromaknetik,yang mempermudah dalam mengakses informasi saat informasi tersebut disiarkan oleh lembaga penyiaran. Televisi hingga sekarang masih sangat diminati oleh khalayak umum karena mudah juga murah. Oleh karena itu media penyiaran dengan televisi dari tahun ke tahun seharusnya dapat memberika penyiaran yang baik mendidik,hiburan,edukasi bagi anak-anak dan informasi akurat bagi orang dewasa yang menyaksikannya. 

Tapi ada beberapa media penyiaran dengan televisi yang menyiarkan acara kurang beredukasi dan tidak seharusnya ditonton oleh anak-anak. Maka dari itu ada lembaga-lembaga yang mengawasi jalannya media penyiaran dengan televisi tersebut. Lembaga tersebut akan mengawasi acara apasajakah yang seharusnya di tonton oleh anak-anak,remaja,dan orang dewasa. Dan lembaga penyiaran akan melakukan sanksi tegas bagi LPS televisi yang tidak mengikuti aturan UUD (Regulasi).

KPI sebuah lembaga independen di Indonesia yang kedudukannya setingkat dengan lembaga negara lainnya yang berfungsi sebagai regulator penyelenggaraan penyiaran di Indonesia. Komisi ini berdiri sejak tahun 2002 berdasarkan Undang-undang Republik Indonesia Nomor 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran (Hidajanto,Andi,2013,Dasar-Dasar Penyiaran).

KPI yang bertugas mengawasi jalannya lalu lintas siaran indonesia seharusnya lebih adil dalam menyeleksi tayangan televisi di Indonesia. Lebih tempat sasaran yang lebih baik mana untuk di sendor dan tidak di tayangkan di layar televisi. Lalu mengapa tayangan televisi anak yang menghibur mendapatkan sensor yang banyak tetapi tayangan televisi yang tidak mendidik tayang di stasiun televisi ?

Televisi merupakan hiburan yang murah dan mudah selain kedua hal tersebut televisi juga memberikan informasi yang terjadi di masyarakat. Karena tayangan televisi mendapatkan pengaturan lalu lintas siaran maka tayangan televisi akan ada beberapa tanyangan yang janggal bahkan tidak nikmat untuk ditonton. Beberapa tayangan televisi yang janggal tidak lain lagi karena ulah KPI karena setiap tanyangan televisi akan melalui sensor penayangan. Ini belaku karena ada undang-undang siaran.

UU TAHUN NO 32 TAHUN 2002

BAB III

PENYELENGGARAAN PENYIARAN

 BAGIAN KEDUA

KOMISI PENYIARAN INDONESIA

PASAL 8 AYAT 2

Dalam menjalankan fungsinya sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), KPI mempunyai wewenang:

a. menetapkan standar program siaran

b. menyusun peraturan dan menetapkan pedoman perilaku penyiaran

c. mengawasi pelaksanaan peraturan dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran

d. memberikan sanksi terhadap pelanggaran peraturan dan pedoman perilaku penyiaran serta standar program siaran

e. melakukan koordinasi dan/atau kerjasama dengan Pemerintah, lembaga penyiaran, dan masyarakat.

Tetapi dalam fungsinya KPI sebenarnya memperanak tiri dan kandung kenapa saya bilang seperti itu karena pada saat acara tertentu yang ada publik figur atau acara perlombaan renang SEA GAMES mereka mensensor bagian tertentu dari laki-laki maupun perempuan tersebut. Hal ini memberikan makna yang ambigu karena bisa saja penonton berfikiran negatif.

KPI sebenarnya harus lebih mengetahui tentang eksploitasi bagian tubuh atau tidak. Jika berenang pakai yang digunakan akan seperti itu layaknya pakai berenang perempuan atau pria. Jika ekploitasi bagian tubuh maka sorot kamera menampilkan bagian tubuh tertentu dengan durasi yang lebih lama,jika hanya menampilkan gaya berenang seorang atlet renang kenapa harus disensor,hal itu membuat para penonton tidak bisa melihat gaya berenang yang sedang di lakukan oleh atlet renang tersebut,tidak seharusnya para atlet berenang mengenakan pakai yang tertutub hal itu justru membuat para atlet berenang tidak bisa menggerakan badan mereka.

KPI tidak hanya berlebihan dalam menyesor tentang para atlet berenang tetapi KPI juga memotong-motong bagian kartun anak-anak. Kartun anak-anak yang seharusnya menampilkan adegan-adegan yang kocak tetapi sedikit kasar harus dipotong padahal hal adegan-adegan tersebutlah yang memunculkan ketertawaan. Tetapi jika di potong seperti itu sebaiknya KPI tidak perlu lagi menayangkan acara kartun anak-anak tersebut dari pada hal yang seharusnya menjadi lucu tidak tersampaikan.

Dari sensor KPI tersebut mengapa acara sinetron dengan cinta tidak dapat dikendalikan. Sinetron-sinetron tersebut justru memberikan pendidikan kepada anak-anak untuk pacaran. Seharusnya anak yang di usiannya tidak perlu memikirkan tentang cinta karena usianya masih pada usia untuk pembentukan ahklak.

Tidak hanya sinetron acara-acara reality show pun seperti mengajarkan kebencian, mulai dari acara Termehek-mehek yang tayang jaman dulu sampai Katakan Putus dan Rumah Ayu sekarang ini, seperti memberi wadah dua pasangan atau lebih untuk bertengkar dan disiarkan seindonesia.

Apa manfaatnya masyarakat Indonesia menonton hal seperti itu bukankah itu seperti mengajarkan kita senang diatas pertengkaran orang lain.
Selain itu ada acara yang menampilkan kesengsaraan orang lain, pada stasiun televisi lain. Sepertinya media Indonesia sudah tidak bisa mengekspose hal-hal indah yang ada di Indonesia. Menampilkan drama-drama mereka sedang memasak makanan seadanya atau pun kegiatan mereka sehari-hari mungkin sudah tidak menjadi minat orang-orang kelas atas.

Kalau memang berniat membantu mereka, kenapa media harus memviralkan kesengsaraan mereka, kenapa tidak langsung kasih saja uang dan mengambil gambar tentang semangat mereka secukupnya.

Seharusnya KPI harus bijak dan mengerti tentang apa yang dimaksud eksploitasi tubuh dan lebih menyaring lagi acara-acara yang lebih baik. Tidak hanya KPI orang tua juga tidak lepas dalam membimbing anak-anaknya agar mengetahui yang lebih baik ditonton oleh anak-anaknya atau tidak. Jika ada lambang D, R, SU, atau BO (Bimbingan Orang tua) disudut layar televisi sebaiknya orang tua segera menggatin channel televisi yang lain. Agar anak-anak terhindar dari dampak acara tersebut.


Refrensi

Djamal Hidajanto,Fachruddin Andi. 2013. Dasar-Dasar Penyiaran.Jakarta:Prenadamedia Groub

UU Tahun NO 32 Tahun 2002 Tentang Penyiaran