Mohon tunggu...
Veronika Gultom
Veronika Gultom Mohon Tunggu... https://vrgultom.wordpress.com

IT - Data Modeler

Selanjutnya

Tutup

Gaya Hidup Artikel Utama

Toxic Relationship antara Saudara Sekandung, Bagaimana Cara Menanganinya?

23 November 2020   23:28 Diperbarui: 24 November 2020   09:33 700 27 3 Mohon Tunggu...
Lihat foto
Toxic Relationship antara Saudara Sekandung, Bagaimana Cara Menanganinya?
Ilustrasi toxic antar keluarga (Sumber: www.ibelieve.com)

Tadinya saya berpikir mungkin toxic relationship itu hanya ada antara sepasang kekasih. Namun, ternyata ada juga antara saudara sekandung, antara anak dan orangtua, antara teman atau sahabat, antara atasan dan bawahan. 

Intinya di antara pihak-pihak yang saling berhubungan secara rutin. Karena pasti tidak ada relationship di antara orang-orang asing yang tidak saling berhubungan.

Toxic relationship di antara orang yang bukan keluarga mungkin pada akhirnya akan mudah dilupakan. Namun bagaimana jika itu terjadi di antara orang-orang yang diikat oleh darah? Saudara sedarah yang posisinya tidak dapat digantikan oleh orang lain. Teman, pacar, atasan, bahkan mungkin suami atau istri masih bisa digantikan oleh orang lain, namun saudara atau orangtua mana bisa?

Antara orangtua dan anak, biasanya orangtua yang akan selalu berusaha supaya anaknya baik-baik saja, akur dengan saudara, saling peduli satu sama lain sekalipun masing-masing sudah berkeluarga. 

Saya termasuk orang yang percaya bahwa kasih orangtua adalah kasih yang paling tulus yang pernah diterima seorang anak. 

Sejelek-jeleknya kelakuan seorang anak, orangtua akan selalu menerima dengan tangan terbuka dan sabar menunggu perubahan si anak kearah yang lebih baik. Walaupun semua itu dijalani dengan penuh air mata, kesabaran, dan pengorbanan yang seolah tidak ada selesainya. 

Mungkin jika ada toxic relationship yang paling menyakitkan namun harus tetap dijalani, itu adalah hubungan yang kurang baik antara anak dan orangtua di mana anak sering menyakiti hati orangtua secara sengaja atau tidak sengaja.

Lebih sering, orangtua tidak akan menyudahi hubungan, namun anaklah yang biasanya menyudahi hubungan dengan alasan yang dia anggap benar.

Bagaimana toxic relationship antara saudara sekandung bisa terjadi? 

Bisa karena tidak saling menghormati, salah paham berkepanjangan, tidak ada kerendahan hati mengakui kesalahan, kakak yang menuntut adik untuk mengikuti kemauannya tanpa sadar bahwa si adik juga sudah dewasa dan punya prinsip hidup sendiri, rasa ingin dihormati berlebihan karena merasa usia lebih tua.

Saudara sekandung, meski dibesarkan oleh orangtua yang sama dan di rumah yang sama, bisa saja setelah dewasa berpisah dan tinggal berjauhan. Punya kegiatan masing-masing yang berbeda, dan tuntutan hidup juga berbeda. 

HALAMAN :
  1. 1
  2. 2
  3. 3
VIDEO PILIHAN